Meski Gagal Juara, Ini 5 Fakta Mengesankan Perjalanan Alter Ego di M7 MLBB
– Perwakilan Indonesia, Alter Ego Esports gagal memenangkan kejuaraan e-sports internasional Mobile Legends M7 World Championship usai kalah dari tim asal Filipina, Aurora Gaming PH dengan skor telak 0-4.
Meski demikian, ada lima fakta yang bisa dibilang menarik disorot sepanjang perjalanan tim yang biasa dijuluki "El Familia" ini di M7 World Championship.
Salah satunya adalah fakta bahwa Alter Ego berhasil menumbangkan enam tim yang menjadi juara di wilayahnya masing-masing, termasuk Onic Esports dari Indonesia.
Baca juga: Aurora Gaming Filipina Juara Mobile Legends M7 World Championship
1. Alter Ego tumbangkan enam juara regional
Pemain Onic Esports, Kairi yang kalah setelah melawan Alter Ego Esports di babak Knockout Stage M7 World Championship dengan skor 2-0.
Sepanjang M7 World Championship, Alter Ego sudah mengalahkan enam tim yang menjadi juara di wilayahnya masing-masing.
Ini termasuk Onic Esports yang menjadi juara MPL ID Season 16. Tim ini dikalahkan Alter Ego dengan skor 2-0.
Dua kemenangan lain yang bisa dibilang cukup mengagetkan penggemar adalah kemenangan lawan Team Liquid PH yang menjadi juara MPL Filipina Season 16 dan Selangor Red Giants yang jadi juara MPL Malaysia Season 16.
Selengkapnya, berikut hasil kemenangan Alter Ego di M7 World Championship.
- Onic Esports – MPL ID S16 (Indonesia): 2–0
- Black Sentence Esports – MPL LATAM S4 (Amerika Latin): 1–0
- Aurora Gaming – MTC S6 (Turkiye): 1–0
- Yangon Galacticos – MSL MM S2 (Myanmar): 2–0
- Selangor Red Giants – MPL MY S16 (Malaysia): 3–1
- Team Liquid PH – MPL PH S16 (Filipina): 3–2
2. Hanya kalah dari Aurora PH
Ilustrasi pertandingan Alter Ego vs Aurora PH di Knockout Stage M7 World Championship Hari Kedua.
Sepanjang M7 World Championship, Alter Ego hanya kalah dari lawannya di Grand Final yang berasal dari Filipina, yaitu Aurora Gaming PH.
Sisa pertandingan yang mereka jalankan selain lawan tim ini berakhir kemenangan, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
Alter Ego sempat bertemu dengan Aurora PH pada babak Semi Final Upper Bracket dan kalah dengan skor 1-3.
Hasil ini membuat Alter Ego harus turun ke Quarter Final Lower Bracket.
Setelah kemenangan beruntun, mereka akhirnya kembali bertemu dengan Aurora PH di Grand Final M7 World Championship, dan kalah lagi dengan skor telak 0-4.
Hasil ini membuat Alter Ego harus rela menjadi juara kedua (runner-up) M7 World Championship, dan ini bisa dibilang merupakan pencapaian terbesar Alter Ego sepanjang perjalanannya di skena e-sports Mobile Legends.
3. Cetak rekor penonton terbanyak di segmen mobile
Alter Ego Esports lolos ke babak Knockout Stage M7 World Championship setelah menang di Swiss Stage lawan Yangon Galacticos dengan skor 2-0.
Perjuangan Alter Ego di M7 World Championship juga ternyata ditonton banyak penggemar.
Bahkan, pertandingan Alter Ego vs Aurora PH di Grand Final M7 World Championship kemarin memecahkan rekor penonton terbanyak (peak viewers) hingga 5.680.511 peak viewers, jika mengacu pada data statistik e-sports Escharts.
Ini merupakan jumlah peak viewers terbanyak untuk kategori e-sports mobile.
Sebelumnya, predikat ini diberikan kepada Free Fire yang mendapatkan 5.415.990 peak viewers untuk ajan Free Fire World Series (FFWS) pada 2021 lalu.
Pertandingan Alter Ego di M7 World Championship lainnya, terutama di babak Knockout Stage, juga tampaknya sukses menarik minat para penonton.
Laga lawan Onic Esports, Team Liquid PH, dan Selangor Red Giants masing-masing berhasil mengumpulkan total peak viewers mencapai 4.811.182, 5.367.769, dan 5.594.138 penonton.
4. Dilatih Xepher, mantan pemain profesional Dota 2
Ilustrasi Xepher yang sedang ditanyai oleh SirActionSlacks dalam wawancara setelah game, Kamis (14/10/2021). Dalam momen tersebut, Xepher mengutarakan ungkapan Mama aku di TI yang menjadi trending topic Twitter pada Kamis malam.
Kesuksesan Alter Ego Esports tentunya tak lepas dari kepiawaian sang pelatih, yaitu Kenny Deo atau yang biasa dijuluki "Xepher".
Ia merupakan mantan pemain profesional (pro player) Dota 2 yang sempat bermain untuk tim e-sports asal Korea Selatan, T1.
Pada 2021, T1 sempat lolos ke babak utama (Main Event) The International 2021, namun harus rela berada di posisi kedelapan karena kalah oleh tim lainnya.
Meski kalah, Xepher sempat mengutarakan sebuah kalimat yang kala itu viral dan langsung menarik perhatian orang banyak, terutama warganet Indonesia.
Kalimat tersebut, yang ia ucapkan di wawancara, adalah "Mama, aku di TI".
Terlepas dari kepopulerannya, kehadiran Xepher bisa dibilang memberikan "warna" baru di Alter Ego Esports.
Sepanjang M7 World Championship, Xepher sering memilih banyak karakter (hero) MLBB yang unik yang mungkin tak disangka oleh tim lawan.
Pemilihan hero ini membuat tim lawan tak bisa membaca strategi Alter Ego, dan berujung pada kemenangan beruntun sepanjang kompetisi.
5. Hadir di M7 World Championship dengan roster baru
Alter Ego memastikan tiket ke Grand Final MPL ID S16 setelah mengalahkan Evos di babak Final Lower Bracket dengan skor 4-2 pada Sabtu (1/11/2025)
Selain pelatih, hal menarik lainnya yang bisa dilihat dari Alter Ego adalah debut mereka di M7 World Championship dengan roster yang sepenuhnya baru.
El Familia sebenarnya sempat mewakili Indonesia satu kali di M2 World Championship. Namun kala itu, anggota (roster) tim yang dibawa adalah Yam, Celiboy, Udil, Pai, Leomurphy, dan Caesius.
Kini, roster Alter Ego beda total, yaitu mulai dari Nino, Yazukee, Hijumee, Arfy, Alekk, Rinee, dan Cyruz.
Khusus untuk Yazukee, Arfy, dan Alekk, ketiganya merupakan pemain yang baru saja naik dari level junior (MDL) ke level senior (MPL) di Alter Ego Esports di tahun 2025 kemarin.
Ini artinya, Alter Ego Esports berhasil mencetak bibit pemain e-sports MLBB yang mampu bersaing di level internasional dengan waktu yang cukup singkat.
*******
Tag: #meski #gagal #juara #fakta #mengesankan #perjalanan #alter #mlbb