Busi Mobil Anda Basah Kena Oli? Jangan Dianggap Sepele, Ini 3 Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Ilustrasi penggantian busi mobil. (Suzuki)
17:36
12 Februari 2026

Busi Mobil Anda Basah Kena Oli? Jangan Dianggap Sepele, Ini 3 Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Busi yang basah karena oli adalah salah satu masalah mesin yang sering luput dari perhatian pemilik mobil. Banyak pengendara baru menyadari kondisi ini setelah mobil terasa brebet, susah dihidupkan, atau tenaga mendadak menurun.

Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini bisa merembet ke komponen mesin lainnya dan membuat biaya perbaikan membengkak.
Pada dasarnya, busi oli basah terjadi karena oli masuk ke ruang bakar dan mengotori ujung busi.

Akibatnya, proses pembakaran tidak berjalan sempurna. Supaya Anda lebih paham dan bisa segera mengambil tindakan, berikut 3 penyebab utama busi oli basah pada mobil sekaligus cara mengatasinya seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia. 

1. Seal Katup Bocor atau Aus

Seal katup berfungsi untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar melalui batang katup. Ketika seal ini sudah getas, keras, atau aus karena usia pemakaian, oli bisa merembes turun dan ikut terbakar di ruang pembakaran.

Jika kondisi ini terjadi, Anda mungkin akan melihat asap knalpot berwarna kebiruan, terutama saat pertama kali mesin dinyalakan. Selain itu, busi akan terlihat basah dan berkerak oli.

Solusinya adalah mengganti seal katup dengan yang baru. Proses ini memang membutuhkan pembongkaran sebagian komponen mesin, jadi sebaiknya dilakukan di bengkel terpercaya.

2. Ring Piston Rusak atau Aus

Ring piston memiliki tugas penting untuk menjaga kompresi mesin sekaligus mencegah oli dari ruang bawah (crankcase) naik ke ruang bakar. Jika ring piston aus atau rusak, oli dapat lolos dan masuk ke ruang pembakaran sehingga membasahi busi.

Gejalanya biasanya disertai tenaga mesin yang menurun, konsumsi oli menjadi boros, dan asap knalpot cenderung berwarna biru saat digas. Untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan penggantian ring piston. Dalam banyak kasus, perbaikan ini memerlukan overhaul atau turun mesin karena piston harus dibongkar.

3. Gasket Kepala Silinder Bocor

Gasket kepala silinder (head gasket) berfungsi sebagai penyekat antara blok mesin dan kepala silinder agar oli, air radiator, serta kompresi tetap terpisah sesuai jalurnya. Jika gasket ini bocor, oli bahkan cairan pendingin bisa masuk ke ruang bakar dan membasahi busi.

Tanda-tandanya bisa berupa mesin cepat panas, oli bercampur air (seperti warna kopi susu), atau performa mesin terasa berat. Penanganannya adalah mengganti gasket kepala silinder dengan yang baru dan memastikan permukaan head serta blok mesin tetap rata dan tidak melengkung.

 

Cara Mengatasi Busi Oli Basah di Mobil

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melepas dan memeriksa kondisi busi. Jika busi hanya kotor ringan, Anda bisa membersihkannya menggunakan cairan pembersih khusus dan sikat halus. Namun, bila elektroda sudah aus atau kerak oli terlalu tebal, sebaiknya ganti busi dengan yang baru.

Yang lebih penting, jangan hanya fokus mengganti businya saja. Anda harus memperbaiki sumber masalahnya, entah itu seal katup, ring piston, atau gasket kepala silinder. Jika tidak, busi akan kembali basah dan masalah terus berulang.

Sebagai langkah pencegahan, lakukan servis berkala dan rutin memeriksa kondisi oli mesin. Pastikan juga Anda menggunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai rekomendasi pabrikan agar komponen internal mesin tetap terjaga.

Masalah busi oli basah memang terlihat sepele, tapi bisa menjadi tanda kerusakan serius di dalam mesin. Jadi, kalau Anda menemukan busi mobil basah karena oli, jangan tunda untuk segera mengeceknya sebelum kerusakan semakin parah. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #busi #mobil #anda #basah #kena #jangan #dianggap #sepele #penyebab #cara #mengatasinya

KOMENTAR