5 Fakta Imlek di Indonesia yang Pernah Dilarang Perayaannya secara Terbuka
Warga keturunan Tionghoa beribadah merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Vihara Boen San Bio, Kota Tangerang, Banten, Senin (16/02/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
12:27
17 Februari 2026

5 Fakta Imlek di Indonesia yang Pernah Dilarang Perayaannya secara Terbuka

- Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah dan angpao. Barongsai serta kumpul keluarga selalu hadir dalam suasana penuh sukacita.

Suasana tersebut terasa kental setiap tahun, baik di Indonesia maupun Tiongkok. Namun di balik kemeriahan itu, ada fakta unik Imlek yang jarang diketahui banyak orang.

Bukan sekadar pergantian tahun di kalender lunar, Imlek memiliki sejarah panjang dan filosofi yang dalam. Tradisi ini telah berkembang selama ribuan tahun dan menyimpan makna penting.

Beberapa fakta unik berikut mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Yuk, simak 5 fakta tentang Imlek yang dirangkum dari berbagai sumber!

1. Imlek Berlangsung Selama 15 Hari Penuh

Banyak orang mengira Imlek hanya dirayakan satu hari, padahal berlangsung selama 15 hari berturut-turut. Perayaan dimulai malam tahun baru dan berakhir dengan Festival Lampion atau Cap Go Meh.

Setiap hari memiliki makna dan tradisi berbeda. Ada hari khusus untuk menghormati leluhur dan berkunjung ke keluarga, sampai penutup dengan lampion dan atraksi budaya.

Jadi, Imlek bukan hanya satu hari libur, tapi rangkaian perayaan panjang penuh makna.

2. Warna Merah Dipercaya Mengusir Makhluk Jahat

Warna merah saat Imlek bukan sekadar tradisi estetika biasa. Menurut legenda, ada makhluk bernama Nian yang muncul setiap tahun menakuti penduduk desa.

Makhluk itu takut pada warna merah, suara keras, dan api. Itulah sebabnya kamu melihat dekorasi merah di lampion, pakaian, hingga amplop angpao.

Petasan dan barongsai juga jadi simbol mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan di tahun baru.

3. Tradisi Bersih-Bersih Punya Aturan Khusus

Menjelang Imlek, membersihkan rumah jadi kewajiban untuk membuang kesialan dan energi buruk. Tradisi ini agar rezeki baru bisa masuk di tahun berikutnya.

Namun setelah hari pertama Imlek dimulai, kamu tidak dianjurkan menyapu atau membersihkan rumah. Hal itu dipercaya dapat menyapu keberuntungan yang baru datang.

Jadi, waktu bersih-bersih harus diperhatikan agar keberuntungan tetap terjaga.

4. Setiap Tahun Punya Shio yang Berbeda

Imlek memakai kalender lunar dengan siklus 12 shio, seperti tikus, kerbau, dan macan. Tiap shio dipercaya membawa karakter dan peruntungan berbeda bagi yang lahir pada tahun itu.

Banyak orang percaya ramalan shio untuk melihat karier, keuangan, sampai percintaan di tahun berjalan. Meski tidak semua serius, tradisi ini tetap jadi bagian menarik budaya Imlek.

5. Imlek Pernah Dilarang Dirayakan Terbuka di Indonesia

Ini fakta mengejutkan yang mungkin belum kamu tahu. Di Indonesia, Imlek pernah dibatasi dan tidak boleh dirayakan secara terbuka.

Tradisi Tionghoa saat itu tidak bisa diekspresikan bebas di ruang publik. Baru saat era Presiden Abdurrahman Wahid, Imlek kembali diakui dan jadi hari libur nasional. Sejak itu, masyarakat Tionghoa bisa merayakan Imlek terbuka dan meriah seperti sekarang.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #fakta #imlek #indonesia #yang #pernahdilarang #perayaannya #secara #terbuka

KOMENTAR