Persib Tatap Mimpi Remontada di Leg 2, tapi Catatan Historis ACL 2 Kurang Berpihak
Duel udara antara pemain Persib Bandung (biru) Andrew Jung dan Federico Barba melawan pemain Ratchaburi FC Daniel Ting dan Sidcley pada laga leg pertama 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (11/2/2026) di Stadion Ratchaburi. (Dokumentasi Persib Ofisial)
16:29
13 Februari 2026

Persib Tatap Mimpi Remontada di Leg 2, tapi Catatan Historis ACL 2 Kurang Berpihak

- Persib Bandung menghadapi tantangan berat pada babak 16 besar AFC Champions League 2 musim 2025-2026.

Pada leg pertama babak 16 besar, Persib kalah 0-3 saat bertandang ke markas Ratchaburi FC.

Hasil tersebut membuat langkah Persib di ACL 2 menjadi tidak mudah.

Untuk lolos ke perempat final, tim asuhan Bojan Hodak perlu menang dengan selisih empat gol pada leg kedua di Bandung.

Situasi ini membuat peluang Persib bergantung pada hasil laga kandang. Masih ada 90 menit tersisa untuk mencoba membalikkan agregat.

Baca juga: Persib Vs Ratchaburi: Sergio Castel Yakini Remontada, Inspirasi Real Madrid

Catatan Remontada di Kompetisi Asia

Dalam sejarah kompetisi level kedua Asia sejak era AFC Cup pada 2004, hanya satu tim yang pernah membalikkan keadaan setelah tertinggal tiga gol pada fase gugur.

Momen itu terjadi pada AFC Cup 2019. Klub asal Yordania, Al-Jazeera, sempat kalah 0-3 dari wakil Suriah, Al-Jaish, pada leg pertama semifinal zona Asia Barat di Stadion Al-Muharraq, Bahrain.

Pada leg kedua di Amman International Stadium, Al-Jazeera mampu mengejar ketertinggalan dan memastikan kelolosan.

Gol penentu dicetak Zaid Jaber pada menit akhir injury time babak kedua.

Catatan tersebut menjadi satu-satunya contoh tim yang mampu melakukan pembalikan agregat tiga gol di ajang ini.

Baca juga: Tampil di Turnamen Asia, Jadwal Persib dan Dewa United di Super League Alami Penyesuaian

Keyakinan Bojan Hodak Jelang Leg Kedua

Pengakuan pelatih Persib Bandung Bojan Hodak tentang ketertarikannya kepada legenda Paris Saint Germain (PSG) Layvin Kurzawa, Sabtu (24/1/2026) dalam sesi konferensi pers jelanga laga melawan PSBS Biak. KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Pengakuan pelatih Persib Bandung Bojan Hodak tentang ketertarikannya kepada legenda Paris Saint Germain (PSG) Layvin Kurzawa, Sabtu (24/1/2026) dalam sesi konferensi pers jelanga laga melawan PSBS Biak.

Meski tertinggal agregat, Persib tetap memiliki kesempatan pada leg kedua. Bojan Hodak menyampaikan tekad timnya untuk tampil lebih baik saat bermain di kandang.

“Tentu saja di kandang kami harus tampil lebih baik. Ini sepak bola. Dalam sepak bola, semuanya mungkin terjadi,” tegas Bojan Hodak.

Baca juga: Pengakuan Jujur Sergio Castel Usai Ukir Debut Saat Persib Kalah dari Ratchaburi FC

“Dan saya pikir kami masih punya 90 menit lagi.”

“Saya selalu percaya bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi,” tuturnya.

Laga kedua AFC Champions League 2 akan menjadi penentu perjalanan Persib pada musim ini.

Hasil di Bandung akan menentukan apakah Persib dapat mengikuti jejak satu-satunya tim yang pernah membalikkan keadaan setelah kalah 0-3 di fase gugur ACL 2.

Tag:  #persib #tatap #mimpi #remontada #tapi #catatan #historis #kurang #berpihak

KOMENTAR