Persib Bisa Sulit Tersaingi Jika Paes dan Pelupessy Gabung Persib, tetapi...
- Rumor bergabungnya Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib Bandung jelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026 terus berhembus.
Media sosial ramai memperbincangkan potensi kehadiran Maarten Paes dan Jose Pelupessy ke Bandung meski Persib belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor perekrutan kedua pemain tersebut.
Di tengah riuh kabar transfer tersebut, ada perdebatan menarik di kalangan fans sepak bola Indonesia.
Media sosial membahas banyaknya pemain Timnas Indonesia yang semula bermain di luar negeri kini bergabung dengan tim lokal.
Secara garis besar, ada dua opini arus utama yang terbentuk. Pertama, jika kedua nama tersebut benar-benar bergabung, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025-2026 akan mengalami peningkatan kualitas.
Kedua, transfer Maarten Paes dan Joey Pelupessy juga memunculkan kekhawatiran tentang keseimbangan antara kemajuan klub dan kepentingan jangka panjang timnas Indonesia.
Persib Dinilai Bisa Melaju Tanpa Rival
Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai jika rumor tersebut terjadi, kehadiran kedua pemain tersebut akan membawa Persib ke level yang sulit disaingi 17 klub lainnya.
Menurutnya, ambisi Persib kini tidak lagi sebatas mendominasi kompetisi domestik, melainkan menargetkan pencapaian yang lebih tinggi di level Asia.
Sehingga, ia mengakui kehadiran legion pemain berpengalaman dari luar negeri ini menjadi kemajuan Persib untuk bermain di kancah asia.
“Karena Persib bukan wacana bukan lokal tapi bagaimana mereka akan berusaha menjadi juara atau setidaknya masuk final AFC,” katanya kepada Kompas.com.
Sementara itu ia menyoroti sisi lain yang patut menjadi perhatian, khususnya kekhawatiran terkait dampaknya bagi Timnas Indonesia.
Sebab ia menilai performa pemain di level klub belum tentu sejalan dengan kontribusi pemain saat membela Timnas.
Pemain timnas Indonesia Joey Pelupessy saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.
“Sangat disayangkan bahwa kita tidak tahu nanti dengan kompetisi di Indonesia kualitas Timnasa akan berkurang atau tidak. Seperti Rafael Struick kan jelas kemampuannya berkurang juga di Timnas,” ujar Gita Suwondo.
“Kemudian Thom Haye dan Eliano oke di Persib tapi belum tahu saat di Timnas. Laga melawan Arab Saudi dan Irak menjadi gambaran bagaimana permainannya yang tidak terlalu oke pada saat bermain untuk Timnas,” imbuhnya.
Kuat di Asia Tenggara, Masih Ujian di Level Asia
Kini ia melihat sisi positif jika tolok ukurnya Timnas Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara.
Kompetisi domestik yang dihuni banyak pemain diaspora bisa menjadi modal kuat di ajang regional, meski masih menyisakan pekerjaan rumah di level Asia.
“Kalau dari sisi positifnya dilihat dari timnas walaupun tidak tahu kekuatannya nanti kedepan bagaimana jika berhadapan dengan raksasa-raksasa Asia atau tim yang membuat kita harus berjuang di putaran ketiga atau keempat kualifikasi Piala Dunia 2030 nanti?," kata Gita mantan jurnalis olahraga senior itu
"Tapi kalau hanya ukurannya hanya Piala AFF, Indonesia akan menjadi sangat kuat karena bisa mengandalkan pemain-pemain yang main di Super League dan merupakan pemain diaspora. Itu saja positifnya,” pungkasnya.
Tag: #persib #bisa #sulit #tersaingi #jika #paes #pelupessy #gabung #persib #tetapi