Syarat Berubah, Gamer PC Lawas Terancam Tak Bisa Main Valorant
Valorant Episode 8 Act 1 (Dot Esports)
19:06
28 Desember 2025

Syarat Berubah, Gamer PC Lawas Terancam Tak Bisa Main Valorant

Ringkasan berita:

  • Riot Games memperketat sistem anti-cheat Valorant dengan mewajibkan sebagian pemain melakukan update BIOS/firmware motherboard untuk menutup celah kecurangan di level hardware.
  • Aturan ini belum berlaku untuk semua pemain, tetapi berpotensi diperluas ke rank tinggi; pengguna PC lama berisiko tak bisa main jika BIOS tidak mendapat pembaruan.
  • Kebijakan dipicu bug UEFI di motherboard tertentu (ASUS, MSI, Gigabyte, ASRock) yang bisa dimanfaatkan cheater saat proses booting.

– Riot Games memperbarui syarat keamanan untuk memainkan game tembak-menembak (shooter) kompetitif populer Valorant

Perubahan ini berpotensi membuat sebagian gamer, terutama pengguna PC lawas, tidak lagi bisa memainkan game tersebut jika sistem mereka tidak memenuhi standar keamanan terbaru.

Pembaruan syarat ini berkaitan dengan sistem yang bisa menangkal kecurangan (anti-cheat) dalam game milik Riot Games yang dijuluki Vanguard.

Kini, versi terbaru Vanguard mewajibkan sebagian pemain melakukan pembaruan (update) BIOS atau firmware untuk motherboard PC mereka.

Langkah tersebut diambil setelah Riot menemukan celah keamanan (bug) serius pada firmware UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) alias software BIOS di sejumlah motherboard.

Celah ini memungkinkan metode kecurangan tingkat lanjut yang memanfaatkan akses memori sebelum sistem operasi (OS) berjalan atau ketika komputer dinyalakan (pre-boot)

Untuk menambal celah itu, Riot mulai memperketat pemeriksaan keamanan di level perangkat keras, di mana pengguna harus melakukan update BIOS motherboard mereka. Jika tidak diperbarui, maka ada kemungkinan mereka tak akan bisa menjalankan Valorant

Berdampak pada sejumlah pemain

Riot menyebut kebijakan ini tidak langsung berlaku untuk semua pemain. Untuk sementara, pemeriksaan BIOS hanya diterapkan kepada pemain Valorant tertentu yang sistemnya dianggap “mirip” dengan konfigurasi yang biasa digunakan pemain curang (cheater) untuk menghindari deteksi Vanguard.

Namun, Riot membuka kemungkinan aturan ini diperluas, khususnya untuk pemain di peringkat kompetitif tertinggi seperti di tingkat "Ascendant", "Immortal", dan "Radiant". 

Apabila diterapkan lebih luas, gamer dengan PC lama yang firmware BIOS-nya tidak diperbarui berisiko tidak bisa menjalankan Valorant.

Bagi pemain yang tak bisa bermain atau masuk ke dalam Valorant, satu-satunya solusi adalah memperbarui BIOS ke versi terbaru, jika pembaruan tersebut memang disediakan oleh vendor motherboard yang dipakai.

Selain Valorant, Riot juga disebut mempertimbangkan penerapan aturan serupa pada game lain seperti League of Legends. Namun, hal tersebut saat ini belum diberlakukan.

Riot menyatakan akan terus memantau dampak kebijakan ini dan berkoordinasi dengan produsen perangkat keras, supaya sistem keamanan Vanguard bisa berjalan dengan normal. 

Para gamer disarankan untuk memeriksa situs resmi pabrikan motherboard masing-masing dan segera memperbarui BIOS jika tersedia, demi memastikan game tetap bisa dijalankan.

Bug UEFI dan IOMMU

Seperti diwartakan sebelumnya, masalah ini berawal dari temuan bug pada firmware UEFI yang memengaruhi motherboard dari sejumlah produsen besar, seperti ASUS, MSI, Gigabyte, dan ASRock.

Bug tersebut tercatat dalam beberapa kode celah keamanan (Common Vulnerabilities and Exposures), yakni CVE-2025-11901, CVE-2025-14302, CVE-2025-14303, dan CVE-2025-14304.

Secara teknis, celah ini berkaitan dengan fitur Input-Output Memory Management Unit (IOMMU).

Fitur ini seharusnya melindungi memori sistem dari akses ilegal oleh perangkat keras eksternal, seperti kartu PCIe atau perangkat lain yang mendukung direct memory access (DMA).

Namun, pada motherboard tertentu, perlindungan DMA dilaporkan bisa nonaktif meski BIOS menandainya sebagai aktif. Kondisi ini menciptakan celah kecil saat proses booting, yang berpotensi dimanfaatkan untuk kecurangan tingkat lanjut.

Sejumlah produsen motherboard kabarnya telah merilis pembaruan firmware untuk model-model yang lebih baru.

Akan tetapi, belum ada kepastian apakah motherboard lama, termasuk platform Intel generasi lama dan AMD soket AM4, akan menerima pembaruan serupa atau tidak, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ArsTechnica.

Tag:  #syarat #berubah #gamer #lawas #terancam #bisa #main #valorant

KOMENTAR