Alasan 11 Klub Liga Super China Disanksi Pengurangan Poin
Para pemain Shanghai merayakan kemenangan mereka pada laga Grup F Liga Champions AFC antara FC Tokyo dari Jepang dan Shanghai Shenhua dari China pada 24 November 2020, di Stadion Education City di kota Ar-Rayyan, Qatar.(AFP/KARIM JAAFAR)
14:27
30 Januari 2026

Alasan 11 Klub Liga Super China Disanksi Pengurangan Poin

- Sejumlah klub elite Liga Super China dijatuhi sanksi berat terkait kasus match-fixing, perjudian, dan korupsi.

Dari 16 klub peserta musim Liga Super China 2025, sebanyak 11 klub dijatuhi pengurangan poin dan denda finansial oleh CFA (PSSI-nya China).

Keputusan tersebut membuat sembilan klub dipastikan memulai musim Liga Super China 2026 pada Maret mendatang dengan jumlah poin negatif.

Hukuman dijatuhkan setelah proses yang disebut federasi sebagai “evaluasi sistematis”.

“Hukuman ini diperlukan untuk menegakkan disiplin industri, memurnikan lingkungan sepak bola, dan menjaga persaingan yang adil.”

Sanksi Berat untuk Klub Papan Atas

Dua klub menerima hukuman paling berat, yakni Tianjin Jinmen Tiger dan Shanghai Shenhua, yang masing-masing dikenai pengurangan 10 poin serta denda satu juta yuan (sekitar 144.000 dollar AS).

Tianjin Jinmen Tiger merupakan klub kuat yang tak pernah terdegradasi sepanjang liga berdiri sejak 2004.

Baca juga: Liga China Diguncang Skandal Pengaturan Skor, 73 Orang Disanksi Seumur Hidup

Sementara, Shanghai Shenhua merupakan runners up Liga Super China musim lalu.

Juara tiga musim terakhir, Shanghai Port, mendapat pengurangan lima poin dan denda 400.000 yuan. Hukuman identik juga dijatuhkan kepada Beijing Guoan.

Klasemen sebelum Liga Super China 2026 dimulai. Sembilan tim akan memulai kompetisi dengan nilai minus.TANGKAPAN LAYAR Klasemen sebelum Liga Super China 2026 dimulai. Sembilan tim akan memulai kompetisi dengan nilai minus.

CFA tidak merinci pelanggaran spesifik masing-masing klub.

Federasi hanya menyebut pelanggaran berkaitan dengan “pengaturan skor, perjudian, dan suap”. Sanksi, menurut CFA, diberikan berdasarkan nilai transaksi ilegal, kondisi kasus, sifat pelanggaran, serta dampak sosialnya.

CFA menegaskan pendekatan keras terhadap pelanggaran.

“Kami akan selalu mempertahankan kebijakan tanpa toleransi dengan tekanan hukuman maksimal, serta menyelidiki dan menindak setiap pelanggaran disiplin atau regulasi sepak bola segera setelah ditemukan, tanpa kelonggaran.”

Dampak ke Kompetisi Musim 2026

Sanksi poin membuat lanskap kompetisi musim baru berpotensi berubah drastis. Sejumlah klub harus berada dalam posisi unik dan mengejar defisit poin sejak awal musim.

Situasi ini juga terjadi di tengah tekanan finansial yang melanda banyak klub profesional China. Salah satu klub paling sukses dalam sejarah liga, Guangzhou FC, bahkan resmi bubar pada 2025 setelah gagal menyelesaikan kewajiban finansial sebelum musim dimulai.

Sanksi terhadap klub berjalan beriringan dengan hukuman terhadap individu, termasuk larangan seumur hidup kepada puluhan pelaku sepak bola.

Dalam operasi yang sama, mantan pelatih tim nasional Li Tie juga masuk dalam daftar sanksi federasi.

Langkah ini menjadi bagian dari gelombang pembersihan sepak bola China dalam beberapa tahun terakhir, yang berlangsung di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, yang dikenal memiliki ambisi besar terhadap perkembangan sepak bola nasional.

Penindakan terhadap klub-klub Liga Super China ini menandai fase baru reformasi sepak bola profesional negara tersebut, dengan fokus pada disiplin kompetisi dan penegakan aturan di seluruh level liga.

Tag:  #alasan #klub #liga #super #china #disanksi #pengurangan #poin

KOMENTAR