Misbakhun Sebut Prabowo Baca KEM-PPKF Bukan karena Rupiah dan IHSG Melemah
Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun saat ditemui dk Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
09:42
20 Mei 2026

Misbakhun Sebut Prabowo Baca KEM-PPKF Bukan karena Rupiah dan IHSG Melemah

- Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun menyatakan keputusan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 tidak disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan rupiah itu membuat Bapak Presiden harus membacakan sendiri KEM-PPKF,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Misbakhun, penyampaian langsung KEM-PPKF oleh presiden tidak bisa dikaitkan hanya dengan satu indikator ekonomi, termasuk kurs rupiah maupun kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca juga: Segera Pecah Tradisi, Prabowo Bakal Sampaikan KEM-PPKF di DPR Hari Ini

Dia pun meminta publik tidak menarik kesimpulan bahwa pidato ekonomi Prabowo di DPR RI merupakan respons atas gejolak pasar keuangan.

“Menurut saya jangan ditarik soal situasi IHSG dan pelemahan rupiah itu dalam urusan KEM-PPKF,” tegas dia.

Misbakhun menjelaskan, nilai tukar rupiah hanya satu dari sekian banyak parameter dalam kerangka ekonomi makro yang dibahas pemerintah dan DPR dalam KEM-PPKF.

Baca juga: Rupiah Pagi Masih Melemah, IHSG Merah

Selain kurs rupiah, pembahasan juga mencakup target pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), hingga produksi dan lifting minyak serta gas.

“Nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam kerangka ekonomi makro kita. Di dalam asumsi makroekonomi kita itu ada banyak parameter, nilai tukar itu hanya salah satu,” kata Misbakhun.

“Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan tidak ada di sana dibicarakan,” lanjut dia.

KEM-PPKF titik awal RAPBN 2027

Misbakhun mengatakan, KEM-PPKF adalah dokumen besar yang menjadi titik awal pembahasan RAPBN 2027.

Dalam dokumen itu, pemerintah mulai menyusun arah kebijakan ekonomi nasional melalui berbagai asumsi dasar ekonomi makro.

“Di KEM-PPKF itu kita akan membicarakan secara makro kerangka ekonomi kita di tahun 2027 itu akan dimulai seperti apa,” ungkap Misbakhun.

Menurut dia, keputusan Prabowo menyampaikan langsung KEM-PPKF justru menunjukkan perhatian serius presiden terhadap pengelolaan APBN.

“Saya melihat bahwa ada sebuah concern yang serius dari Bapak Presiden bahwa APBN itu mulai dari awal itu menjadi sebuah policy yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas yang harus dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Akan Pidato KEM-PPKF RAPBN di DPR, Purbaya: Ini Sejarah!

Sebentar lagi, Prabowo menghadiri rapat paripurna DPR RI pada Rabu hari ini untuk menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027.

Jika terlaksana, Prabowo akan menjadi presiden pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan DPR RI.

Rapat paripurna tersebut juga akan membahas evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2026 serta mendengarkan pandangan fraksi-fraksi terkait RUU Polri usul inisiatif Komisi III DPR.

Tag:  #misbakhun #sebut #prabowo #baca #ppkf #bukan #karena #rupiah #ihsg #melemah

KOMENTAR