Etihad Raup Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 11,9 Triliun
Pesawat Boeing 787-9 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.(WIKIMEDIA COMMONS/ACROTERION)
08:20
25 Februari 2026

Etihad Raup Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 11,9 Triliun

Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways, mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada 2025.

Dalam laporan kinerja tahunan Etihad, dikutip pada Rabu (25/2/2026), maskapai penerbangan yang berpusat di Abu Dhabi ini membukukan laba setelah pajak sebesar 2,6 miliar dirham UEA, setara sekitar Rp 11,91 triliun (asumsi kurs Rp 4.581 per dirham UEA).

Capaian tersebut meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menandai tahun keempat berturut-turut perusahaan mencatatkan profitabilitas sejak menjalankan strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Ribuan Penerbangan di AS Dibatalkan usai Badai Salju Lumpuhkan Pantai Timur

Pesawat Boeing 777 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.WIKIMEDIA COMMONS/MD SHAIFUZZAMAN AYON Pesawat Boeing 777 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.

Total pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai 30,7 miliar dirham atau sekitar Rp 140,67 triliun, naik 21 persen secara tahunan.

Pendapatan dari bisnis penumpang menjadi kontributor terbesar, yakni 25,8 miliar dirham atau sekitar Rp 118,19 triliun, tumbuh 24 persen dibandingkan 2024.

Sementara itu, pendapatan kargo tercatat sebesar 4,5 miliar dirham atau sekitar Rp 20,61 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 6,3 miliar dirham, setara kurang lebih Rp 28,86 triliun.

Margin laba bersih perusahaan tercatat 8,4 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata margin industri penerbangan global yang diproyeksikan sebesar 3,9 persen menurut data Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Operator Hentikan Penerbangan di Papua demi Keamanan Tak Akan Disanksi

Chief Executive Officer Etihad Airways, Antonoaldo Neves, menyatakan 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi perusahaan.

“Tahun 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi Etihad, dengan memberikan kinerja terkuat kami di setiap metrik utama dan menandai tahun keempat berturut-turut kami meraih keuntungan," jelas Neves dalam keterangan resmi.

Etihad Airways.KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTRA Etihad Airways.

"Hasil ini menegaskan bahwa strategi kami berhasil, tumbuh secara berkelanjutan, memperkuat posisi keuangan kami, dan terus memberikan pengalaman berkualitas tinggi bagi para tamu kami,” imbuh dia.

Neves menambahkan, strategi perusahaan difokuskan pada pertumbuhan yang berkelanjutan, penguatan posisi keuangan, serta peningkatan kualitas layanan.

Baca juga: Pentingnya Memahami Hak dan Kewajiban Penumpang dalam Penerbangan

Sementara itu, Chairman Etihad Airways, Mohammed Ali Al Shorafa, menyebut pencapaian tersebut sebagai cerminan dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Kinerja Etihad yang mencetak rekor pada tahun 2025 mencerminkan kekuatan strategi jangka panjangnya dan kualitas pelaksanaan yang diberikan oleh kepemimpinan dan para karyawannya," tutur Al Shorafa.

Ia mengungkapkan, aebagai maskapai penerbangan nasional UEA, Etihad memainkan peran sentral dalam memajukan konektivitas global Abu Dhabi, pertumbuhan pariwisata, dan diversifikasi ekonomi.

Pertumbuhan penumpang dan ekspansi armada

Sepanjang 2025, Etihad mengangkut 22,4 juta penumpang, meningkat 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Kemenhub dan IATA Sepakati Kerja Sama Pengembangan Penerbangan Sipil

Tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 88,3 persen, mencerminkan permintaan perjalanan yang tetap kuat di seluruh jaringan rute maskapai.

Kapasitas perusahaan juga meningkat signifikan, dengan Available Seat Kilometres (ASK) mencapai 111,5 miliar.

Pertumbuhan kapasitas tersebut ditopang oleh penambahan 29 pesawat baru, sehingga total armada Etihad menjadi 127 pesawat, terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Ekspansi armada tersebut mencakup pesawat dari produsen global seperti Boeing dan Airbus, termasuk pengoperasian kembali pesawat berbadan lebar untuk rute jarak jauh tertentu.

Baca juga: Penerbangan Jakarta-Denpasar Jadi Rute Terpadat Selama Libur Nataru

Pesawat Airbus A380 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.WIKIMEDIA COMMONS/DAHUZYBRU Pesawat Airbus A380 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.

Seiring pertumbuhan armada, jaringan destinasi Etihad juga bertambah dari 94 menjadi 110 destinasi di berbagai kawasan dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara.

Kinerja kargo dan kerja sama strategis

Di segmen kargo, volume angkutan meningkat 9 persen menjadi lebih dari 700.000 leg tonnes. Perusahaan menyebutkan bahwa kinerja tersebut diperkuat oleh kerja sama usaha patungan dengan perusahaan logistik asal China, SF Express.

Melalui kolaborasi tersebut, Etihad menjadi operator kargo terbesar antara daratan utama China dan Timur Tengah, dengan lebih dari 100 layanan bulanan di rute tersebut.

Bisnis kargo menjadi salah satu penopang stabilitas pendapatan perusahaan, terutama di tengah dinamika perdagangan global dan fluktuasi permintaan logistik udara.

Baca juga: Penerbangan Kerap Dialihkan Saat Cuaca Buruk, Pakar: Keselamatan Diutamakan dan Pentingnya Transparansi ke Penumpang

Arus kas dan penguatan posisi keuangan

Dari sisi neraca keuangan, Etihad mencatat arus kas dari operasi hampir 8,0 miliar dirham, setara sekitar Rp 36,65 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendanai belanja modal (capital expenditure) serta mengurangi beban utang perusahaan.

Maskapai juga memperoleh dua peningkatan peringkat kredit berturut-turut dari Fitch Ratings, sehingga peringkatnya mencapai AA-, yang disebut sebagai salah satu level tertinggi di antara maskapai global.

Penguatan posisi keuangan ini terjadi di tengah tantangan industri penerbangan global, termasuk tekanan biaya operasional dan kendala rantai pasok pesawat.

Investasi pada pengalaman pelanggan

Selain ekspansi kapasitas dan penguatan keuangan, Etihad menyebut investasi pada pengalaman pelanggan sebagai salah satu faktor kunci pertumbuhan.

Baca juga: Susi Air Mulai Layani Penerbangan Perintis Korwil Gorontalo

Ilustrasi pesawat Etihad Airways.Dok. Unsplash/Fabian Joy Ilustrasi pesawat Etihad Airways.

Sepanjang 2025, maskapai ini meraih lebih dari 25 penghargaan internasional yang mencakup kategori layanan pelanggan, keselamatan, serta pengalaman perjalanan.

Perusahaan juga mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) sebesar 10 persen secara tahunan.

Perbaikan pengalaman pelanggan dilakukan melalui peningkatan layanan kabin premium, penyempurnaan layanan darat, serta optimalisasi platform digital.

Peran terhadap ekonomi Abu Dhabi

Sebagai maskapai nasional, Etihad berperan dalam memperkuat konektivitas global Abu Dhabi dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta diversifikasi ekonomi Uni Emirat Arab.

Baca juga: 10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu di Dunia Sepanjang 2025

Perusahaan menyebut, pertumbuhan lalu lintas penumpangnya menyumbang sekitar 50 persen dari total pertumbuhan lalu lintas udara di Uni Emirat Arab sepanjang 2025.

Peningkatan jumlah penumpang transit dan wisatawan internasional turut memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, ritel, serta layanan pendukung pariwisata lainnya.

Kinerja Etihad di tengah dinamika industri penerbangan global

Pertumbuhan Etihad pada 2025 terjadi di tengah dinamika industri penerbangan global yang masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk fluktuasi harga bahan bakar dan keterlambatan pengiriman pesawat.

Laporan Reuters mencatat, ekspansi armada dan jaringan menjadi faktor utama yang menopang lonjakan laba Etihad tahun lalu.

Baca juga: INACA Sebut Penerbangan 2025 Merosot, Minta “Political Will” Presiden

Dengan margin laba bersih 8,4 persen, kinerja Etihad berada di atas rata-rata industri global yang diproyeksikan oleh IATA sebesar 3,9 persen.

Sepanjang 2025, kombinasi pertumbuhan penumpang, ekspansi jaringan, peningkatan kapasitas armada, serta penguatan posisi keuangan mendorong Etihad mencatatkan rekor kinerja tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Data resmi menunjukkan peningkatan signifikan di hampir seluruh indikator utama, mulai dari pendapatan, laba, arus kas, hingga kapasitas operasional.

Tag:  #etihad #raup #laba #tertinggi #sepanjang #sejarah #tembus #triliun

KOMENTAR