Cerita Kiper Keturunan Indonesia di Belanda, Ibadah dan Karier Berjalan Beriringan
Kiper muda Ado Den Haag yang memiliki darah Indonesia, Ferran Syarif Alinegara. [Instagram]
19:06
12 Februari 2026

Cerita Kiper Keturunan Indonesia di Belanda, Ibadah dan Karier Berjalan Beriringan

Baca 10 detik
  • Ferran Syarif Alinegara, kiper 16 tahun ADO Den Haag keturunan Indonesia, layak dipantau PSSI karena potensinya.
  • Ia berhasil menjaga komitmen ibadah puasa Ramadan meski harus berlatih dan bertanding di Belanda.
  • Ferran membawa timnya promosi ke divisi teratas kompetisi usia muda Belanda sejak 2023.

Masih berusia sangat muda, kiper keturunan Indonesia di Belanda ini layak untuk terus dipantau oleh pihak PSSI.

Ferran Syarif Alinegara, kiper tim muda ADO Den Haag. Usianya masih 16 tahun dan punya kans besar untuk berkarier di level elit Eropa.

Di tengah persaingan ketat sepak bola usia muda Belanda, Ferran tak hanya berjuang mengamankan posisi di bawah mistar, tetapi juga menjaga komitmennya sebagai seorang Muslim, termasuk tetap berpuasa saat Ramadan meski harus menjalani latihan dan pertandingan.

Berkarier di Belanda bagi pemain muda tentu bukan hal muda. Bukan hanya soal mengejar karier namun juga menjaga ibadah sebagai umat beragama.

Ferran menghadapi tantangan tersendiri sebagai Muslim di lingkungan yang mayoritas non-Muslim.

“Kondisi ini memang berat, tapi saya tetap berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai Muslim,” ujar Ferran.

Berlatih dan bertanding dalam kondisi berpuasa tentu menguras energi lebih besar. Namun, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk tetap disiplin, baik dalam urusan profesional dan ibadah sebagai seorang muslim.

Ferran yang lahir di Zoetermeer, Belanda, pada 24 Januari 2010, merupakan pemain keturunan Serang-Manado.

Ferran memiliki dua kewarganegaraan, Belanda dan Indonesia, karena kedua orang tuanya berdarah Indonesia meski lahir di Negeri Kincir Angin.

Musim 2025/2026 menjadi musim keduanya bersama akademi ADO Den Haag. Sejak bergabung pada 1 Juli 2023 dari HBS Jeugd, Ferran menunjukkan perkembangan pesat.

Pada musim pertamanya, ia ikut membawa timnya promosi ke divisi teratas kompetisi usia muda di Belanda. Sebuah pencapaian yang membuktikan kapasitasnya sebagai penjaga gawang muda potensial.

Dengan tinggi badan 1,76 meter di usia 16 tahun, Ferran dikenal sebagai kiper dengan refleks cepat dan keberanian dalam duel satu lawan satu.

Perjalanan Ferran sebagai kiper terbilang unik. Ia baru serius menekuni posisi penjaga gawang sekitar dua tahun lalu saat mulai berlatih di MHD.

Dalam waktu relatif singkat, performanya menarik perhatian sejumlah klub profesional (BVO) sebelum akhirnya memilih ADO Den Haag.

Kontributor: Adam Ali

Editor: Ronald Seger Prabowo

Tag:  #cerita #kiper #keturunan #indonesia #belanda #ibadah #karier #berjalan #beriringan

KOMENTAR