Saat AI Bikin Cari Kerja Makin Sulit, Aplikasi Kencan Jadi Pilihan
Ilustrasi aplikasi kencan online.(Dok. Unsplash/Nik)
19:15
31 Desember 2025

Saat AI Bikin Cari Kerja Makin Sulit, Aplikasi Kencan Jadi Pilihan

- Aplikasi kencan saat ini tak lagi jadi tempat mencari pasangan. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, sebagian pencari kerja kini menjadikan aplikasi tersebut sebagai jalur alternatif untuk membuka peluang karier. 

Tren ini muncul seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen pekerja. Banyak perusahaan kini memakai sistem penyaringan otomatis (AI Screening) untuk menyortir CV dan surat lamaran sebelum dibaca manusia.

Bagi perusahaan, mekanisme tersebut memang efisien karena mampu memilah ratusan lamaran dalam hitungan detik. Namun bagi pelamar, terutama yang punya kualifikasi tinggi, peluang itu bisa hilang begitu saja jika profil mereka tidak "terdeteksi" oleh algoritma.

Akibatnya, networking (jaringan) kembali menjadi jalur paling realistis agar lamaran benar-benar sampai ke meja perekrut. Namun masalahnya, tidak semua orang punya koneksi profesional yang luas atau akses langsung ke orang dalam industri.

Karena itu, di titik inilah aplikasi kencan ikut berperan.

Sebagian pencari kerja mulai memanfaatkan aplikasi kencan ini sebagai ruang sosial baru untuk membangun jaringan. Berangkat dari obrolan ringan, lalu berkembang ke percakapan seputar peluang kerja. 

Cari kerja lewat aplikasi kencan

Menurut survei ResumeBuilder.com, satu dari tiga pengguna aplikasi kencan menyatakan pernah memanfaatkan platform ini untuk mencari peluang kerja. 

Bahkan, hampir satu dari sepuluh responden menyebut tujuan utama mereka berada di aplikasi bukan untuk mencari pasangan, melainkan networking dan menemukan lowongan kerja. 

Strateginya pun bukan sekadar mengobrol acak. Sekitar 66 responden mengaku sengaja mencocokkan (match) ke profil orang-orang yang bekerja di perusahaan atau posisi yang mereka incar.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 88 persen mengaku mereka berhasil membangun koneksi karier. Bentuk koneksi tersebut beragam, ada yang mendapat masukan soal jalur karier, memperoleh undangan wawancara, sampai rekomendasi internal.

Yang lebih menarik, 37 persen responden bahkan menyatakan mereka berhasil menerima penawaran kerja lewat koneksi tersebut.

Ada pula sisi "tak terduga", di mana 38 persen responden menyebut bahwa hubungan tersebut juga berlanjut menjadi relasi personal, di luar urusan karier.

AI bikin susah cari kerja

ilustrasi AI menggantikan pekerjaan manusia.canva.com ilustrasi AI menggantikan pekerjaan manusia.

Penggunaan aplikasi kencan sebagai jalur mencari kerja sebenarnya bukan semata-mata muncul karena iseng belaka.

Kondisi pasar kerja yang makin sulit, ditambah otomatisasi penyaringan lamaran oleh AI, membuat peluang pelamar lebih kecil bahkan sebelum CV mereka dilihat manusia.

Stacie Haller, Chief Career Advisor ResumeBuilder.com, menyebut situasi ini sebagai “horror show” dalam proses mencari kerja saat ini.

Sebab, sebagus apapun pengalaman dan portofolio seseorang, algoritma bisa saja menolak mereka di tahap awal hanya karena CV-nya tidak memenuhi pola yang disukai sistem.

Inilah alasan kenapa networking alias jalur relasi, kembali menjadi jalan pintas agar lamaran benar-benar sampai ke tangan manusia. 

"Networking adalah satu-satunya cara orang bisa naik ke atas di tengah mimpi buruk pencarian kerja saat ini," ujar Stacie Haller dalam wawancaranya kepada Bloomberg.

Secara rinci, survei dari ResumeBuilder.com juga mencatat tiga alasan utama kenapa aplikasi kencan akhirnya dilirik sebagai "jalur alternatif mencari peluang kerja.

Alasan pertama, sebanyak 42 persen responden menyebut bahwa kondisi pasar kerja saat ini sedang dalam masa sulit. 

Alasan kedua, sekitar 29 persen responden mengaku merasa desperate atau terdesak karena ingin naik level karier. 

Alasan ketiga atau yang terakhir, sebanyak 22 persen menyatakan mereka tidak memiliki banyak jaringan profesional di tempat lain.

Aplikasi kencan yang paling banyak dipakai buat cari kerja

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GizmodoTinder dan Bumble menjadi aplikasi kencan yang paling sering dimanfaatkan untuk membangun jaringan profesional.

Kedua aplikasi tersebut sebenarnya tidak dirancang sebagai platform karier profesional, tetapi karena basis penggunanya sangat besar membuat peluang bertemu orang "yang tepat" jadi lebih tinggi.

Di luar itu, ada aplikasi kencan lain yang disebut lebih "ramah" untuk urusan koneksi kerja, yaitu Raya. Aplikasi ini merupakan layanan eksklusif berbasis undangan dan berbayar yang memposisikan dirinya sebagai komunitas privat untuk "terhubung dan berkolaborasi".

Meski dikenal sebagai aplikasi kencan, di aplikasi Raya ini pengguna juga bisa mencari koneksi berdasarkan industri, jabatan, hingga perusahaan. 

Terakhir, ada aplikasi Grindr. Ini merupakan platform jejaring sosial dan kencan berbasis lokasi yang ditujukan untuk komunitas tertentu.

Chief Product Officer Grindr, AJ Balance, mengatakan bahwa sekitar seperempat dari 15 juta pengguna aktif bulanannya tidak hanya memakai aplikasi tersebut untuk mencari pasangan, tetapi membangun jaringan profesional.

Tag:  #saat #bikin #cari #kerja #makin #sulit #aplikasi #kencan #jadi #pilihan

KOMENTAR