Pertamina Raih Anugerah Avirama Nawasena 2026 atas Inovasi Produk Berkelanjutan
- PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan Anugerah Avirama Nawasena (AAN) 2026 untuk kategori Inovasi Produk Berkelanjutan dalam ajang yang digelar Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).
Penghargaan pada kategori Kelompok Korporasi tersebut diberikan karena Pertamina dinilai menjadi pionir pengembangan sustainable aviation fuel (SAF), bahan bakar pesawat ramah lingkungan bersertifikat internasional pertama di kawasan Asia Tenggara.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan inovasi pengembangan SAF merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong dekarbonisasi sektor aviasi.
"Produk ini tidak hanya menghadirkan bahan bakar rendah karbon, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular serta memperkuat sinergi multipihak dalam mendukung transisi energi nasional," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Baron menjelaskan, SAF Pertamina diproduksi melalui proses co-processing di fasilitas Green Refinery Unit (RU) IV Cilacap dengan memanfaatkan bahan baku minyak jelantah (used cooking oil/UCO).
Ia menegaskan, inisiatif tersebut semakin memperkuat komitmen Pertamina dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) secara nyata dan terukur.
"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa langkah strategis Pertamina dalam mengakselerasi transformasi energi rendah karbon berada pada jalur yang tepat," tegas Baron.
Sebagai perusahaan energi nasional, lanjut dia, Pertamina akan terus mengembangkan inovasi berkelanjutan selain SAF serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung transisi energi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Baron menambahkan, capaian tersebut sekaligus menegaskan implementasi dual growth strategy Pertamina, yakni mengoptimalkan bisnis energi yang sudah ada sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Baca juga: Jaga Daya Saing Global, Bisnis Harus Transformasi ke Industri Rendah Karbon
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB Donald Crestofel Lantu mengapresiasi keberhasilan Pertamina meraih penghargaan AAN 2026 kategori Korporasi dalam Inovasi Produk Berkelanjutan.
"Penghargaan ini diberikan atas inovasi Pertamina SAF, bahan bakar pesawat ramah lingkungan berbasis minyak jelantah yang mampu menurunkan emisi karbon sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dan dekarbonisasi sektor aviasi nasional," ujarnya.
Menurut Donald, produksi SAF di Kilang Cilacap dengan dukungan Katalis Merah Putih mencerminkan integrasi nyata agenda ESG Pertamina.
Hal itu terlihat dari pilar lingkungan melalui penurunan emisi, pilar sosial melalui pemanfaatan limbah domestik bernilai tambah, serta pilar tata kelola melalui penguatan kemandirian teknologi nasional.
"ITB berperan strategis sebagai mitra pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lahirnya Katalis Merah Putih, yang menjadi fondasi penting bagi inovasi energi berkelanjutan nasional," kata Donald.
Baca juga: ITB Targetkan Masuk Peringkat 150 Kampus Terbaik Dunia di 2030
Ia menilai, kolaborasi antara badan usaha milik negara (BUMN) dan perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa sinergi keduanya dapat menghasilkan solusi berdampak tinggi bagi ketahanan energi, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Keunggulan inovasi Pertamina
Koordinator United Nations Principles for Responsible Management Education (UN PRME)–SBM ITB selaku Institusi Penyelenggara AAN 2026 Melia Famiola mengatakan, Pertamina layak menjadi pemenang AAN pada kategori Inovasi Produk Berkelanjutan.
Menurutnya, produk SAF yang dikembangkan Pertamina menunjukkan komitmen nyata perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang mendukung transisi energi menuju sumber energi terbarukan.
“Salah satu langkah visioner yang menonjol adalah keberanian Pertamina melihat peluang dari potensi lokal Indonesia, seperti pengembangan bahan bakar avtur berbasis minyak jelantah dan sawit, yang membuka arah baru bagi inovasi energi di sektor penerbangan,” kata Melia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keunggulan inovasi Pertamina tecermin dari beberapa aspek penting.
Pertama, konsistensi dalam mendorong percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan produk yang relevan dengan tantangan masa depan.
Baca juga: Transisi Energi Jalan, Migas Masih Jadi Penopang Ekonomi RI
Kedua, pendekatan inovasi yang melibatkan masyarakat secara luas, khususnya dalam pengelolaan limbah menjadi renewable energy, sehingga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang inklusif serta berpotensi luas.
Ketiga, kontribusi Pertamina dalam mempercepat proses hilirisasi deep technology dari perguruan tinggi menuju fase komersialisasi, yang memperkuat ekosistem inovasi berbasis kolaborasi antara industri, akademisi, dan masyarakat.
“Kami berharap terobosan yang telah dilakukan Pertamina dapat terus dijalankan secara konsisten sehingga inisiatif-inisiatif ini berkembang menjadi solusi nyata bagi Indonesia sekaligus memberikan kontribusi strategis pada agenda transisi energi global,” tutur Melia.
Sebagai informasi, AAN merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan SBM ITB untuk memberikan apresiasi kepada organisasi, korporasi, maupun individu yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan serta menghadirkan dampak nyata dalam praktik bisnisnya.
Baca juga: Perusahaan Tambang Harus Terapkan Prinsip Keberlanjutan, Ini Aspek-aspeknya
Dengan penghargaan tersebut, komitmen Pertamina dalam menjalankan praktik ESG serta kepemimpinan berkelanjutan lintas sektor di Indonesia kembali ditegaskan.
Tag: #pertamina #raih #anugerah #avirama #nawasena #2026 #atas #inovasi #produk #berkelanjutan