Elon Musk dan Sam Altman Twitwar, Saling ''Serang'' di X
CEO OpenAI Sam Altman (kiri) dan Pemilik X/Twitter Elon Musk (kanan).(Getty Images via Vanity Fair)
15:33
21 Januari 2026

Elon Musk dan Sam Altman Twitwar, Saling ''Serang'' di X

Ringkasan berita:

  • Elon Musk dan Sam Altman terlibat adu sindiran terbuka di X, dipicu peringatan Musk agar orang tidak memakai ChatGPT terkait isu keselamatan pengguna.
  • Altman membalas dengan membela ChatGPT sekaligus menyindir keselamatan Autopilot Tesla, menyebut adanya korban jiwa dan menilai teknologi tersebut belum aman dirilis.
  • Konflik ini bukan yang pertama dan terjadi di tengah gugatan hukum Musk terhadap OpenAI, termasuk tuntutan ganti rugi bernilai sangat besar atas dugaan penyimpangan misi non-profit.

- Perseteruan antara Elon Musk dan Sam Altman kembali memanas.

Kali ini, dua orang yang pernah sempat menjadi "bestie" di masa lalu ini terlibat adu sindiran terbuka di media sosial X, saling menuding soal isu keselamatan dan keamanan produk masing-masing, mulai dari ChatGPT hingga fitur Autopilot Tesla.

"Twitwar" (istilah populer saat ada yang berseteru di X) ini bermula ketika Musk mengunggah peringatan singkat, “jangan biarkan orang yang kalian sayang pakai ChatGPT", sambil membagikan ulang sebuah twit yang mengaitkan penggunaan ChatGPT dengan laporan kematian akibat bunuh diri.

Unggahan tersebut langsung memancing reaksi Sam Altman. CEO OpenAI itu membalas dengan rangkaian cuitan panjang berisi tiga paragraf. Isinya tidak hanya membela ChatGPT, tetapi juga "menyerang balik" Musk dan perusahaan mobil listriknya, Tesla.

Altman menilai pernyataan Musk bersifat kontradiktif. Menurut dia, Musk kerap mengkritik ChatGPT sebagai terlalu “woke” dan penuh pembatasan, tetapi kini Musk justru menuding sistem AI tersebut terlalu longgar dalam hal pengamanan.

Istilah "woke" merujuk pada pandangan politik liberal atau progresif, khususnya soal keadilan sosial dan rasial, yang kerap dianggap berlebihan atau terlalu ekstrem.

“Kadang Anda mengeluh ChatGPT terlalu restriktif, tapi di kasus seperti ini kamu bilang sistemnya terlalu santai,” tulis Altman.

Bos ChatGPT itu menegaskan bahwa hampir satu miliar orang menggunakan ChatGPT, dan sebagian pengguna mungkin berada dalam kondisi mental rentan. Altman juga mengakui bahwa menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan manfaat teknologi bukan perkara mudah.

"Kami memikul tanggung jawab besar untuk melakukan yang terbaik. Situasi seperti ini tragis dan kompleks, dan seharusnya diperlakukan dengan rasa hormat," lanjut dia.

Kritik Altman tidak berhenti di situ. Ia kemudian menyinggung isu keselamatan Autopilot Tesla, fitur yang memungkinkan mobil mengemudi sendiri. Menurut Altman, sudah ada puluhan kematian yang dikaitkan dengan kecelakaan kendaraan Tesla saat fitur tersebut aktif.

“Saya hanya pernah sekali naik mobil dengan Autopilot, dan kesan pertama saya adalah itu bukan teknologi yang aman untuk dirilis Tesla,” tulis Altman.

Ia juga menyelipkan sindiran soal keputusan keamanan AI Grok, chatbot buatan xAI milik Musk, dengan menyebut, “Saya bahkan belum mulai membahas soal Grok”.

Sindiran itu tampaknya merujuk pada kontroversi Grok AI di X baru-baru ini, yang disalahgunakan untuk membuat konten deepfake asusila. 

Altman menutup cuitannya dengan kalimat yang cukup keras, “Sejauh ini, kamu menafsirkan "setiap tuduhan adalah pengakuan"“.

Bukan pertama kali cekcok di Twitter

CEO Tesla dan Twitter Elon Musk (kiri) bersama CEO OpenAI Sam Altman (kanan). Keduanya membangun OpenAI pada 2015.MICHAEL KOVAC via Fortune CEO Tesla dan Twitter Elon Musk (kiri) bersama CEO OpenAI Sam Altman (kanan). Keduanya membangun OpenAI pada 2015.

Ini bukan pertama kalinya Elon Musk dan Sam Altman terlibat saling sindir atau twitwar di X. Sebelumnya, Musk pernah mengkritik Apple, menuduh mereka berkolusi dengan OpenAI untuk memprioritaskan ChatGPT di App Store dan merugikan AI buatannya, Grok.

Musk dan Altman juga pernah adu mulut soal akuisisi OpenAI dan ChatGPT. Musk membuat penawaran tidak diminta senilai 97,4 miliar dollar AS untuk mengambil alih OpenAI.

Altman menolak tawaran tersebut dan membalas dengan sindiran, "Tidak, terima kasih, tapi kami akan membeli Twitter seharga 9,74 miliar dollar AS jika Anda mau". Ini menyiratkan ahwa nilai Twitter turun jauh dari 44 miliar dollar AS ketika dibeli Elon Musk pada 2022.

Musk sendiri, lewat media sosial X dia dengan handle @elonmusk, juga pernah menyebut Altman "Scam Altman" karena menganggap Sam sebagai penipu yang pintar merangkai kata-kata.

Konflik Elon Musk vs Sam Altman ini juga terjadi di tengah konflik hukum yang masih berlangsung antara Musk dan OpenAI, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider.

Musk sebelumnya menggugat perusahaan AI swasta paling bernilai di dunia itu dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba.

Gugatan itu kini berlanjut ke tahap yang lebih serius dan berpotensi masuk persidangan tahun ini.

Dalam perkembangan terbaru, Musk bahkan mengajukan klaim ganti rugi dengan nilai fantastis, disebut-sebut mencapai puluhan hingga ratusan miliar dollar AS. 

Tag:  #elon #musk #altman #twitwar #saling #serang

KOMENTAR