Dulu Juara Bulu Tangkis, Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Bela Belanda, PSSI Kecolongan?
Ia adalah Sam Jayden Florencio Cuntapay. Laman Transfermarkt menyebutkan Sam memiliki ayah orang Filipina sedangkan ibunya dari Indonesia. [almeredezeweek.n]
15:06
13 Februari 2026

Dulu Juara Bulu Tangkis, Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Bela Belanda, PSSI Kecolongan?

Baca 10 detik
  • Sam Cuntapay, pemain muda keturunan Indonesia-Filipina, kini bergabung tim U-15 Ajax Amsterdam.
  • Sebelum sepak bola, ia juara nasional bulu tangkis Belanda kategori ganda putra dan campuran U-13.
  • Pemain berusia 16 tahun ini juga telah melakukan debut bersama Timnas Belanda U-15.

Satu lagi pemain keturunan Indonesia yang saat ini tengah merintis karier di Belanda. Ia adalah Sam Cuntapay.

Masih berusia 16 tahun, pemain keturunan Indonesia-Filipina yang lahir di Heiden, Swiss ini sekarang bergabung ke tim U-15 Ajax Amsterdam.

Menariknya, Sam sebelum jadi pesepak bola ternyata mengawali karier di olahraga sebagai pebulu tangkis.

Pada usia 10 tahun, ia sukses menjadi juara nasional bulu tangkis Belanda kategori ganda putra dan ganda campuran U-13.

Namun kecintaannya pada sepak bola akhirnya mengalahkan bulu tangkis. Ia mulai bermain sepak bola sejak usia 8 tahun bersama AS’80, sebelum pindah ke ASC Waterwijk saat berusia 10 tahun.

Perkembangannya semakin pesat ketika bergabung dengan Almere City FC dua tahun kemudian. Setelah dua musim membela Almere City di level akademi, Sam kini resmi melangkah ke jenjang yang lebih tinggi bersama Ajax.

“Saya menantikan musim baru dan bagaimana rasanya bermain setiap pekan melawan pemain-pemain terbaik di Belanda bersama Ajax,” ujarnya dilansir dari Almeredezeweek.nl

Tak hanya sukses di level klub, Sam juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan debut bersama Timnas Belanda U-15.

Baginya, pemanggilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Datang dari klub kecil, ia mampu membuktikan kualitas hingga dilirik tim nasional.

“Merupakan sebuah kehormatan bisa membela negara. Saya bangga bisa terpilih,” kata Sam.

Remaja kelahiran Almere ini memiliki mimpi besar: bermain di level tertinggi, membela tim nasional senior, dan menjadikan sepak bola sebagai profesi utama.

Meski begitu, ia sadar perjalanan masih panjang. Fokus utamanya musim ini bukan hanya tampil impresif di lapangan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara sekolah dan sepak bola.

Ia mengakui manajemen waktu menjadi tantangan terbesarnya saat ini.

“Menggabungkan sekolah dan sepak bola itu sulit. Saya harus lebih baik dalam hal perencanaan,” ungkapnya.

Kontributor: M.Faqih

Editor: Ronald Seger Prabowo

Tag:  #dulu #juara #bulu #tangkis #pemain #keturunan #indonesia #dipanggil #bela #belanda #pssi #kecolongan

KOMENTAR