



Sajak Janji yang Kau Tunggu
Janji yang Kau Tunggu
Janji itu belum berpulang
karena kita masih tersesat
di labirin kata-kata
di bawah rintik hujan
yang menghapus bayang-bayang
dan, pada saatnya nanti
ia akan mengetuk pintu
meski kau tak lagi menunggu
sebab waktu telah membawamu
berlari jauh di belakang.
Ladang Tebu, 2024
---
Sembilu Luka-lukamu
Pelan-pelan ia menjahit
’’Ini kebahagiaan,” gumamnya
tapi yang kaulihat
luka yang nganga.
dan, dari bekas luka itu
kau belajar memaknai
tentang perihnya sakit
dan kau ingin menjaga
untuk tak menyakiti pula.
karena bila dendammu berpinak
sembilu luka-lukamu beranak.
Ladang Tebu, 2024
Ketika Gelas Pecah Kau pun Tak Dapat Menambalnya Kembali
Hati serupa
gelas kosong
berulang kali diisi
berulang kali tumpah
bila penuh melimpah
atau tersenggol egomu.
Siapa yang memungut
pecahan kaca di lantai?
Ladang Tebu, 2024
---
Selamat Malam dan Tidurlah yang Nyenyak, Kekasih
Di antara bintang
yang terpecah
kutaburkan doa-doa
untuk tidurmu yang tenang
adakah kau dengar
bisik sunyi igauku
seperti dedaunan jatuh
di lembap tanah yang lelah.
Tidurlah, kekasih
tidur yang mahanikmat
aku akan tetap terjaga
di balik tirai waktu
menunggumu, menunggu
pagi tiba untuk kembali
menyapa sepimu.
Ladang Tebu, 2024
---
MUHAMMAD SUBHAN, Penulis, pegiat literasi, founder Sekolah Menulis Elipsis, menetap di pinggir Kota Padang Panjang, Sumatera Barat