Renovasi Rumah, Mark Zuckerberg Bagikan ''Bingkisan'' ke Tetangga
Ringkasan berita:
- Mark Zuckerberg memberi “bingkisan” kepada tetangga berupa headphone noise-canceling, minuman bersoda, dan donat sebagai kompensasi atas kebisingan pembangunan kompleks propertinya di Crescent Park, Palo Alto, yang berlangsung bertahun-tahun.
- Warga tetap mengeluhkan dampak pembangunan seperti kebisingan berkepanjangan, pengamanan dan pengawasan ketat, serta banyaknya properti kosong, meski pihak Zuckerberg mengklaim telah berupaya meminimalkan gangguan dan melampaui kewajiban aturan setempat.
- CEO Meta, Mark Zuckerberg membagikan "bingkisan" kepada para tetangganya. Bingkisan ini berupa headphone dengan peredam bising (noise-canceling).
Hadiah itu diberikan sebagai kompensasi atas pembangunan properti Zuckerberg yang berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kebisingan bagi warga di sekitar komplek Crescent Park di Palo Alto, Amerika Serikat.
Selain headphone, pendiri media sosial Facebook yang kerap disapa Zuck itu juga memberikan botol minuman bersoda, serta kotak donat.
Namun, hadiah itu tidak selalu efektif meredam ketidaknyamanan warga sekitar.
Bahkan, sejumlah warga menilai bahwa lingkungannya jadi berubah drastis karena banyaknya properti Zuck yang tidak dihuni, batasan privasi yang ketat, hingga pengamanan yang tinggi termasuk kamera pengawas yang memonitor properti tetangga, sampai patroli rutin oleh petugas keamanan.
Laporan soal hadiah ini awalnya diterbitkan oleh outlet media The New York Times. Namun pihak Meta belum memberikan tanggapan terkait kabar ini.
Adapun Zuckerberg telah menghabiskan lebih dari 110 juta dollar AS (sekitar Rp 1,7 triliun) selama 14 tahun terakhir untuk membeli rumah di Edgewood Drive dan Hamilton Avenue yang termasuk di kawasan Crescent Park.
Total ada 11 rumah yang dimiliki Zuckerberg di dalam komplek tersebut.
Kawasan itu sebelumnya dihuni oleh pengacara, eksekutif bisnis, hingga profesor Stanford University. Namun setelah diborong bos Meta, lingkungan yang dulu tenang, berubah menjadi zona yang didominasi peralatan konstruksi, pengawasam serta pesta mewah.
Beberapa properti yang dibeli bos Facebook di kawasan tersebut masih kosong, walaupun berada di wilayah yang dikenal krisis perumahan akut.
Mark Zuckerberg beri headphone peredam suara ke tetangganya, karena sedang merenovasi rumah
Sementara itu, beberapa rumah lainnya diubah menjadi rumah tamu, taman luas, lapangan pickleball, kolam renang dengan sistem hydrofloor.
Sejumlah properti ini juga sempat difungsikan sebagai sekolah privat untuk anak-anak Zuckerberg dan beberapa anak lain, walaupu penggunaan tersebut disebut-sebut tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan zonasi setempat.
Di bawah kompleks tersebut, Zuckerberg juga menambahkan ruang bawah tanah seluas 7.000 kaki persegi. Bagi warga sekitar, struktur ini lebih seperti "bunker" atau "gua rahasia miliarder".
Konsep serupa diadopsi Zuckerberg untuk properti miliknya di Hawaii, berupa bangunan bawah tanah seluas 5.000 kaki persegi, walaupun menurut Zuck itu bukan bunker.
Nah, karena berbagai pembangunan di Crescent Park itu, sebagian besar warga mengeluh mengingat pembangunan berlangsung terus menerus hingga nyaris delapan tahun.
Sejumlah tetangga menyebut bahwa jalan sering tertutup, puing bangunan berserakan, serta kebisingan yang tanpa henti.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Mark Zuckerberg lewat outlet media Fortune menyatakan bahwa bahwa Zuckerberg dan keluarganya telah menjadikan Palo Alto sebagai rumah selama lebih dari satu dekade.
Karena itu, Zuck berupaya meminimalkan gangguan bagi lingkungan sekitar, bahkan melampaui kewajiban yang ditetapkan pemerintah setempat.
"Mereka menghargai peran sebagai bagian dari komunitas dan telah mengambil sejumlah langkah yang melampaui ketentuan lokal untuk meminimalisasi gangguan di lingkungan sekitar,” ujar juru bicara Zuck, dihimpun KompasTekno dari Fortune.
Tag: #renovasi #rumah #mark #zuckerberg #bagikan #bingkisan #tetangga