Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
ilustrasi angin kencang, cuaca buruk, hujan (gemini)
08:40
24 Januari 2026

Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG

Baca 10 detik
  • Kenapa angin kencang dan hujan hari ini terjadi di berbagai wilayah?
  • Angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.
  • BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, di banyak provinsi seperti Bali dan Jawa.

Beberapa hari terakhir, banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan hembusan angin yang lebih kuat dari biasanya.

Penjelasan atas pertanyaan "kenapa angin kencang hari ini melanda Indonesia" pun ramai dicari. Fenomena ini bukan sekadar cuaca biasa, melainkan pertanda adanya dinamika atmosfer yang signifikan dan patut diwaspadai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan serangkaian peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, di sejumlah provinsi.

Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama di balik kondisi angin kencang disertai hujan ini?

Faktor Utama Penyebab Angin Kencang Menurut BMKG

Menurut analisis BMKG, kondisi angin kencang yang terjadi pada 23-24 Januari 2026 ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer.

Namun, ada dua fenomena utama yang menjadi sorotan: menguatnya Monsun Asia dan kemunculan bibit siklon tropis di selatan Indonesia.

1. Menguatnya Aliran Lintas Ekuator dari Monsun Asia

Monsun Asia, atau yang sering disebut Angin Baratan, sedang berada dalam fase aktif dan kuatnya. Angin ini membawa massa udara basah dari Benua Asia melintasi ekuator menuju wilayah Indonesia.

"Penyebab angin kencang hari ini salah satunya adalah adanya pola angin baratan atau yang dikenal dengan sebutan Monsun Asia," jelas BMKG dalam salah satu rilisnya.

Penguatan aliran ini secara langsung meningkatkan kecepatan angin rata-rata di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian barat dan tengah. Dampaknya tidak hanya angin kencang, tetapi juga peningkatan curah hujan yang dapat memicu hujan lebat.

2. Bibit Siklon Tropis Mengintai di Selatan Indonesia

Faktor kedua yang lebih signifikan adalah terpantaunya beberapa bibit siklon tropis di Samudra Hindia, sebelah selatan Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Kehadiran sistem tekanan rendah yang intensif ini bekerja layaknya "mesin penyedot" raksasa di atmosfer. Bibit siklon ini menarik massa udara dari wilayah sekitarnya, termasuk dari utara (wilayah Indonesia).

Tarikan kuat inilah yang menyebabkan percepatan angin yang signifikan di daratan. Wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi daerah yang paling merasakan dampaknya karena kedekatan geografis dengan pusat tekanan rendah tersebut.

BMKG secara spesifik memantau Bibit Siklon Tropis 91S dan 92S yang pergerakannya mempengaruhi pola cuaca regional.

Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

BMKG telah merilis peringatan dini untuk berbagai daerah. Di Kabupaten Sleman, DIY, misalnya, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat mencapai kecepatan lebih dari 20 knot (sekitar 37 km/jam) hingga 25 Januari.

Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk wilayah Malang dan sekitarnya. Berdasarkan data yang dirilis BMKG untuk tanggal 23 Januari 2026, berikut adalah rincian wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat dan Angin Kencang:

  • Bali
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

Potensi Angin Kencang:

  • Aceh
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Kalimantan Barat
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Kepulauan Riau
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Utara

Potensi Hujan Sedang hingga Lebat:

  • Bengkulu
  • Gorontalo
  • Maluku
  • Papua
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • Sumatera Selatan

Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:

  • DI Yogyakarta
  • Lampung

Angin kencang bukanlah fenomena yang bisa dianggap remeh. Potensi bahaya yang ditimbulkan antara lain:

  1. Pohon Tumbang: Dahan rapuh atau pohon yang tidak kokoh bisa tumbang dan menimpa bangunan, kendaraan, atau bahkan pejalan kaki.
  2. Kerusakan Infrastruktur: Atap rumah, papan reklame, dan tiang listrik rentan mengalami kerusakan atau roboh.
  3. Gelombang Tinggi: Bagi wilayah pesisir, angin kencang dapat memicu gelombang laut yang tinggi, membahayakan aktivitas nelayan dan pelayaran.
  4. Gangguan Penerbangan: Kondisi angin yang ekstrem dapat mengganggu jadwal penerbangan.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Menghadapi fenomena ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pangkas Dahan Pohon: Periksa kondisi pohon di sekitar rumah. Pangkas dahan yang sudah rapuh atau terlalu rimbun untuk mengurangi risiko tumbang.
  2. Perkuat Bangunan: Pastikan atap dan bagian lain dari rumah terpasang dengan kuat. Amankan benda-benda di luar rumah yang mudah terbang terbawa angin.
  3. Hindari Area Rawan: Saat angin bertiup sangat kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan tua.
  4. Pantau Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial terverifikasi. Jangan mudah percaya pada informasi dari sumber yang tidak jelas.

Fenomena angin kencang pada 23-24 Januari 2026 ini merupakan pengingat bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman.

Kombinasi Monsun Asia yang kuat dan keberadaan bibit siklon tropis menciptakan kondisi atmosfer yang dinamis dan berpotensi membahayakan.

Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, kita dapat meminimalkan risiko dan dampak buruk yang mungkin terjadi.

Bagaimana kondisi angin di daerah Anda? Bagikan pengalaman dan tips Anda di kolom komentar di bawah ini. Mari saling mengingatkan dan tetap waspada!

Editor: Rifan Aditya

Tag:  #kenapa #angin #kencang #hari #melanda #sejumlah #wilayah #indonesia #simak #penjelasan #bmkg

KOMENTAR