Pelatih Maroko soal Panenka Brahim Diaz: Sepak Bola Terkadang Kejam
Brahim Diaz terlihat sedih setelah pertandingan sepak bola final Piala Afrika (CAN) antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026. (Foto oleh SEBASTIEN BOZON / AFP)(AFP/SEBASTIEN BOZON)
15:33
19 Januari 2026

Pelatih Maroko soal Panenka Brahim Diaz: Sepak Bola Terkadang Kejam

- Pelatih Maroko, Walid Regragui, mengomentari tendangan penalti panenka Brahim Diaz yang gagal di final Piala Afrika 2025. Sepak bola terkadang kejam

Maroko gagal memastikan akhir manis di turnamen Piala Afrika 2025. Pada laga final yang berlangsung dramatis, Maroko yang merupakan tuan rumah harus menangis.

Skor 1-0 menjadi hasil Senegal vs Maroko, final Piala Afrika 2025 yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Minggu (18/1/2026) atau Senin dini hari WIB.

Senegal menang berkat gol semata wayang Pape Gueye (94) pada babak pertama extra time.

Perpanjangan waktu mesti dilakukan setelah kedua tim berbagi skor sama kuat 0-0 selama 90 menit berduel.

Maroko sejatinya punya kans besar untuk menutup laga dengan kemenangan di waktu normal.

Pada masa injury time, Maroko mendapatkan hadiah penalti dari wasit usai Brahim Diaz dilanggar di kotak 16 meter.

Brahim Diaz lalu maju sebagai algojo. Namun, kenyataan pahit harus diterima Maroko.

Bola sepakan panenka Brahim Diaz dengan mudah dibaca dan ditangkap oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.

“Sepak bola terkadang kejam dan hari ini kami kalah," tutur pelatih Maroko, Walid Regragui dilansir dari France 24.

"Kami tahu bahwa di partai final Anda hanya mendapat sedikit peluang dan harus memanfaatkannya,” kata Regragui.

Walid Regragui lantas mengomentari kegagalan Brahim Diaz memaksimalkan hadiah penalti di pengujung waktu normal.

“Penalti di detik-detik terakhir itu sebenarnya bisa mengantarkan kami meraih gelar, tetapi memang bukan rezeki kami."

"Kami bisa membicarakannya berjam-jam, namun saya berharap skuad ini bisa kembali dengan lebih kuat," tutur pelatih berkepala plontos itu.

Maroko pun harus kembali gagal di partai final. Kali terakhir mereka bermain di partai puncak Piala Afrika adalah pada 2004 ketika kalah dari Tunisia.

“Sekarang kami tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa mencapai final, kami tidak pernah mencapainya selama 22 tahun."

“Kami telah menyia-nyiakan kesempatan seumur hidup,” ujar Regragui yang jadi bagian Tim Maroko yang kalah di final 2004.

Tag:  #pelatih #maroko #soal #panenka #brahim #diaz #sepak #bola #terkadang #kejam

KOMENTAR