Maroko Tempuh Jalur Hukum Soal Aksi Boikot Senegal di Final Piala Afrika 2025
Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.(AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT)
05:36
20 Januari 2026

Maroko Tempuh Jalur Hukum Soal Aksi Boikot Senegal di Final Piala Afrika 2025

Hasil final Piala Afrika 2025 memastikan Senegal keluar sebagai juara usai mengandaskan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0.

Namun, pertandingan Senegal vs Maroko yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB diwarnai aksi boikot Sadio Mane dkk.

Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung ketat sejak awal laga hingga puncaknya pada menit akhir babak kedua saat wasit menunjuk titik putih untuk tim tuan rumah.

Wasit Jean-Jacques Ndala Ngambo memberikan hadiah penalti kepada Maroko setelah VAR menganggap El Hadji Diouf melakukan pelanggaran dengan mendorong Brahim Diaz di dalam kotak penalti.

Keputusan tersebut mendapat protes keras dari para pemain Senegal yang berujung pada aksi boikot yang diminta oleh pelatih Pape Thiaw.

Sejumlah pemain akhirnya mengikuti arahan Thiaw dan berjalan menuju lorong dan menolak melanjutkan pertandingan.

Hanya Sadio Mane yang tetap berdiri di atas lapangan dan enggan berjalan memasuki terowongan ke ruang ganti.

Meski pada akhirnya Edouard Mendy mampu menggagalkan penalti Brahim Diaz, aksi tersebut nyatanya banyak mendapat kecaman karena dianggap mencederai sportivitas.

Para pemain Senegal mengangkat kapten Sadio Mane saat merayakan kemenangan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika 2025 melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.AFP/FRANCK FIFE Para pemain Senegal mengangkat kapten Sadio Mane saat merayakan kemenangan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika 2025 melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.

Maroko Siap Tempuh Jalur Hukum

Mengutip dari Sky News, para petinggi sepak bola Maroko akan mengambil tindakan hukum untuk meminta FIFA dan CAF untuk memutuskan hasil akhir laga final Piala Afrika 2025 yang kontroversial.

Melalui sebuah pernyataan pada Senin (19/1/2026), Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) akan "menempuh tindakan hukum dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Mereka menuntut pihak terkait untuk memberikan sikap atas aksi boikot Senegal serta peristiwa seputar keputusan ini, menyusul pemberian penalti oleh wasit yang dianggap benar oleh semua ahli.

Pernyataan Federasi Sepak Bola Maroko menilai jika aksi mogok tersebut "memiliki dampak signifikan pada jalannya pertandingan dan pada performa para pemain".

FRMF juga mengucapkan terima kasih kepada publik Maroko atas kesetiaan dan dukungan mereka serta kepada "semua orang yang telah berkontribusi pada kesuksesan kompetisi kontinental ini".

Menanggapi hal ini, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengatakan jika mereka "sedang meninjau semua rekaman" dan akan merujuk masalah ini kepada "badan-badan yang berwenang" untuk mengambil "tindakan yang tepat" terhadap mereka yang terbukti bersalah.

Permintaan Maaf Pelatih Senegal

Seusai pertandingan, pelatih Senegal Pape Thiaw yang dianggap sebagai "provokator" aksi boikot akhirnya buka suara.

Thiaw meminta maaf setelah pertandingan, dan mengaku salah dengan aksi tersebut setelah merenungkannya.

"Setelah merenungkannya, saya membuat mereka kembali (ke lapangan) - Anda bisa bereaksi dalam situasi yang panas," ujarnya kepada beIN Sports.

"Kami menerima kesalahan wasit. Seharusnya kami tidak melakukannya, tetapi sudah terjadi dan sekarang kami menyampaikan permintaan maaf kami kepada dunia sepak bola."

Pelatih kepala Maroko, Walid Regragui, sempat mengkritik Thiaw karena memimpin aksi protes Senegal dengan meninggalkan lapangan, dan mengatakan bahwa itu adalah citra yang "memalukan" bagi Afrika.

"Seorang pelatih yang meminta pemainnya untuk meninggalkan lapangan. Apa yang dilakukan Pape tidak menghormati Afrika. Thiaw tidak berkelas," tuturnya.

Tag:  #maroko #tempuh #jalur #hukum #soal #aksi #boikot #senegal #final #piala #afrika #2025

KOMENTAR