Bahlil Janji Umumkan Nasib Tambang Martabe Pekan Depan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan nasib pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatera Utara akan diumumkan pekan depan.
“Minggu depan, insya Allah minggu depan,” ujar Bahlil saat ditemui di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia mengatakan pengelolaan tambang tersebut masih dalam tahap penelitian untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.
Tambang emas Martabe kerap dikaitkan dengan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada November 2025.
“Kalau memang dalam penelitiannya itu tidak menemukan sebuah pelanggaran yang berarti, maka pasti akan dikembalikan kepada pemiliknya,” ucap Bahlil.
Baca juga: Soal Tambang Emas Martabe, Bahlil: Jika Tak Melanggar, Hak Investor Dipulihkan
Saat ini tambang Martabe dikelola PT Agincourt Resources.
Bahlil juga menyebut belum ada proses administrasi lanjutan terkait pengumuman pencabutan izin.
“Karena ada izin IUP (Izin Usaha Pertambangan)-nya atau perjanjian kontrak karya pertambangannya, dengan izin lingkungan Amdal (analisis dampak lingkungan)-nya dan IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan). Dan saya sudah melakukan koordinasi teknis dengan Menteri Lingkungan, Pak Hanif, ya,” kata Bahlil.
Ia memperkirakan pembahasan lanjutan membutuhkan waktu satu hingga dua hari. Hasilnya akan diumumkan setelah ada kepastian.
“Kalau memang ada masalah, harus ada sanksi. Tapi kalau tidak ada masalah, jangan juga kita memberikan sanksi kepada yang tidak berhak mendapat sanksi,” kata Bahlil.
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan pada 20 Januari 2026 mengumumkan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang dinilai melanggar ketentuan. Nama Agincourt termasuk dalam daftar tersebut.
Baca juga: Purbaya soal Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe: Kami Bukan Anti Pertambangan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pencabutan merujuk hasil audit lingkungan di tiga wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Beberapa hari kemudian, pada 28 Januari, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyampaikan rencana pengambilalihan operasional tambang Martabe oleh Perminas, BUMN baru di sektor mineral.
Presiden Prabowo Subianto pada 11 Februari meminta jajaran pemerintah bersikap proporsional terhadap pengusaha yang izinnya masih ditinjau, termasuk izin tambang Martabe.
Tag: #bahlil #janji #umumkan #nasib #tambang #martabe #pekan #depan