Nasib Persikabo 1973 di Tepi Jurang, Djanur Akui Terima Pekerjaan Berat
Djadjang Nurdjaman ditunjuk sebagai pelatih Persikabo 1973 menggantikan Aji Santoso (Dok. Persikabo 1973)
11:18
14 Maret 2024

Nasib Persikabo 1973 di Tepi Jurang, Djanur Akui Terima Pekerjaan Berat

Persikabo 1973 kini dilatih Djadjang Nurdjaman setelah mendepak Aji Santoso. Sosok yang biasa disapa Djanur itu mengaku menerima pekerjaan berat mengingat Laskar Padjajaran berada di tepi jurang.

Ya, Persikabo 1973 saat ini ada di posisi juru kunci klasemen sementara Liga 1 2023/2024. Dimas Drajad dan kawan-kawan baru mengumpulkan 17 poin dari 28 pertandingan.

Tersisa enam pertandingan lagi bagi Djanur mengangkat Persikabo 1973 dari zona degradasi. Pekerjaan ini terbilang berat karena jarak dengan tim-tim di atasnya cukup jauh.

Persikabo 1973 terpaut 14 poin dari PSS Sleman yang kini menduduki peringkat 15 alias zona aman. Selain harus terus menang, mereka harus berharap tim di atasnya terpeleset.

Djanur mengakui pekerjaannya sangat berat. Tapi, ia meyakini masih ada harapan asalkan tim mau bekerja keras.

"Tim memang dalam kondisi sulit, pekerjaan yang tidak mudah. Namun, kita harus yakin peluang bertahan di Liga 1 itu tetap ada meski kecil," kata Djanur dalam keterangannya.

Persikabo 1973 menggelar sesi latihan untuk pertama kali usai libur kompetisi. (dok. Liga Indonesia Baru)  Persikabo 1973 menggelar sesi latihan untuk pertama kali usai libur kompetisi. (dok. Liga Indonesia Baru)

"Kita harus terus bersama-sama, sekarang targetnya adalah setiap pertandingan meraih poin dari enam pertandingan sisa. Kita harus berusaha dulu, harus kita upayakan dengan kerja keras, dan tetap menjaga kekompakan," sambungnya.

Djanur melanjutkan alasannya menerima tawaran manajemen Persikabo. Ia melihat Laskar Padjajaran masih banyak dihuni oleh pemain-pemain bekas asuhannya.

Seperti diketahui, Djanur pernah menjadi pelatih Persikabo. Itu sebelum mereka menunjuk Aidil Sharin pada 4 Januari 2023.

"Karena saya melihat tim ini tidak banyak berubah, masih banyak pemain lama yang pernah sama saya seperti Manahati (Lestusen), Syahrul (Trisna), Andy (Setyo), Dimas (Drajad), Didik (Wahyu), dan Yandi (Sofyan) menjadi alasan saya menerima tawaran untuk kembali melatih Persikabo 1973," pungkasnya.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #nasib #persikabo #1973 #tepi #jurang #djanur #akui #terima #pekerjaan #berat

KOMENTAR