Memahami Makna Damai Menurut Alkitab: Perjanjian Lama dan Baru, hingga Terjemahan dari Bahasa Yunani
- Satu kata dapat memiliki banyak arti karena berkembangnya peradaban dan manusianya. Kata itu juga dimengerti dengan definisi yang berbeda-beda pula tergantung situasi lingkungan.
Bahkan ada beberapa kata yang tidak diterjemahkan dengan tepat karena keterbatasan kosakata dari satu bahasa ke bahasa lain.
Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana kata "damai" dijelaskan menurut Alkitab.
Menurut Perjanjian Lama
Dilansir dari Sweet to the Soul, kata "damai" dalam Alkitab memiliki arti yang sangat berbeda dengan kata "damai" yang kita pahami sekarang.
Di Perjanjian Lama, kata "damai" diperkenalkan dengan kata "shalom", yang berarti "terpenuhi, kebaikan, dan kesejahteraan." Keterbalikan dari bahaya akan tubuh dan spiritual manusia. Namun, "damai" juga dikaitkan dengan kebenaran.
Dilansir dari Catholic, dalam Perjanjian Lama, kata "shalom" sering digunakan sebagai kesejahteraan (Kej 15:15, Mzm 4:8), keamanan dan sukses (2 Sam 11:7; 18:28), harmoni dalam pertemanan dan keluarga (Za 6:13), bahkan harmoni antar negara (1 Raj 4:24;5:12).
Orang-orang yang berbahasa Ibrani juga menggunakan "shalom" sebagai sapaan dan penyebaran berkat kepada orang lain.
Dilansir dari Bible Study Tools, dalam Hak 6:24, dijelaskan bahwa Tuhan adalah sumber kedamaian. Allah pertama datang kepada orang Yahudi, lalu kepada orang-orang bukan Yahudi agar terjalin hubungan antara mereka. Ia menetapkan perjanjian damai dengan mereka, yang dimeteraikan dengan kehadiran-Nya.
Kedamaian dari musuh-musuh, yang menyiratkan kemakmuran, adalah keinginan besar satu bangsa dan merupakan karunia dari Tuhan bagi umat-Nya jika mereka berjalan di jalan-Nya (Im 26:6; Bil 6:26).
Lalu ketika Kitab Perjanjian Lama mulai diterjemahkan ke bahasa Yunani, sekitar pada masa Alexander Agung (323 SM). Dalam proses penerjemahan ini, kata "shalom" diterjemahkan ke "eirene" yang juga memiliki arti dan konsep yang mirip.
"Eirene" sering digunakan untuk mendefinisikan kedamaian batin, dimana seseorang tidak memiliki konflik atau perasaan bermusuhan.
Ketika pengaruh agama Yahudi diadaptasi dengan filsafat Yunani, istilah tersebut berkembang untuk merujuk pada kebaikan etis. Karena itu, orang-orang Kristen di Yunani mulai menggunakan "eirene" untuk membicarakan "kebaikan yang datang dari Tuhan baik di zaman ini maupun di zaman keselamatan."
Dalam Perjanjian Baru
Dalam Injil-Injil, Yesus Kristus adalah pesan damai sejahtera dari Allah kepada Manusia (Luk 2:14; Kis 10:36). Melalui Yesus ada "damai sejahtera dengan Allah melalui-Nya" (Rom 5:1).
Dalam Perjanjian Baru, kita juga sering bertemu dengan sisipan kata damai dalam sapaan (Mat 10:13; Luk 10:5). Bahkan ketika Yesus menyapa para murid-Nya, "Damai sejahtera bagi kamu!" (Luk 24:36), dengan begitu para rasul mendapatkan berkah damai dari-Nya.
Damai yang dibawa oleh Kristus paling utama adalah kedamaian rohani dari dan bersama Allah, kedamaian di dalam hati, dan kedamaian sebagai watak atau roh.
Yesus berkata bahwa Ia tidak datang "untuk mengirimkan perdamaian di bumi, tetapi pedang", yang merujuk pada sifat penyelidikan dari panggilan-Nya dan perpecahan, serta pembersihan yang akan datang.
Namun, semangat Injil dan umat Kristen adalah semangat damai, dan merupakan kewajiban para umat Kristen untuk berusaha mengakhiri perang dan perselisihan di mana pun. Perdamaian universal dan permanen hanya dapat datang ketika Roh damai itu memerintah di dalam hati manusia.
Dalam Masa Adven
Dilansir dari Bible Project, damai yang diinginkan pada masa Adven ini bukan datang dari kemenangan dari peperangan atau menghindari dari kenyataan, namun dari jalan Yesus.
Yesus mengajarkan bahwa kita dapatkan damai sejati melalui mengerti, mencari dan mengobati diri dari hal yang membuat kita teralihkan dari-Nya. Seperti ketakutan dan kesombongan yang mendorong orang-orang untuk berbuat kejahatan.
Kita dapat memulai praktek keyakinan kita dengan menggunakan cara-cara tanpa kekerasan untuk memaafkan, menyayangi orang-orang di sekitar kita, dan berbagi kasih sayang kepada semua orang.
Tag: #memahami #makna #damai #menurut #alkitab #perjanjian #lama #baru #hingga #terjemahan #dari #bahasa #yunani