Bung Kusnaeni Apresiasi Respek John Herdman untuk Timnas Indonesia
- Langkah pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk lama menetap di Indonesia bersama keluarganya dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan membangun sepak bola nasional.
Bukan hanya soal teknis kepelatihan, keputusan tersebut dibaca sebagai bentuk penghormatan terhadap kultur dan fanatisme sepak bola Indonesia.
Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menyebut pilihan pelatih asal Inggris itu berbeda dari kebiasaan pelatih asing sebelumnya yang cenderung menjadikan Indonesia sebatas tempat kerja.
“Itu yang saya apresiasi dia datang ke Indonesia bersama keluarga. Itu menunjukkan respek juga kepada Timnas Indonesia bahwa dia tahu bahwa negara ini negara besar dengan 280 juta lebih penduduk," ujar pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu kepada Kompas.com.
"Di mana 90% itu gila bola, mendukung timnas Indonesia itu bukan dengan fisik tapi dengan hati,” imbuhnya.
Selain itu ia melihat John Herdman memahami bahwa Timnas Indonesia bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang ikatan emosional dengan publik.
“Dia menyadari itu dan pasti sudah ngobrol sama pemain timnas indonesia dan mendapat masukan soal fanatisme superter indonesia."
"Itu ditunjukkan dia saat sesi pertama dengan media membawa keluarga,” ujarnya lagi.
Kusnaeni berharap pendekatan tersebut bukan sekadar simbol di awal masa jabatan, tetapi di berbagai kegiatan selanjutnya.
Tinggal di Indonesia Dinilai Krusial
Lebih jauh, pengamat yang juga jurnalis olahraga senior itu menilai keberadaan pelatih kepala di Indonesia memiliki dampak penting dalam membaca potensi pemain lokal secara lebih akurat.
“Ya bolak-balik kembali ke negara asal itu normal, tapi lebih banyak tinggal di indonesia itu penting untuk melihat kemampuan pemain yang ada,” kata Mohamad Kusnaeni.
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, saat menghadiri drawing atau undian ASEAN Championship 2026 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Sebab, menurutnya memahami sepak bola Indonesia tidak cukup hanya dari statistik dan tayangan pertandingan saja.
“Dia harus mau mengetahui budaya sepak bola Indonesia sampai di level apa harus banyak melihat dan merasakan, ya pahit-pahitnya harus tahulah bukan hanya manis-manisnya saja,” tuturnya menambahkan.
Tidak Bisa Pantau Semua Laga
Kendati demikian, Mohamad Kusnaeni juga memberikan pemahaman bahwa proses pemantauan juga punya keterbatasan.
“Jadi gini, tidak semua laga bisa dilihat, itu secara teoretis waktunya tidak cukup,” ucap pengamat yang juga salah satu anggota Dewan Pengawas LPP Radio Republik Indonesia periode 2021-2026.
Ia menjelaskan bahwa sistem pemantauan pemain selama ini telah berjalan melalui mekanisme internal.
“Selama ini memantau melalui tim pemandu bakatnya, sudah menyusun pemain yang sudah pernah dipanggil siapa saja dan yang pernah masuk dalam radar pelatih siapa saja,” imbuhnya.
Meski begitu, ia mengatakan kehadiran langsung pelatih timnas Indonesia di lapangan memantau kompetisi tetap penting, meski tidak mungkin dilakukan sepenuhnya.
“Kita sadar tidak semua bisa dilakukannya secara personal, apalagi kan sejauh ini hanya membawa satu asiten, pelatih fisik kalau pelatih yang sebelumnya kan banyak sekali,” pungkas Mohamad Kusnaeni.
Tag: #bung #kusnaeni #apresiasi #respek #john #herdman #untuk #timnas #indonesia