Progres Frenkie de Jong: dari Krisis Indentitas jadi Kapten Barcelona
Perkembangan Frenkie de Jong di raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, telah mencapai babak baru yang krusial pada awal tahun 2026 ini.
Dari seorang pemain yang sempat diragukan masa depannya akibat krisis finansial klub, kini Frenkie de Jong telah menjelma menjadi sosok wakil kapten yang penting bagi tim.
Perjalanan Frenkie de Jong untuk menjadi pemimpin di ruang ganti tidaklah terjadi dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan rintangan dan tekanan.
Sempat berada di ambang pintu keluar klub, ia kini membuktikan diri sebagai elemen tak tergantikan dalam sistem permainan Hansi Flick, sekaligus menjadi pilar stabilitas bagi tim dalam persaingan ketat di LaLiga.
Sejak didatangkan dari Ajax pada 7 Januari 2019, De Jong memikul ekspektasi besar untuk menjadi suksesor Sergio Busquets.
Namun, situasi klub yang tidak menentu pasca-kepergian Lionel Messi membuatnya sempat terjebak dalam ketidakpastian peran di lini tengah.
Krisis finansial yang melanda institusi sempat menempatkan dirinya sebagai aset mewah yang siap dilego demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Puncak tekanan terjadi pada musim panas 2022, saat namanya terus dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester United.
Meski struktur gajinya menjadi konsumsi publik dan tekanan untuk hengkang begitu besar, pemain asal Belanda ini tetap teguh pada pendiriannya untuk bertahan.
Ia memilih untuk berjuang merebut hati para penggemar yang saat itu mulai meragukan komitmennya.
Bangkit dari Cedera dan Peran Vital di Bawah Hansi Flick
Ujian berat kembali menghampiri saat cedera pergelangan kaki kanan yang dialaminya pada April 2024 memaksanya absen cukup lama, termasuk melewatkan ajang Euro 2024.
Di tengah kemunculan talenta muda seperti Marc Casado yang mulai mendapat tempat, De Jong justru menunjukkan semangat pantang menyerah untuk merebut kembali posisinya.
Reaksi Frenkie de Jong saat Barcelona menghadapi Real Sociedad. Bertandang ke markas Real Sociedad, pasukan Hansi Flick takluk 1-2 pada laga pekan ke-20 Liga Spanyol Real Sociedad vs Barcelona, Senin (19/12/2026) dini hari WIB.
Kehadirannya kembali pada awal 2025 menjadi kunci perubahan permainan tim.
Kini, ia membentuk kemitraan yang harmonis dengan Pedri di lini tengah.
Peran De Jong sebagai penstabil membuat Pedri leluasa bergerak di area sepertiga akhir lapangan tanpa khawatir akan celah di lini pertahanan.
Sinergi ini memberikan kenyamanan bagi lini belakang untuk menjaga garis pertahanan tinggi, karena De Jong memiliki kemampuan cerdas dalam memotong transisi lawan sebelum bahaya dimulai.
Protes di Tengah Kontroversi Wasit
Karakter kepemimpinannya semakin teruji saat Barcelona menelan kekalahan tipis 1-2 dari Real Sociedad pada 18 Januari.
Pertandingan tersebut diwarnai kontroversi wasit Gil Manzano yang menganulir gol Lamine Yamal.
Sebagai salah satu pemimpin tim, De Jong tampil berani menghadapi awak media untuk mempertanyakan objektivitas keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Meskipun gaya kepemimpinannya tidak meledak-ledak seperti Carles Puyol, pengaruh teknis dan ketenangannya dalam mengelola kekalahan menunjukkan bahwa ia adalah jangkar mental yang dibutuhkan tim saat ini.
Terlebih, dengan kapten pertama, Marc-Andre ter Stegen yang pindah ke Girona serta kapten kedua yang minim menit bermain, tanggung jawab besar kini berada sepenuhnya di pundak Frenkie de Jong.
Tag: #progres #frenkie #jong #dari #krisis #indentitas #jadi #kapten #barcelona