FIFA Buka Opsi Terapkan 'Vinicius Law' Imbas Dugaan Rasis Gianluca Prestianni
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
10:22
28 Februari 2026

FIFA Buka Opsi Terapkan 'Vinicius Law' Imbas Dugaan Rasis Gianluca Prestianni

- FIFA bersama IFAB tengah menjajaki aturan baru bernama ‘Vinicius Law’. Regulasi ini disiapkan untuk menghukum pemain yang berbicara sambil menutup mulut saat pertandingan berlangsung.

Melansir laporan PA Media, aturan 'Vinicius Law' lahir sebagai respons atas sulitnya memverifikasi ucapan pemain di lapangan.

Dengan adanya larangan ini, ofisial pertandingan memiliki dasar untuk menindak perilaku komunikasi tertutup yang berpotensi menyembunyikan hinaan atau ucapan rasial.

Gagasan tersebut muncul setelah terdapat kontroversi dalam laga kompetisi Eropa musim 2025-2026.

Insiden itu memicu sorotan luas dan mendorong pembahasan regulasi baru demi menekan praktik rasisme di sepak bola.

Baca juga: Mbappe Diragukan Tampil Lawan Man City, Real Madrid Tunggu Kepastian

Duduk Perkara Prestianni dan Vinicius

Kasus bermula dalam pertandingan play-off 16 besar Liga Champions UEFA antara Benfica vs Real Madrid.

Dalam laga tersebut, Gianluca Prestianni diduga melontarkan ucapan rasial kepada Vinicius Junior.

Prestianni disebut memanggil Vinicius dengan kata ‘mono’ atau monyet. Dugaan itu muncul ketika ia berbicara sambil menutup mulut menggunakan kaus.

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/FILIPE AMORIM Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Situasi ini membuat banyak pihak kesulitan memastikan ucapan yang sebenarnya terlontar.

Meski belum dinyatakan bersalah, pemain asal Argentina tersebut sempat menerima larangan bertanding satu laga. Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani oleh UEFA. 

Jika terbukti melakukan tindakan rasial, sanksi yang menanti berupa larangan tampil hingga 10 pertandingan di kompetisi Eropa.

Baca juga: Pertemuan Man City Vs Real Madrid Buat Trauma Lama Guardiola Bisa Muncul Lagi

Respons Thibaut Courtois

Wacana ‘Vinicius Law’ mendapat dukungan dari sejumlah pelaku sepak bola. Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menyatakan dukungan terhadap rencana aturan itu.

"Jika larangan menutup mulut dapat mengakhiri hinaan semacam ini, saya akan menyambutnya," ujar Courtois, dikutip dari The Athletic.

"Saya tidak keberatan (dengan aturan itu) jika bisa membasmi rasisme," lanjutnya.

Di sisi lain, Prestianni membantah tudingan rasis. Ia menegaskan tidak mengucapkan kata rasial kepada Vinicius. 

Mantan pemain Velez Sarsfield tersebut mengaku sempat melontarkan kata homofobik saat menutup mulut dengan kaus.

Tag:  #fifa #buka #opsi #terapkan #vinicius #imbas #dugaan #rasis #gianluca #prestianni

KOMENTAR