PINSAR Pastikan Stok Ayam Nasional Aman, Soroti Distribusi Picu Kenaikan Harga di Pasar
Isu kenaikan harga daging ayam kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah pasar tradisional mencatat harga jual yang lebih tinggi dari biasanya. Namun, kalangan peternak memastikan, kondisi di tingkat produksi sebenarnya dalam keadaan aman.
Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia atau PINSAR menegaskan stok ayam nasional saat ini mencukupi dan produksi berjalan normal.
Ketua Umum PINSAR, Singgih Januratmoko, mengatakan ketersediaan ayam di tingkat peternak tidak mengalami gangguan.
Baca juga: Cara Tukar Uang Baru 2026 via PINTAR BI, Ini Link dan Jadwalnya
Menurut dia, produksi ayam hidup tetap berjalan seperti biasa dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tidak ada kendala di kandang yang berpotensi menyebabkan kelangkaan.
“Stok ayam di tingkat peternak dalam kondisi yang sangat mencukupi. Produksi berjalan normal dan mampu memenuhi permintaan pasar,” ujar Singgih dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Dengan kondisi tersebut, ia memastikan tidak ada faktor kekurangan pasokan dari sisi hulu yang memicu lonjakan harga.
Baca juga: Tabel KUR BSI 2026: Pinjaman Rp 100 Juta–Rp 500 Juta, Ini Cicilan per Bulan
Harga di tingkat peternak masih sesuai acuan
Selain memastikan stok aman, PINSAR juga menyoroti soal harga di tingkat produsen. Singgih menyebut, peternak mengacu pada regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Harga Acuan Pembelian (HAP) ayam hidup di tingkat peternak, sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 6 Tahun 2024 yang diterbitkan Badan Pangan Nasional.
“Berdasarkan aturan tersebut, Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat peternak ditetapkan sebesar Rp 25.000 per kilogram,” papar Singgih.
Untuk wilayah Pulau Jawa, harga ayam hidup (livebird) dengan bobot 1,8 kilogram ke atas disebut masih berada dalam rentang harga acuan tersebut. Artinya, dari sisi peternak tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.
Baca juga: Apa Itu Desil? Cek Kelompok Desilmu, Ini Pengaruhnya ke Bansos
Ketua Umum DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Singgih Januratmoko. PINSAR pastikan stok ayam nasional aman, soroti rantai distribusi picu kenaikan harga di pasar.
Distribusi dinilai jadi titik persoalan
Meski harga di kandang stabil, sebagian konsumen mengeluhkan harga ayam di pasar ritel yang terasa lebih mahal.
PINSAR menilai persoalan tersebut kemungkinan terjadi pada rantai distribusi, bukan pada produksi. Peran perantara atau mata rantai distribusi disebut perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi selisih harga yang terlalu lebar antara tingkat peternak dan konsumen.
Baca juga: Libur Lebaran dan Cuti Bersama 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Jadwal Lengkapnya
Jika harga di tingkat konsumen melampaui acuan, menurut PINSAR, hal itu bukan disebabkan oleh kekurangan stok di kandang.
Karena itu, organisasi tersebut mengimbau seluruh pihak terkait untuk menjaga transparansi harga dan kelancaran distribusi dari hulu ke hilir. Stabilitas distribusi dinilai penting agar peternak tidak dirugikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
PINSAR juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan pasokan ayam nasional tetap tersedia dengan harga yang sesuai ketentuan.
Baca juga: WFA Lebaran 2026: Jadwal ASN dan Buruh, Aturan Kerja Fleksibel, hingga Libur Panjang
Tag: #pinsar #pastikan #stok #ayam #nasional #aman #soroti #distribusi #picu #kenaikan #harga #pasar