



10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Turis di Jepang dan Cara Menghindarinya
Selain mencari tahu tempat wisata dan makanan yang wajib dicoba, kamu juga perlu memahami budaya serta sistem transportasi di Jepang.
Wajar jika turis melakukan beberapa kesalahan, tetapi semakin banyak kamu belajar sebelum berangkat, semakin nyaman perjalananmu tanpa mengganggu penduduk Jepang.
Dilansir dari gaijinpot, berikut 10 kesalahan yang sering dilakukan turis di Jepang dan cara menghindarinya.
1. Memesan Tiket Shinkansen Terlalu Jauh Hari

Jepang memiliki sistem kereta cepat atau shinkansen yang sangat efisien.
Dari Tokyo ke Kyoto, misalnya, ada kereta yang berangkat setiap 10 menit.
Tidak seperti naik pesawat, kamu tidak perlu prosedur panjang untuk naik shinkansen—cukup beli tiket di mesin dan naik kereta berikutnya.
Namun, ada pengecualian saat musim liburan seperti Tahun Baru dan pertengahan Agustus.
Pada waktu tersebut, beberapa rute shinkansen hanya menerima reservasi.
Meski begitu, cukup memesan tiket beberapa hari hingga seminggu sebelum keberangkatan.
2. Membawa Terlalu Banyak Perlengkapan Mandi
Jepang terkenal dengan perlengkapan mandi yang lengkap di hotel, hostel, dan ryokan (penginapan tradisional).
Kamu akan mendapatkan sampo, sabun, pelembap, pisau cukur, bahkan piyama dan sandal.
Jika ada yang kurang, kamu bisa membelinya di minimarket atau toko obat.
Namun, satu hal yang perlu kamu bawa sendiri adalah deodoran karena produk deodoran di Jepang cenderung kurang kuat dibanding di negara lain.
3. Menyeret Koper Besar Ke Mana-Mana
Jalan-jalan di Jepang bisa menjadi mimpi buruk jika kamu membawa koper besar.
Banyak tempat yang memiliki tangga tanpa eskalator atau lift.
Untuk menghindari kerepotan, kamu bisa menyimpan koper di loker koin yang tersedia di stasiun dengan biaya sekitar ¥1.000.
Saat berpindah kota, gunakan layanan pengiriman bagasi ke hotel berikutnya agar kamu bisa bepergian dengan ringan.
Jika ingin lebih praktis, cukup bawa koper kecil atau ransel.
4. Memberi Tip dan Tidak Memanggil Pelayan
Di Jepang, memberikan tip bukanlah kebiasaan dan justru bisa dianggap tidak sopan.
Selain itu, di restoran, jangan menunggu pelayan datang sendiri.
Sebaliknya, angkat tangan dan katakan "Sumimasen" (Permisi) untuk memanggil mereka.
Beberapa restoran memiliki tombol pemanggil di meja, jadi kamu cukup menekannya tanpa harus berbicara keras.
5. Mengandalkan Wi-Fi Publik
Meskipun Jepang memiliki Wi-Fi publik di beberapa tempat, koneksinya sering kali tidak stabil.
Jika kamu ingin tetap online, sebaiknya sewa pocket Wi-Fi atau beli SIM card perjalanan.
Kedua opsi ini bisa dipesan sebelum keberangkatan dan diambil di bandara.
6. Terlalu Banyak Membawa Barang dan Padat Jadwal Perjalanan
Terlalu banyak barang bawaan bisa menyulitkan perjalananmu, apalagi jika hotel tempatmu menginap memiliki layanan laundry.
Tidak perlu membawa pakaian untuk setiap hari karena kamu bisa mencuci pakaian di coin laundry.
Selain itu, hindari membuat jadwal perjalanan yang terlalu padat.
Jepang memiliki banyak tempat menarik, tetapi perjalanan akan lebih menyenangkan jika kamu punya waktu untuk bersantai dan menikmati suasana.
7. Berbicara Terlalu Keras
Kereta di Jepang dikenal sangat tenang, bahkan saat penuh sesak di jam sibuk.
Berbicara diperbolehkan, tetapi jangan terlalu keras karena bisa mengganggu orang lain.
Hal ini juga berlaku di tempat-tempat umum seperti museum, toko buku, dan beberapa kafe.
Sebagai solo traveler, kamu bisa menikmati suasana tenang yang menjadi bagian dari budaya Jepang.
8. Tidak Memeriksa Cuaca
Banyak turis yang tidak siap dengan kondisi cuaca di Jepang.
Juni adalah musim hujan, sementara musim panas sangat panas dan lembap seperti sauna.
Musim gugur juga tidak selalu sejuk seperti yang dibayangkan.
Sebelum berangkat, cek cuaca dan siapkan pakaian yang sesuai.
Jangan khawatir jika lupa membawa payung atau tabir surya karena semuanya bisa dibeli dengan mudah di minimarket atau toko obat.
9. Hanya Membeli Pakaian Baru
Jepang memiliki banyak merek fashion terkenal seperti Uniqlo, tetapi jika hanya membeli pakaian baru, kamu akan melewatkan sesuatu yang istimewa.
Jepang memiliki pasar barang bekas yang sangat berkualitas.
Banyak toko seperti 2nd Street dan Kindal menjual pakaian bekas dalam kondisi sangat baik, termasuk barang bermerek dengan harga lebih murah.
Belanja barang bekas juga membantu mengurangi limbah mode dan lebih ramah lingkungan.
10. Terlalu Banyak Belanja di Minimarket
Minimarket di Jepang memang sangat nyaman, tetapi jika sering berbelanja di sana, pengeluaranmu bisa membengkak.
Harga makanan dan minuman di minimarket cenderung lebih mahal dibanding supermarket.
Untuk menghemat uang, coba belanja di supermarket yang lebih besar.
Selain lebih murah, kamu juga akan menemukan lebih banyak pilihan makanan siap saji dan camilan.
Ambar/Tribunnews
Tag: #kesalahan #yang #sering #dilakukan #turis #jepang #cara #menghindarinya