Cesar Meylan Gabung Timnas Indonesia, Pengamat Sebut Fisik Kembali Jadi Senjata Utama
- Di sepak bola modern, taktik bisa berubah dan strategi bisa disesuaikan. Namun satu hal kerap menjadi penentu yaitu fisik. Tanpa daya tahan dan kekuatan, gagasan sehebat apa pun akan runtuh di menit-menit akhir suatu laga.
Kesadaran inilah yang kembali mengemuka seiring langkah PSSI memperkuat fondasi performa timnas Indonesia dengan menunjuk Cesar Meylan, PhD, CPSS, CSCS sebagai asisten pelatih fisik mendampingi John Herdman.
Ini bukan sekadar penambahan staf kepelatihan tetapi sinyal bahwa aspek fisik kembali ditempatkan sebagai pilar utama dalam pembangunan timnas Indonesia.
Fisik sebagai Identitas yang Pernah Menguatkan Garuda
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, melihat kedatangan pelatih fisik kelas dunia sebagai langkah sangat signifikan bagi timnas Indonesia.
“Ngomongin soal fisik dengan kedatangan pelatih fisik yang selalu menemani John Herdman di sepak bola putri dan putra timnas Kanada rasa-rasanya merupakan sebuah hal yang sangat signifikan buat kita," ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com
"Kenapa? Karena kalau mengacu pada apa yang telah dilakukan Shin Tae-yong saat memimpin timnas Indonesia dari segala macam usia kelompok umur yang kentara sekali adalah fisik,” imbuhnya.
Menurutnya, era tersebut membentuk karakter tim yang sanggup bertahan dalam intensitas tinggi.
Kondisi yang bukan sekadar narasi, melainkan tercermin langsung di lapangan.
“Bahwa secara fisik kita bugar, yang sangat baik sekali hingga 90 menit bahkan 120 menit,” ujarnya lagi.
Ketika Daya Tahan Menjadi Pembeda
Seperti contoh nyata saat final SEA Games 2023, Indonesia dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu oleh Thailand, tetapi tidak kehilangan tenaga.
“Tim kita tidak keteteran di tambahan waktu 2 kali 15 menit, bahkan Thailand keteteran karena fisik kita luar biasa,” kata Gita Suwondo.
Meski pada gelaran tersebut sang pelatih asal Korea Selatan tidak langsung menangani tim, ia menegaskan fondasi fisik para pemain merupakan hasil pembinaan STY.
“Pemain-pemainnya merupakan didikan Shin Tae-yong yang digunakan oleh Indra Sjafri untuk timnas SEA Games 2023 dan menjadi juara,” sambungnya.
Timnas Indonesia. Peringkat FIFA terbaru.
Selain itu keunggulan fisik juga yang menjadi modal Indonesia tampil impresif di Piala Asia U23 2024.
“Kelihatan sekali kita mengalahkan Korea Selatan di perempat final Piala Asia U23, di mana kita lolos sampai semifinal dan hampir ke Olimpiade itu juga fisik bermain hampir 120 menit tidak kelihatan lelah walaupun sampai adu penalti,” tuturnya.
Sayang, ia melihat karakter tersebut sempat hilang pada periode Timnas Indonesia berikutnya saat ditangani Patrick kluivert dan jajaran pelatihnya yang disebut sebagai jajaran pelatih terbaik yang dimiliki Indonesia.
Sehingga Gita Suwondo menilai kembalinya fokus pada fisik merupakan langkah yang tepat, sebagai upaya mengembalikan fokus pada fisik merupakan kebutuhan mendesak.
“Nah sekarang coba di jajaki lagi, memang yang paling penting itu fisik karena saat harus bersaing dengan lawan-lawan yang lebih kuat, ya kekuatan fisik yang menjadi kekuatan kita,” ujar mantan jurnalis senior olahraga itu.
Ia pun mencontohkan timnas Vietnam sebagai negara yang konsisten menjaga kekuatan fisik pemainnya di bawah asuhan pelatih Park Hang-seo.
“Karena apa yang dilakukan pelatih asal Korea itu adalah menekankan fisik disamping kemampuan individu para pemain masing-masing,” imbuhnya.
Untuk itu baginya, ada tiga elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam sepak bola dan menentukan kekuatan sebuah tim.
“Jadi kemampuan individu, kerjasama tim dan fisik yang sangat membuat tim sepak bola itu bicara banyak,” pungkas Gita Suwondo.
Pemain Timnas U22 Indonesia Ivar Jenner (kiri) menguasai bola dengan dibayangi pesepak bola Timnas U22 Mali Hamidou Makalou (kanan) pada laga uji coba FIFA Match Day di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Cesar Meylan dan Standar Performa Dunia
Cesar Meylan bukan nama sembarangan. Ia dikenal sebagai ilmuwan olahraga dan pelatih strength & conditioning berkelas Olimpiade.
Dengan gelar doktor di bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru, ia membawa pendekatan berbasis sains, data, dan integrasi medis.
Rekam jejaknya mencakup peran strategis di Toronto FC serta Canada Soccer (PSSI-nya Kanada).
Ia menjadi bagian penting dari sejarah emas sepak bola Kanada, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2021 dan kelolosan Timnas Putra Kanada ke Piala Dunia FIFA 2022.
Kehadirannya menandai upaya PSSI membangun timnas Indonesia yang lebih tahan banting, siap bermain dalam tempo tinggi, dan mampu menjaga konsistensi performa di level internasional.
Tag: #cesar #meylan #gabung #timnas #indonesia #pengamat #sebut #fisik #kembali #jadi #senjata #utama