Melihat Langsung Sirkuit Milik BYD di Zhengzhou Tiongkok, Jurnalis Indonesia Jadi Delegasi Pertama Dunia   
Foto drone sirkuit segala medan (all-terrain circuit) di kota Zhengzhou, Tiongkok, Rabu (14/1/2026). (Hendra Eka/JawaPos.com)
21:28
14 Januari 2026

Melihat Langsung Sirkuit Milik BYD di Zhengzhou Tiongkok, Jurnalis Indonesia Jadi Delegasi Pertama Dunia  

 

BYD resmi membuka sirkuit segala medan (all-terrain circuit) di Zhengzhou, Tiongkok. Fasilitas ini menjadi salah satu sirkuit pertama di Negeri Tirai Bambu yang dirancang khusus untuk kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).

Sirkuit tersebut merepresentasikan konsep BYD Technology for All. Fungsinya bukan sekadar arena balap, tetapi juga pusat pelatihan pembalap profesional serta wahana edukasi dan pengalaman berkendara guna mendorong budaya NEV ke level yang lebih luas.

Total ada delapan zona pengalaman yang dihadirkan. Mulai dari bukit pasir dalam ruangan, lintasan gesekan rendah (low friction circle), kick-plate, kolam rendam, dynamic paddock, trek balap, taman off-road, hingga area perkemahan.

Dalam balutan suhu dingin 7 derajat Celsius, sejumlah jurnalis asal Indonesia diajak mengikuti press tour sejak pagi hingga petang. Menariknya, awak media Indonesia menjadi delegasi pertama dari seluruh dunia yang mendapatkan kesempatan menyaksikan dan menjajal sirkuit ini secara eksklusif.

“Hari ini cuaca dingin, tapi teman-teman akan merasakan panasnya BYD!” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao bersemangat, Rabu (14/1).

Ia menegaskan, BYD ingin memperlihatkan langsung kemampuan teknologi yang dimiliki melalui pengalaman nyata di lintasan. “Karena kami percaya, seeing is believing,” lanjutnya kepada JawaPos.com. 

Pengalaman Berkendara dalam Satu Kawasan 

Berbeda dengan sirkuit konvensional yang umumnya hanya memiliki satu jenis lintasan, Sirkuit All-Terrain BYD Zhengzhou menawarkan pengalaman berkendara yang beragam dalam satu kawasan. Mulai dari penyeberangan air, pendakian bukit pasir dalam ruangan, hingga tantangan off-road. 

Salah satu daya tarik utama adalah bukit pasir dalam ruangan dengan ketinggian jatuh vertikal 29,6 meter dan kemiringan 28 derajat. Fasilitas ini telah mengantongi sertifikasi Guinness World Records sebagai lintasan pendakian bukit pasir tertinggi dan terbesar untuk pengujian mobil. 

Bukit pasir tersebut dibangun menggunakan 6.200 ton pasir yang meniru komposisi butiran pasir Gurun Alxa. Hasilnya, pengunjung dapat merasakan sensasi menaklukkan bukit pasir secara autentik, namun tetap aman dan terkendali.

Selain itu, jurnalis juga diacak mencoba supercar BYD, Yanwang U9, sebanyak dua lap di lintasan aspal. “Saya bawa lari sampai 200 km/jam, mobil masih stabil, rasanya masih pengen nambah speed lagi,” ujar Benny, salah satu pewarta otomotif. 

Yanwang U9. (Hendra Eka/JawaPos.com)

Dari Trek Balap hingga Off-Road

Lintasan balap utama memiliki panjang 1.758 meter dengan sembilan tikungan dan lintasan lurus sepanjang 550 meter. Pengemudi dapat menguji akselerasi di lintasan lurus maupun presisi kemudi di tikungan ekstrem.

Area uji dinamis seluas 15.300 meter persegi menyediakan lebih dari 12 skenario pengujian, seperti slalom standar, uji rintangan, hingga parkir otomatis. Seluruhnya menampilkan teknologi cerdas BYD.

Untuk penggemar petualangan, tersedia 27 skenario off-road dari tingkat pemula hingga mahir. Bahkan SUV perkotaan diklaim mampu melintasi medan dasar dengan dukungan sistem penggerak semua roda cerdas. 

Denza B5 melibas trek off-road ekstrem. Rute ini melewati sejumlah medan berat berbatu, genangan tinggi, hingga tanjakan curam 42 derajat. (Hendra Eka/JawaPos.com)

Dua Sirkuit Lagi Menyusul 

Selain Zhengzhou, BYD juga akan membuka sirkuit serupa di Hefei dan Shaoxing. Khusus Shaoxing, area off-road-nya disebut mencakup lahan seluas 2.000 hektare di ketinggian 500 meter. 

BYD bersama Federation of Automobile and Motorcycle Sports of China (CAMF) turut mengumumkan New Track Scheme. Program ini menargetkan pengenalan budaya balap kepada satu juta orang serta pembinaan 100 pembalap profesional.

“Sirkuit BYD akan mempercepat profesionalisasi balap NEV di Tiongkok dan membentuk kembali budaya otomotif nasional,” papar Presiden CAMF, Guojun Zhan.

Arena Edukasi Keselamatan hingga Drifting

Sirkuit ini juga berfungsi sebagai sarana demonstrasi teknologi keselamatan kendaraan listrik. Zona kick-plate mensimulasikan kondisi jalan licin melalui permukaan semen basah yang dipoles. Dengan suction plate yang dapat digerakkan, pengemudi diajak merasakan situasi kehilangan kendali dalam kondisi terkontrol. 

Sementara itu, lintasan Low Friction Circle berdiameter 44 meter, yang diklaim sebagai yang pertama di Tiongkok, tersusun dari 30.000 batu bata basal halus dengan lapisan air setebal 3 milimeter. Kombinasi tersebut menghasilkan koefisien gesekan konstan menyerupai kondisi es dan salju. 

Di zona ini, driver dapat merasakan sensasi drifting stabil berkat respons kontrol elektronik tingkat milidetik dan sistem kontrol bodi cerdas BYD. 

BYD Salip Tesla

Di sisi bisnis, BYD mencatatkan pencapaian signifikan dengan menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Penjualan mobil listrik berbasis baterai BYD meningkat hampir 28 persen pada 2025 menjadi lebih dari 2,25 juta unit.

Sebaliknya, Tesla mencatat penurunan penjualan hampir 9 persen menjadi 1,64 juta unit secara global. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut penurunan pengiriman Tesla, termasuk penurunan 16 persen pada kuartal terakhir 2025.

“Analis Wall Street baru-baru ini menurunkan perkiraan penjualan Tesla untuk tahun 2026, menandakan prospek yang semakin suram,” tulis kantor berita Inggris, BBC.

Sejumlah faktor disebut memengaruhi kinerja Tesla, mulai dari pencabutan subsidi pemerintah hingga persaingan ketat dari pabrikan Tiongkok seperti BYD, Geely, dan MG yang menawarkan harga lebih kompetitif. 

*Laporan langsung Hendra Eka dari Zhengzhou, Tiongkok.

 

Editor: Hendra Eka

Tag:  #melihat #langsung #sirkuit #milik #zhengzhou #tiongkok #jurnalis #indonesia #jadi #delegasi #pertama #dunia

KOMENTAR