RAM Makin Langka karena AI, Asus Mau Produksi Memori Sendiri?
– Dunia saat ini tengah menghadapi isu kelangkaan memori (RAM) dan media penyimpanan (storage). Kedua komponen ini bisa dibilang krusial untuk berbagai barang elektronik, seperti smartphone, laptop, dan lainnya.
Fenomena ini dipicu oleh keterbatasan kedua komponen tersebut, terutama RAM yang banyak diserap oleh pusat data (data center) AI.
Selain itu, beberapa produsen memori juga kini fokus untuk membuat RAM dan storage untuk keperluan AI, sehingga produk untuk konsumen tak lagi menjadi prioritas.
Kondisi tersebut membuat stok RAM dan storage menipis, sehingga harganya melonjak hingga ratusan persen dibanding kondisi normal.
Dari sisi vendor, produsen PC dan laptop juga mungkin akan dibuat bingung dan harus "putar otak", lantaran komponen tersebut cukup krusial untuk produk mereka.
Belakangan, salah satu vendor elektronik asal Taiwan, Asus dikabarkan bakal mulai memproduksi komponen RAM sendiri untuk mengatasi kelangkaan global ini.
Model memori yang disebut akan menjadi fokus mereka adalah RAM DDR5, tepatnya pada level manufaktur chip DRAM.
Informasi ini pertama kali diungkap media teknologi asal Iran, Sakhtafzarmag. Dalam laporan terbarunya, Asus disebut berpeluang membuka fasilitas manufaktur DRAM pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok besar memori dunia.
Selain mengurangi ketergantungan, laporan tersebut juga mengeklaim bahwa langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk menekan biaya produksi.
Hal ini juga dinilai dapat menjaga harga perangkat tetap kompetitif di pasar, di tengah lonjakan harga RAM dan storage global.
Beberapa analis menilai, masuknya Asus ke produksi chip DRAM akan menjadi langkah ekstrem, namun tetap logis jika krisis memori berlangsung panjang.
Buat RAM sendiri tak mudah
Laptop Asus Vivobook S14 resmi meluncur di Indonesia, Kamis (15/5/2025)
Meski demikian, langkah memproduksi RAM sendiri ini bisa dibiilang tidak mudah, lantaran membutuhkan investasi besar serta dukungan teknologi dari produsen DRAM mapan.
Karena membutuhkan modal dan teknologi yang tidak sedikit, laporan tersebut juga menyebut Asus tengah mempertimbangkan opsi lain, yakni menjalin kerja sama dengan CMXT.
Perusahaan asal China itu belakangan memperkenalkan produk memori DDR5 dan LPDDR5X.
Kendati berpotensi menjadi alternatif di luar dominasi raksasa memori global, CMXT dinilai masih menghadapi kendala kapasitas produksi serta hambatan regulasi ekspor peralatan manufaktur dari Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat pasokan RAM dari China belum mampu menekan harga secara signifikan di pasar global.
Klarifikasi Asus
Kembali ke Asus, mereka sudah menanggapi kabar produksi RAM dari Sakhtafzarmag di atas dan memberikan klarifikasi ke publik.
Dalam pernyataan kepada media lokal Taiwan CNYES, Asus menegaskan bahwa mereka saat ini tidak memiliki rencana untuk berinvestasi atau membangun lini produksi RAM DDR5 sendiri.
Meski demikian, Asus juga menyatakan akan terus memantau dinamika industri komponen global dan bersikap hati-hati dalam menentukan strategi bisnis ke depan.
Terkait kelangkaan memori dan storage, sejumlah pihak memperkirakan fenomena ini masih akan berlangsung cukup lama. Salah satu produsen memori besar, SK Hynix bahkan sempat memprediksi krisis RAM bisa berlanjut hingga 2028.
Dengan kondisi tersebut, konsumen berpotensi menghadapi harga laptop dan PC yang lebih mahal dalam beberapa tahun ke depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Notebookcheck.net.
Tag: #makin #langka #karena #asus #produksi #memori #sendiri