7 Buku Investasi yang Dipuji Warren Buffett dan Charlie Munger
Warren Buffett. Warren Buffett dikenal kaya raya, tapi gaya hidupnya jauh dari kemewahan. Berikut lima hal mengejutkan yang tidak pernah dia borong meski sudah jadi miliarder.(THE GIVING PLEDGE)
12:00
28 Februari 2026

7 Buku Investasi yang Dipuji Warren Buffett dan Charlie Munger

- Warren Buffett dan Charlie Munger dikenal sebagai investor sukses dengan filosofi yang jelas. Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah membaca secara konsisten.

Munger pernah mengatakan ia tidak mengenal orang bijak yang tidak membaca, sementara Buffett menghabiskan sekitar 80 persen waktunya untuk membaca.

Ketika kedua tokoh ini sama-sama memuji buku yang sama, hal itu menandakan karya tersebut memiliki pengaruh besar terhadap strategi investasi mereka.

Dikutip dari New Trader U, Sabtu (28/2/2026), berikut tujuh buku yang dipuji Warren Buffett dan Charlie Munger.

Baca juga: Warren Buffett: 5 Perangkap Mental Ini Bikin Kelas Menengah Sulit Kaya

1. The Intelligent Investor – Benjamin Graham

Buku ini menjadi titik awal perjalanan investasi Warren Buffett. Ia menyebutnya sebagai buku terbaik tentang investasi yang pernah ditulis dan menggambarkan momen membacanya sebagai salah satu keberuntungan terbesar dalam hidupnya.

Salah satu pelajaran utama Benjamin Graham dalam buku tersebut adalah bahwa investasi yang sukses menuntut disiplin emosional.

Pasar akan terus menggoda investor untuk membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga rendah. Hanya investor yang memperlakukan saham sebagai bisnis nyata yang mampu menahan godaan tersebut.

Charlie Munger juga menghormati kerangka berpikir Graham, meski mendorong Buffett untuk berkembang dari sekadar membeli saham murah menjadi membeli perusahaan hebat dengan harga wajar.

Buku ini membentuk cara keduanya memandang risiko, margin of safety, serta perbedaan antara investasi dan spekulasi.

Baca juga: 10 Buku Rekomendasi Warren Buffett yang Wajib Dibaca Investor

2. Security Analysis – Benjamin Graham dan David Dodd

Jika The Intelligent Investor merupakan panduan filosofis, maka Security Analysis adalah manual teknisnya.

Warren Buffett belajar langsung di bawah bimbingan Graham dan Dodd di Universitas Columbia. Ia bahkan menulis kata pengantar untuk edisi selanjutnya dan menyebut buku serta para penulisnya sebagai pihak yang mengubah hidupnya.

Buku ini mengajarkan generasi investor nilai cara membaca laporan keuangan, mengevaluasi obligasi, dan menilai nilai intrinsik sebuah bisnis.

Munger menghargai ketelitian analitis Graham dan memahami bahwa tanpa disiplin dasar semacam ini, filosofi investasi apa pun tidak akan mampu bertahan menghadapi tekanan pasar.

ilustrasi investasifreepik ilustrasi investasi

3. Common Stocks and Uncommon Profits – Philip Fisher

Philip Fisher melengkapi sisi lain dari fondasi intelektual Berkshire Hathaway. Jika Graham menekankan analisis kuantitatif dan pembelian saham murah, Fisher fokus pada faktor kualitatif seperti kualitas manajemen, keunggulan kompetitif, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Warren Buffett dan Charlie Munger kerap membahas filosofi Fisher dalam rapat pemegang saham. Buffett secara terbuka merekomendasikan buku-bukunya.

Baca juga: 7 Kebiasaan yang Bikin Kelas Menengah Jadi Miskin, Kata Charlie Munger

Buffett pernah menyebut pendekatan investasinya sekitar 85 persen dipengaruhi Graham dan 15 persen Fisher. Namun, banyak pengamat menilai pengaruh Fisher semakin besar seiring waktu.

Munger berperan penting dalam evolusi ini, mendorong Buffett membayar harga wajar untuk bisnis luar biasa dibanding harga murah untuk bisnis biasa-biasa saja.

4. The Wealth of Nations – Adam Smith

Karya klasik Adam Smith tahun 1776 bukan buku investasi pada umumnya. Namun Buffett dan Munger banyak mengambil inspirasi dari kerangka filosofisnya.

Dalam rapat pemegang saham Berkshire Hathaway, keduanya membahas pemikiran Smith tentang pasar, persaingan, dan pembagian kerja, serta relevansinya terhadap keputusan bisnis mereka.

Pengamatan utama Smith bahwa pasar bebas cenderung mengalokasikan sumber daya lebih efisien dibanding perencanaan terpusat sangat beresonansi bagi keduanya.

Berkshire Hathaway dibangun dengan pendekatan desentralisasi, membiarkan manajer berbakat menjalankan bisnis dengan campur tangan minimal dari kantor pusat.

Pendekatan ini sejalan dengan argumen Smith bahwa sistem ekonomi bekerja paling baik ketika individu bebas menjalankan aktivitas produktif tanpa kontrol berlebihan dari atas.

Baca juga: Tren Investasi 2026: Santai Saja, Hindari Keuntungan Instan

5. The Warren Buffett Portfolio – Robert Hagstrom

Munger pernah memuji buku ini dalam rapat pemegang saham Berkshire Hathaway. Ia menyebutnya sebagai kontribusi penting dalam sintesis pemikiran manusia tentang proses investasi.

Awalnya, Munger meremehkan buku tersebut berdasarkan karya penulis sebelumnya. Namun setelah membaca naskah lengkapnya, ia benar-benar terkesan dan merekomendasikan seluruh pemegang saham untuk membelinya.

Buku ini menjelaskan prinsip focus investing, yaitu strategi memusatkan modal pada sejumlah kecil investasi dengan keyakinan tinggi, alih-alih melakukan diversifikasi luas.

Pendekatan ini menjadi ciri khas investasi Buffett dan Munger selama puluhan tahun. Hagstrom merangkum filosofi tersebut sehingga investor serius dapat memahami mengapa kesabaran dan disiplin mengalahkan diversifikasi.

Baca juga: 10 Pesan Warren Buffett kepada Gen Z: Petugas Kebersihan Sama Berharganya seperti Direktur

6. Poor Charlie’s Almanack – disunting Peter Kaufman

Buku ini adalah kumpulan pidato, esai, dan pemikiran filosofis Charlie Munger. Buffett menulis kata pengantar dan mempromosikannya dengan humor khas dalam rapat pemegang saham, dengan bercanda bahwa membawa buku ini akan membuat seseorang terlihat kosmopolitan dan terpelajar.

Di balik candaan itu terdapat dukungan serius terhadap isi buku. Nilai utama Poor Charlie’s Almanack terletak pada konsep “latticework of mental models” atau jalinan model mental dari berbagai disiplin, seperti psikologi, fisika, biologi, sejarah, dan ekonomi.

Munger berpendapat bahwa keputusan yang baik tidak bisa dibuat hanya dengan alat dari satu disiplin. Diperlukan kerangka dari banyak bidang yang bekerja bersama.

Buku ini menangkap pendekatan multidisipliner tersebut secara komprehensif, penting bagi siapa pun yang ingin berpikir lebih jernih tentang investasi dan kehidupan.

7. The Outsiders – William Thorndike

Warren Buffett menempatkan buku ini di peringkat pertama dalam daftar bacaan rekomendasinya pada surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2012. Ia menyebutnya sebagai buku luar biasa tentang CEO yang unggul dalam alokasi modal.

Munger juga memuji buku ini sebagai karya yang merinci kesuksesan luar biasa CEO yang mengambil pendekatan berbeda dalam manajemen perusahaan. Thorndike menampilkan delapan CEO yang perusahaannya mengungguli pasar dalam jangka panjang.

Benang merahnya bukan karisma atau kecemerlangan operasional, melainkan disiplin dalam alokasi modal.

Baca juga: 10 Pelajaran Hidup Warren Buffett untuk Usia 20-an

Para pemimpin ini memahami bahwa keputusan tentang ke mana uang tunai dialokasikan adalah tugas terpenting seorang CEO. Prinsip ini menjadi inti dari apa yang dibangun Buffett dan Munger di Berkshire Hathaway.

Buku-buku yang dipuji Buffett dan Munger menunjukkan pola jelas. Mereka menghargai karya yang mengajarkan disiplin berpikir, pengambilan keputusan rasional, serta pemahaman mendalam tentang cara kerja bisnis dan pasar.

Buku-buku ini bukan panduan cepat kaya, melainkan karya serius yang menuntut pembacaan cermat dan pemikiran mendalam. Bagi siapa pun yang ingin membangun kekayaan, pilihan bacaan yang tepat dapat mengubah cara pandang terhadap uang, risiko, dan peluang. 

Tag:  #buku #investasi #yang #dipuji #warren #buffett #charlie #munger

KOMENTAR