14 Tahun Lalu Steam Rilis Platform Kontroversial, Awal Mula Membludaknya Game di Steam
– Empat belas tahun lalu, Valve meluncurkan salah satu platform paling kontroversial dalam sejarah Steam, bernama Steam Greenlight.
Program ini diperkenalkan sebagai cara bagi pengembang indie untuk memasukkan game mereka ke Steam Store, lewat sistem pemungutan suara oleh komunitas.
Saat diluncurkan, Greenlight sebenarnya membawa gagasan yang terbilang revolusioner. Valve menyerahkan sebagian proses kurasi kepada pemain.
Pengguna Steam dapat memberikan suara untuk menentukan game mana yang layak masuk ke toko digital tersebut. Tujuannya adalah membuka peluang bagi pengembang kecil yang tidak memiliki akses ke penerbit besar atau jalur distribusi tradisional.
Baca juga: Bocoran Harga Steam Machine, Hampir Dua Kali Lipat PS5?
Di atas kertas, konsep ini sebenarnya cukup menjanjikan. Greenlight diharapkan menjadi pintu masuk bagi game indie yang sebelumnya sulit mendapatkan perhatian.
Sistem ini juga dianggap sebagai bentuk demokratisasi industri game, dengan komunitas berperan langsung dalam menentukan konten yang tersedia di Steam.
Namun dalam praktiknya, Greenlight justru memicu berbagai persoalan.
Seiring berjalannya waktu, platform itu dipenuhi berbagai hal yang kurang sehat. Ada yang cuma kampanye cari suara supaya game-nya lolos, ada yang membuat proyek game seadanya dan tidak serius, bahkan ada juga yang menyalahgunakan sistem.
Beberapa pengembang juga mengambil jalan pintas. Mereka membeli atau memakai aset jadi dari marketplace seperti Unity Asset Store, lalu membuat game sederhana tanpa effort besar.
Praktik ini dikenal sebagai "asset flip". Setelah jadi, game tersebut langsung didaftarkan ke Greenlight.
Karena sistemnya mengandalkan jumlah suara berdasarkan voting, kualitas game tidak selalu jadi penentu utama.
Game dengan trailer yang viral atau konsep yang unik lebih mudah menarik perhatian dan mendapatkan suara, meskipun kualitasnya biasa saja. Sebaliknya, game yang dibuat dengan serius tapi kurang promosi justru bisa kalah saing.
Selain itu, celah keamanan di platfrom Steam Greenlight ini juga sempat menjadi sorotan karena ada game yang mengandung malware lolos ke dalam platform.
Kondisi tersebut membuat gamer mengkritik Greenlight dan mengatakan bahwa platform ini sebenarnya belum siap.
Baca juga: Steam Replay 2025 Rilis, Cek Statistik Gaming Setahun Good Game atau Nice Try
Sampai sekarang, banyak pengamat menilai Greenlight menjadi biang kerok membludaknya jumlah game di Steam, termasuk game-game dengan kualitas rendah.
Karena hal tersebut, Valve pun kemudian menetapkan biaya pendaftaran sebesar 100 dollar AS dan mengganti Greenlight dengan sistem baru bernama Steam Direct.
Di balik kontroversinya, Greenlight juga melahirkan banyak game sukses. Beberapa game populer seperti Stardew Valley, Undertale, A Hat in Time, dan Project Zomboid pertama kali mendapat perhatian lewat platform ini sebelum akhirnya sukses besar di pasaran.
Steam Greenlight resmi dihentikan pada 2017 dan digantikan oleh Steam Direct. Sistem baru ini membuat proses seleksi kembali lebih dikontrol oleh Valve, dengan biaya dan proses verifikasi yang lebih ketat.
Tag: #tahun #lalu #steam #rilis #platform #kontroversial #awal #mula #membludaknya #game #steam