AFC Soroti Skandal Naturalisasi, Malaysia Terancam Dikucilkan Jika Kalah di CAS
AFC melayangkan peringatan serius kepada sepak bola Malaysia menyusul mencuatnya kasus pemalsuan dokumen pemain dalam program naturalisasi yang menyeret Timnas Malaysia.
Persoalan ini dinilai berpotensi berdampak luas, termasuk ancaman pengucilan dari kompetisi internasional jika proses banding berujung penolakan di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Sebelumnya, AFC mencatat bahwa FIFA telah lebih dulu menjatuhkan sanksi tegas terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait penggunaan tujuh pemain naturalisasi ilegal oleh Timnas Malaysia.
Ketujuh pemain tersebut terbukti tampil dalam laga kemenangan Malaysia atas Vietnam dengan skor 4-0 pada 10 Juni 2025.
FIFA menghukum FAM dengan denda sebesar Rp7,3 miliar akibat pelanggaran regulasi Naturalisasi.
Sementara itu, tujuh pemain ilegal Timnas Malaysia diganjar larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan serta denda masing-masing Rp41 juta.
Tak berhenti di situ, Komite Banding FIFA juga menolak upaya banding yang diajukan FAM.
FIFA bahkan menganulir hasil tiga laga uji coba Timnas Malaysia yang melibatkan para pemain ilegal tersebut dan menetapkannya sebagai kekalahan 0-3.
Merespons keputusan tersebut, FAM kembali melanjutkan langkah hukum dengan mengajukan banding ke CAS.
Namun, langkah ini berisiko memunculkan sanksi tambahan jika kembali berujung penolakan.
Ancaman Skors dan Pengucilan dari Kompetisi Internasional
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menegaskan bahwa FIFA memiliki kewenangan untuk menjatuhkan hukuman lebih berat apabila banding FAM di CAS tidak dikabulkan.
Sanksi tambahan itu berpotensi berupa skors terhadap FAM.
“Jika FAM diskors, aktivitas sepak bola akan terbatas di Malaysia," ujar Datuk Seri Windsor Paul John dikutip dari Scoop Malaysia, Sabtu (10/1/2026).
"Klub tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi AFC apa pun, termasuk AFC Champions League Elite (ACLE) dan AFC Champions League Two (ACL2)," lanjutnya.
Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) siap mengajukan banding setelah FIFA merilis bukti bahwa FAM memalsukan dokumen pemain naturalisasi
Dengan skors tersebut, slot wakil Malaysia di ajang AFC Champions League Elite dan AFC Champions League Two otomatis dicabut.
Dampaknya tidak hanya menyasar klub, tetapi juga seluruh aktivitas internasional Timnas Malaysia.
Dampak Meluas
Windsor menekankan bahwa pengaruh sanksi tidak terbatas pada level senior.
Seluruh Timnas Malaysia dari kelompok usia junior hingga senior tidak diperbolehkan menggelar laga uji coba internasional.
“Jika FAM diskors, aktivitas sepak bola akan terbatas di Malaysia," ujar Windsor John.
"Klub tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi AFC apa pun, termasuk AFC Champions League Elite (ACLE) dan AFC Champions League Two (ACL2)."
“Slot mereka di turnamen-turnamen ini akan dicabut."
"Bahkan pertandingan persahabatan yang melibatkan tim nasional dari tingkat junior hingga senior pun tidak akan diizinkan."
"Wasit dan ofisial juga akan dilarang memimpin pertandingan di luar negeri,” lanjutnya.
Potensi Pengambilalihan oleh FIFA dan AFC
Lebih jauh, Windsor mengungkapkan bahwa FIFA dan AFC berhak mengambil alih pengelolaan sepak bola Malaysia apabila FAM benar-benar dijatuhi sanksi berat.
Situasi serupa pernah terjadi di sejumlah negara seperti Indonesia, Timor Leste, Kuwait, dan Brunei.
“FIFA dapat menunjuk sebuah komite yang terdiri dari lima orang, yang bertindak sebagai badan eksekutif," ujar Windsor.
"Mereka akan bekerja penuh waktu, dibayar oleh FIFA, dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh FIFA dan AFC."
"Masa tugas mereka bisa tiga, enam, atau sembilan bulan — atau lebih lama — tergantung pada pekerjaan yang dibutuhkan untuk menstabilkan asosiasi,” lanjutnya.
Tag: #soroti #skandal #naturalisasi #malaysia #terancam #dikucilkan #jika #kalah