Samsung Disebut Eksperimen Baterai 20.000 mAh, Ini Tantangannya
- Samsung SDI sedang menguji baterai silikon-karbon sel ganda total 20.000 mAh, bocor pada Kamis (1/1/2026).
- Pengujian menunjukkan potensi daya tahan 27 jam, namun ditemukan masalah serius berupa pembengkakan baterai.
- Baterai berkapasitas ekstrem ini kemungkinan besar untuk kendaraan listrik, bukan ponsel, karena isu stabilitas.
Dunia teknologi kembali dibuat tercengang oleh bocoran terbaru yang menyebut Samsung tengah menguji baterai berkapasitas super besar hingga 20.000 mAh.
Jika rumor ini benar, kapasitas tersebut akan menjadi lompatan ekstrem dibandingkan baterai ponsel pintar saat ini.
Informasi ini pertama kali mencuat dari laporan Android Authority, Kamis (1/1/2026), yang mengutip klaim seorang pembocor dengan nama phonefuturist di platform X.
Menurutnya, Samsung SDI, anak usaha Samsung yang bergerak di bidang baterai, sedang menguji baterai silikon-karbon berdesain sel ganda.
Dalam pengujian tersebut, baterai terdiri dari dua sel, yakni satu berkapasitas 12.000 mAh dan satu lagi 8.000 mAh, sehingga totalnya mencapai 20.000 mAh.
Kombinasi ini diklaim mampu menghasilkan screen-on time hingga 27 jam, dengan estimasi daya tahan sekitar 960 siklus pengisian daya per tahun.
Namun, di balik angka fantastis tersebut, muncul catatan penting.
Samsung SDI disebut menemukan masalah pembengkakan baterai setelah proses pengujian. Kondisi ini membuat baterai dinilai belum cukup stabil untuk penggunaan jangka panjang.
Artinya, pengguna tak perlu berharap akan segera melihat ponsel Galaxy dengan baterai 20.000 mAh dalam waktu dekat.
Pembocor tersebut juga membagikan gambar yang diklaim sebagai wujud baterai uji coba tersebut.
Meski demikian, informasi ini tetap perlu disikapi dengan hati-hati mengingat sumbernya belum memiliki rekam jejak yang sepenuhnya konsisten.
Menariknya, laporan lain menyebut salah satu sel baterai berkapasitas 8.000 mAh mengalami perubahan ketebalan signifikan, dari 4 mm menjadi 7,2 mm, akibat pembengkakan.
Ini memperkuat dugaan bahwa teknologi tersebut masih menghadapi tantangan serius.
Ada pula spekulasi bahwa Samsung SDI sebenarnya tengah menguji teknologi inti baterai ini untuk kendaraan listrik, bukan untuk ponsel pintar.
Pasalnya, baterai silikon-karbon dengan kapasitas ekstrem membutuhkan stabilitas tinggi yang sulit dicapai dalam perangkat tipis seperti smartphone.
Secara teori, kapasitas baterai silikon-karbon memang bisa ditingkatkan dengan menambah kandungan silikon di dalamnya. Namun, pabrikan ponsel umumnya membatasi kadar silikon demi menjaga keandalan.
Sebagai perbandingan, OnePlus 15 dengan baterai 7.300 mAh disebut hanya menggunakan kandungan silikon sekitar 15 persen.
Sementara itu, realme pernah memamerkan prototipe ponsel dengan baterai 15.000 mAh, tetapi menggunakan silikon 100 persen, yang membuatnya belum siap diproduksi massal.
Dengan demikian, besar kemungkinan baterai 20.000 mAh yang diuji Samsung SDI memiliki kandungan silikon jauh lebih tinggi dibandingkan baterai ponsel komersial saat ini, yang menjadikannya lebih sebagai eksperimen teknologi daripada produk siap pakai.
Tag: #samsung #disebut #eksperimen #baterai #20000 #tantangannya