Elon Musk Bela AI Grok yang Bikin Konten Asusila, Ini Katanya
Rangkuman berita:
- Elon Musk membantah keras tudingan bahwa Grok memproduksi konten tak senonoh, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, dan menegaskan bahwa kasus tersebut “nol” atau tidak pernah terjadi.
- Musk menyebut Grok tidak membuat gambar secara otomatis, melainkan hanya merespons perintah pengguna, serta dirancang untuk menolak permintaan yang melanggar hukum.
- Di tengah kontroversi, X memperketat aturan dengan melarang Grok membuat atau mengedit gambar orang nyata yang bersifat sensual, membatasi fitur visual untuk pengguna berbayar, serta menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap konten seksual ilegal.
- Elon Musk akhirnya angkat bicara terkait kontroversi yang menyeret AI buatannya, Grok. Bos Tesla dan SpaceX itu membantah keras tudingan bahwa Grok AI memproduksi gambar yang mengandung unsur seksualisasi anak di bawah umur.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, Elon Musk menegaskan bahwa ia tidak mengetahui adanya kasus Grok menghasilkan gambar telanjang anak di bawah umur.
“Saya tidak mengetahui adanya gambar telanjang anak di bawah umur yang dihasilkan Grok. Literally zero (benar-benar nol kasus),” tulis Elon Musk pada Rabu (14/1/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan global terhadap xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, serta AI Grok yang terintegrasi langsung dengan platform media sosial X (dulu Twitter).
Kontroversi Grok mencuat setelah laporan menyebut AI tersebut dapat digunakan untuk membuat gambar vulgar, termasuk manipulasi foto manusia nyata.
Isu ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Pemerintah di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia, bahkan memilih membatasi atau meninjau ulang akses terhadap Grok karena kekhawatiran soal perlindungan pengguna.
Di Amerika Serikat, sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat juga mendesak Apple dan Google agar mempertimbangkan ulang keberadaan aplikasi X di toko aplikasi mereka. Desakan tersebut turut didukung kelompok advokasi perempuan dan organisasi pengawas teknologi.
Elon Musk: hasil Grok AI adalah perintah pengguna
Dalam twit yang sama, Musk menjelaskan bahwa Grok tidak secara otomatis atau spontan membuat konten visual. Menurutnya, setiap gambar yang dihasilkan AI bergantung pada permintaan pengguna.
“Grok tidak menghasilkan gambar secara tiba-tiba. Ia hanya merespons permintaan pengguna,” tulis Musk.
I not aware of any naked underage images generated by Grok. Literally zero.
Obviously, Grok does not spontaneously generate images, it does so only according to user requests.
When asked to generate images, it will refuse to produce anything illegal, as the operating principle… https://t.co/YBoqo7ZmEj
— Elon Musk (@elonmusk) January 14, 2026
Pemilik X ini juga menegaskan bahwa Grok dirancang untuk menolak permintaan yang melanggar hukum. Prinsip kerja AI tersebut, kata Musk, adalah mematuhi hukum di setiap negara atau wilayah tempat Grok digunakan.
Musk mengakui masih ada kemungkinan penyalahgunaan lewat manipulasi prompt atau peretasan instruksi. Namun, ia mengeklaim timnya akan segera memperbaiki celah tersebut jika ditemukan.
“Kalau ada eksploitasi prompt yang membuat hasil tak terduga, kami langsung memperbaiki bug-nya,” tulis @elonmusk.
Fitur spicy modemenjadi perpanjangan dari pendekatan xAI sebelumnya yang juga sempat merilis karakter anime AI dengan nuansa seksual.Di tengah bantahan Musk, X mengumumkan langkah pembatasan baru. Perusahaan mengonfirmasi bahwa Grok tidak lagi diizinkan untuk mengedit atau membuat gambar orang nyata dengan pakaian minim atau bersifat sensual.
Dalam pernyataan resmi lewat @Safety, X menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap eksploitasi seksual anak, ketelanjangan tanpa persetujuan, dan konten seksual yang tidak diinginkan.
Sebagai lapisan perlindungan tambahan, pembuatan dan pengeditan gambar lewat Grok di X kini dibatasi hanya untuk pengguna berbayar (X Premium).
X juga menerapkan kebijakan geoblocking di wilayah tertentu (tidak dirinci negara mana saja), sehingga pengguna tidak bisa menghasilkan gambar orang sungguhan dengan pakaian seperti bikini atau pakaian dalam jika hal tersebut melanggar hukum setempat.
Di sisi lain, Elon Musk tetap menantang para pengkritiknya. Orang paling tajir sedunia dengan total kekayaan lebih dari Rp 12.000 triliun ini mempertanyakan apakah benar sistem moderasi gambar Grok bisa ditembus.
Ia juga membagikan unggahan dari akun lain yang mengeklaim telah mencoba berbagai prompt untuk menghasilkan gambar telanjang lewat Grok, tapi gagal, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari LiveMint, Kamis (15/1/2026).
Tag: #elon #musk #bela #grok #yang #bikin #konten #asusila #katanya