Libur Nataru di Alun-alun Pancasila Kebumen, Kapal Mendoan Jadi Ikon
Suasana Alun-alun Pancasila Kebumen pada Malam Hari.(KOMPAS.com/BAYU APRILIANO)
12:07
31 Desember 2025

Libur Nataru di Alun-alun Pancasila Kebumen, Kapal Mendoan Jadi Ikon

– Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dikenal memiliki garis pantai selatan terpanjang di provinsi ini serta puluhan destinasi wisata alam, kini semakin menguatkan daya tarik wisatanya melalui pengembangan ruang publik perkotaan. 

Salah satunya adalah Alun-Alun Pancasila Kebumen yang belakangan ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, terutama menjelang libur akhir tahun.

Dilengkapi jagung track dan pusat kuliner, Alun-alun Kebumen bisa jadi referensi menghabiskan malam pergantian tahun.

Terletak di pusat kota dan berdekatan dengan kawasan perkantoran serta Masjid Agung Kebumen, Alun-Alun Pancasila menjadi ruang terbuka hijau yang mudah diakses masyarakat.

Dengan luas area yang memadai, alun-alun ini dirancang sebagai ruang publik multifungsi, mulai dari tempat rekreasi keluarga, aktivitas olahraga, hingga pusat interaksi sosial dan ekonomi warga.

Pada sore hingga malam hari, suasana alun-alun tampak hidup. Warga lokal bercampur dengan wisatawan dari luar daerah menikmati udara terbuka, sementara anak-anak memanfaatkan wahana bermain yang tersedia. 

Penataan kawasan yang semakin tertib, dilengkapi jalur pedestrian, lampu taman, serta area duduk yang nyaman, membuat pengunjung betah berlama-lama.

Salah satu elemen yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah Kapal Mendoan, bangunan ikonis berbentuk kapal yang berdiri di kawasan Alun-alun Pancasila.

Kapal Mendoan dirancang sebagai sentra kuliner yang mewadahi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Nama “mendoan” sendiri diambil dari kuliner khas Kebumen dan wilayah Banyumasan yang sudah dikenal luas.

Aneka kuliner lezat di Kapal Mendoan Alun-alun Kebumen

Di Kapal Mendoan, pengunjung dapat menemukan beragam sajian, mulai dari mendoan, soto, bakso, sate, aneka minuman, hingga jajanan kekinian.

Lapak pedagang tersebar di lantai satu dan lantai dua, dilengkapi area duduk yang menghadap langsung ke alun-alun, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat aktivitas di ruang publik tersebut.

Ilustrasi tempe mendoan. KOMPAS.com/Muhammad Rizki Fauzan Ilustrasi tempe mendoan.

Ali, wisatawan asal Purworejo, datang bersama istri dan anaknya untuk menghabiskan waktu liburan. Ia mengaku sudah lama tidak berkunjung ke Kebumen dan terkejut dengan perubahan wajah Alun-Alun Pancasila.

“Sekarang alun-alun Kebumen makin ramai dan tertata. Fasilitasnya juga lengkap. Anak-anak senang karena ada tempat bermain dan olahraga, orang tua bisa santai sambil kulineran,” ujar Ali pada Selasa (30/12/2025). 

Menurutnya, keberadaan Kapal Mendoan menjadi nilai tambah karena pengunjung tidak perlu keluar kawasan alun-alun untuk mencari makanan. Ia dan keluarganya pun menyempatkan diri berfoto dan menikmati suasana sore hingga malam hari.

Pengalaman serupa dirasakan Rio, wisatawan asal Bogor, yang terakhir kali mengunjungi Kebumen pada 2017. Setelah delapan tahun, ia menilai perubahan Alun-Alun Pancasila sangat signifikan.

“Sekarang alun-alunnya jauh lebih modern. Rapi, bersih, dan fasilitasnya komplit. Ada arena bermain anak, tempat nongkrong, sampai kuliner khas daerah. Cocok buat liburan keluarga,” kata Mario.

Sebagai kabupaten yang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kebumen tidak hanya mengandalkan wisata alam seperti pantai, gua, dan perbukitan, tetapi juga mulai menata wisata perkotaan. 

Pusat Kuliner Kabupaten Kebumen di Alun-alun Kapal MendoanKOMPAS.COM/BAYU APRILIANO Pusat Kuliner Kabupaten Kebumen di Alun-alun Kapal Mendoan

Alun-Alun Pancasila dan Kapal Mendoan menjadi contoh ruang publik yang berfungsi ganda, sebagai tempat rekreasi sekaligus penggerak ekonomi UMKM lokal.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung selama masa libur dan akhir tahun, Alun-Alun Pancasila Kebumen kini bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan telah berkembang menjadi destinasi wisata kota yang ramah keluarga, terjangkau, dan sarat nuansa lokal. 

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kebumen, alun-alun ini menjadi tempat singgah ideal untuk menikmati denyut kota, cita rasa kuliner khas, dan suasana kebersamaan di penghujung tahun.

Selain banyak ruang berwisata,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen akan membagikan 20.000 porsi makanan dan minuman gratis kepada masyarakat yang merayakan malam tahun baru di Alun-alun Pancasila Kebumen.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menyampaikan bahwa lebih dari 200 PKL dilibatkan dalam kegiatan malam tahun baru nanti. 

“Pedagang yang terlibat berasal dari PKL Pusat Jajanan Kapal Mendoan serta PKL di sekitar Alun-alun Pancasila. Total makanan dan minuman yang disiapkan sebanyak 20 ribu porsi,” kata Haryono.

Menurutnya, langkah ini sengaja diambil untuk menghidupkan aktivitas PKL, mengingat kawasan Alun-alun Pancasila selalu menjadi pusat konsentrasi massa saat malam tahun baru.

Haryono menambahkan, pembagian makanan dan minuman gratis akan dimulai pada Rabu (31/12/2025) pukul 18.00 WIB dan tidak menggunakan kupon.

“Tidak pakai kupon, masyarakat bisa langsung mengambil. Harapannya kegiatan ini bisa dinikmati bersama dan memberi manfaat langsung, baik bagi warga maupun para pedagang,” pungkasnya.

Tag:  #libur #nataru #alun #alun #pancasila #kebumen #kapal #mendoan #jadi #ikon

KOMENTAR