Stadion Kanjuruhan Jadi Angker bagi Arema FC, Tuan Rumah Terjerat Rekor Buruk
- Arema FC menutup 2025 dengan rasa pahit setelah gagal memutus rekor buruk musim ini Super league 2025-2026 saat bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan kepanjen, Kabupaten Malang.
Arema FC baru saja kembali mengalami kekalahan tipis, 1-0 dari Persita Tangerang pada laga tunda pekan ke-8, Selasa (30/12/2025) sore.
Hasil ini semakin menegaskan rapuhnya performa tim di kandang sendiri.
Selain itu stadion yang berada di Jalan Trunojoyo tersebut sudah tidak lagi menjadi tempat angker menakutkan bagi tim tamu pada musim ini.
Pada laga melawan Persita, pelatih Arema FC, Marcos Santos menilai, sejatinya tim bermain lebih dominan, meski kegagalan mengontrol transisi lawan justru berbuah petaka di menit-menit akhir.
“Kalau dalam situasi seperti tadi, kami harus kontrol pertandingan, kami kuasai bola 70 persen. Tapi transisi lawan yang harusnya di-stop justru berbuah satu gol,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Apalagi, situasi pertandingan sebenarnya berpihak kepada Arema FC, sebab lawan harus bermain dengan 10 pemain setelah Andrean Rindorindo diganjar kartu merah pada menit ke-69.
Arema pun meningkatkan intensitas serangan, namun keunggulan jumlah pemain tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.
Dari 19 percobaan yang dilepaskan, hanya lima mengarah tepat ke gawang yang dijaga Igor Rodriguesita dan semuanya gagal dimaksimalkan.
Sebaliknya, Arema FC justru dikejutkan oleh serangan balik cepat Persita yang berbuah gol lewat sepakan Aleksa Andrejic di injury time babak kedua.
“Padahal pemain telah kerja keras, tapi mereka harus lebih siap untuk memaksimalkan peluang,” ujar Marcos Santos.
“Kalau kalah kita tidak bisa ke atas klasemen, ke depannya kita harus lebih siap,” imbuhnya.
Aksi pemain Arema FC, Valdeci Moreira, kontra bek Persita Tangerang, Zalnando, pada pertandingan terakhir rentetan laga tunda pekan ke-8 Super League 2025-2026 bergulir di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, pada Selasa (30/12/2025).
Tekanan Mental di Kandang yang Tak Lagi Bersahabat
Kini kekalahan dari Persita semakin menegaskan perubahan wajah Stadion Kanjuruhan pada musim ini.
Dalam enam laga kandang beruntun, Arema FC tidak pernah meraih kemenangan. Puasa tiga poin berlangsung sejak 13 September hingga 30 Desember 2025.
Rangkaian hasil buruk itu diawali kekalahan dari Dewa United (1-2), lalu berlanjut saat menjamu Persib Bandung (1-2), Borneo FC (1-3), dan Persija Jakarta (1-2).
Hanya 4 poin kandang diraih ketika Arema FC menang lawan Bhayangkara FC (2-1) dan bermain imbang melawan Madura United (2-2).
Menempatkan klub berjuluk Singo Edan di posisi ke-11 klasemen sementara Super League 2025 dengan perolehan 18 poin.
Membuat situasi tersebut diakui pemain muda, Razzaa Fachrezi sebagai beban tersendiri bagi pemain.
“Cuma saya mencoba tenang dan membayar kepercayaan pelatih. Tapi hari ini belum bisa mencetak gol untuk membantu tim. Kami akan melakukan evaluasi untuk melawan Bali (United),” ujar pemain yang biasa disapa Razzaa.
“Teman-teman sudah berjuang dengan keras. Kami mohon maaf atas hasil ini,” pungkasnya.
Stadion Kanjuruhan mempunyai wajah baru setelah direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) usai Tragedi kanjuruhan yang tejadi pada tahun 2022.
Alokasi anggaran Rp 357 miliar diserahkan Kementerian PU ke Pemerintah Kabupaten Malang.
Renovasi stadion ini dilakukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, bangunan tersebut juga sudah dicek kelayakannya oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA).
Renovasi Stadion Kanjuruhan dilakukan sejak 4 September 2023 sampai 31 Desember 2024 dengan anggaran Rp 357 miliar.
Stadion ini memiliki kapasitas sebanyak 21.603 seat terbagi menjadi Tribun Barat dan Tribun Umum.
Tag: #stadion #kanjuruhan #jadi #angker #bagi #arema #tuan #rumah #terjerat #rekor #buruk