Kunang-kunang di Kebun Raya Bali, Kapan Bisa Ikut Trip Melihatnya?
Ilustrasi Kunang-Kunang()
17:07
27 Desember 2025

Kunang-kunang di Kebun Raya Bali, Kapan Bisa Ikut Trip Melihatnya?

Kebun Raya Bali menemukan dua kelompok kunang-kunang dalam kegiatan eksplorasi pada Desember 2025.

Kedua kelompok kunang-kunang tersebut adalah kunang Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Menurut perwakilan Nusantara Wilderness, Garda Bagus Damastra, kedua jenis ini memiliki karakteristik habitat yang khas.

“Lamprigera Spp. umumnya berukuran lebih besar dengan cahaya yang relatif terang, sedangkan Abscondita Spp. sering dijumpai terbang rendah di area lembab dan vegetasi alami. Kehadiran keduanya menunjukkan habitat di Kebun Raya Bali masih terjaga,” kata Bagus dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (22/12/2025).

Kurator Museum Serangga Jagat Satwa Nusantara-Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Lilik Kundar Setiadi, menjelaskan, keberadaan kunang-kunang sangat erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. 

"Kunang-kunang merupakan bioindikator ekosistem yang sehat. Jika kunang-kunang masih dapat ditemukan, artinya lingkungan tersebut relatif bersih, minim pencemaran, dan mendukung kehidupan serangga,” kata Lilik.

Kondisi lingkungan yang masih alami, tutupan vegetasi yang beragam, serta tingkat pencahayaan malam yang relatif rendah menjadikan kawasan ini habitat potensial bagi berbagai jenis kunang-kunang.

Eksplorasi dilakukan pada area-area dengan kelembaban tinggi, keberadaan serasah,
serta vegetasi alami yang mendukung siklus hidup kunang-kunang.

“Kegiatan ini memperkuat komitmen kami dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Kehadiran kunang-kunang di Kebun Raya Bali merupakan bukti bahwa ekosistem masih
sehat dan upaya konservasi yang kami lakukan berjalan efektif," kata Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto.

Trip eksplorasi kunang-kunang di Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali menemukan dua kelompok kunang-kunang dalam kegiatan eksplorasi pada Desember 2025.DOK. Kebun Raya Bali Kebun Raya Bali menemukan dua kelompok kunang-kunang dalam kegiatan eksplorasi pada Desember 2025.Kunang-kunang juga memiliki sejumlah fakta menarik. Salah satunya, cahaya yang dihasilkan berasal dari proses bioluminesensi, yaitu reaksi kimia alami di dalam tubuh serangga yang
hampir tidak menghasilkan panas.

Cahaya ini berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama dalam proses reproduksi, sekaligus menjadi daya tarik visual yang bernilai edukatif bagi masyarakat.

East Deputy of Horticulture Kebun Raya, Hadhiyyah N. Cahyono, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kunang-kunang, mendokumentasikan sebaran, serta menjadi dasar upaya proteksi habitat di kawasan Kebun Raya Bali.

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, Kebun Raya Bali berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya pengendalian pencemaran cahaya dan perlindungan habitat alami, dapat terus meningkat demi keberlanjutan kunang-kunang di alam.

"Eksplorasi dan proteksi kunang-kunang ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus sarana edukasi konservasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah melakukan eksplorasi untuk mengenalkan ekosistem Kebun Raya Bali, Kebun Raya Bali berencana menggelar trip kunang-kunang pada 2026 mendatang.

"Saat ini masih fokus konservasi. Nanti ke depannya akan ada trip dan eksplorasi kunang-kunang di Kebun Raya Bali," pungkasi dia.

Tag:  #kunang #kunang #kebun #raya #bali #kapan #bisa #ikut #trip #melihatnya

KOMENTAR