

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjalani sidang pembacaan dakwaan dalam kasus korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (28/2/2024). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)


Fakta Sidang Kasus Penerimaan Gratifikasi SYL, Kementan Keluarkan Rp 3 Juta Per Hari untuk Makan Ibu Menteri-Pakai Uang 'Panas' untuk Khitanan Cucu
- Sejumlah fakta terungkap dalam persidangan kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang menjerat mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Senin (29/4). Saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) mengungkapkan, adanya aliran uang Kementan yang digunakan untuk kepentingan pribadi Syahrul Yasin Limpo dan keluarganya. Di antaranya untuk pembayaran dokter kecantikan anak, renovasi rumah anak, setoran ke istri setiap bulan, hingga membayar tagihan kartu kredit SYL. Adapun sejumlah fakta-fakta itu yakni: Kementan Keluarkan Jatah Rp 3 Juta Perhari untuk Keperluan Makan SYL Staf Biro Umum Pengadaan Kementan Muhammad Yunus mengungkapkan kementeriannya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 3 juta per hari, untuk keperluan pesan makanan via online ke rumah dinas SYL. Hal itu disampaikan Yunus saat bersaksi di persidangan. "Ada permintaan lain ke saudara selain untuk kepentingan ibu menteri, jatah bulanan itu. Apa lagi yang diminta ke saudara?" tanya Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh. Biasa setiap hari itu ada Rp 3 juta kurang lebih, Yang Mulia, untuk kebutuhan harian di rumah dinas," ungkap Yunus. Yunus menjelaskan uang diberikan kepada tenaga kontrak di rumah dinas SYL. "(Uang) Rp 3 juta kebutuhan harian rumah dinas, saudara serahkan ke siapa?" cecar hakim. "Kalau itu ada yang tugas di rumah dinas," jawab Yunus. "Jadi, menyiapkan Rp 3 juta setiap hari?," tanya hakim. "Kadang tiap hari kadang kalau tergantung habisnya, Yang Mulia," ujar Yunus. Pejabat Kementan Patungan Beli Mobil untuk Anak SYL Pejabat Kementan juga disebut membayar pembelian mobil dengan merek Toyota Innova milik anak perempuan SYL, Indira Chunda Thita Syahrul senilai Rp 500 juta. Hal ini terungkap ketika Anggota Majelis Hakim Fahzal Hendri menggali perihal pembelian mobil dari hasil kolekan sejumlah pejabat di Kementan untuk kepentingan anak SYL. “Pak Arief kapan mobil Innova itu dibeli?” tanya Hakim Fahzal kepada Koordinator bagian rumah tangga (rumga) pada Biro Umum di Kementan, Arief Sopian. Hakim Fahzal pun mendalami perintah untuk membiayai pembelian mobil untuk anak SYL itu. Arief mengaku, mendapatkan uang untuk membeli mobil itu dari para eselon I di Kementan. "Untuk dikirim ke rumah anak SYL, anak yang perempuan," ungkap Arief. Khitanan Cucu SYL Dibiayai Kementan Taka hanya kebutuhan istri dan anak, biaya khitanan atau sunatan cucu SYL disebut juga ditanggung oleh Kementan. Hal ini diungkapkan oleh eks Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Abdul Hafidh. Hakim Anggota Ida Mustikawati mendalami anggaran Kementan yang dikeluarkan Biro Umum untuk kepentingan SYL. Salah satunya, ada anggaran untuk biaya khitanan anak dari Kemal Redindo, Putra SYL. “Sunatan siapa?” tanya Hakim Ida. “Anaknya (Kemal Redindo) Yang Mulia,” jawab Hafidh. Meski demikian, Hafidh menfaku lupa uang yang dikeluarkan Kementan untuk keperluan pribadi khitanan cucu SYL tersebut. "Lupa nominalnya? Sedikit atau banyak?," tanya Hakim mengingatkan. "Cukup lumayan, Yang Mulia," timpal Hafidh. SYL Potong Anggaran Kementan 20 Persen untuk Kepentingan Pribadi dan Keluarga Syahrul Yasin Limpo juga disebut menggunakan anggaran Kementan sebesar 20 persen yang diminta Yasin Limpo dari eselon I di kementerian yang dipimpinnya. "Uang-uang haram itu selain tadi yang dikemukakan oleh hakim anggota adanya mutasi jabatan, kepegawaian, dan lain-lain itu, ada perintah langsung bahwa sebenernya ada 20 persen dari anggaran masing-masing itu?" tanya Jaksa KPK, dalam persidangan pada Rabu (17/4). "Kalau sepengetahuan saya memotong anggaran eselon I (Kementan)," jawab Panji. Menurut Panji, uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi Yasin Limpo. Dia pun mengaku hanya mengikuti arahan dari Yasin Limpo terkait adanya permintaan anggaran di Kementan. "Yang saya tahu ya dari bapak untuk bapak. Kepentingan bapak," ucap Panji. Jaksa KPK lantas bertanya seberapa sering anggaran Kementan digunakan untuk kepentingan keluarga politikus Partai NasDem itu. "Yang saudara ingat, untuk tadi membayar pembantu, untuk membeli rumah, apa lagi? Apa saja? karena ini terkait dengan dana-dana yang menyatakan kerugian negara," tanya jaksa lagi. "Untuk biaya kalau ada acara kawinan, sumbangan," timpal Panji. Bayar Dokter Kecantikan Anak dari Anggaran Kementan Panji juga mengakui anggaran di Kementan juga digunakan untuk pembayaran dokter kecantikan dan renovasi rumah anak SYL. "Ke dokter," ujar Panji. "Apa lagi? Karena di sini yang saudara kemukakan tuh hanya Rp 10 juta, Rp 10 juta. Apakah ada anggaran lain yg lebih banyak dari itu?" tanya jaksa mendalami. "Ke dokter, terus untuk rumah tangga," ujar Panji. "Rumah tangga itu rumah tangga siapa?" cecar jaksa. "Rumah tangga anak bapak," ungkap Panji. "Itu rumah tangga dalam artian bagaimana?," cecar jaksa. "Biaya perbaikan-perbaikan," urai Panji. "Perbaikan-perbaikan apa?" tanya jaksa lagi. "Rumah," ucap Panji. SYL Pakai Anggaran Kementan untuk Beli Onderdil Mobil Anak Syahrul Yasin Limpo juga disebut menggunakan anggaran di Kementan untuk pembelian onderdil kendaraan anaknya. "Biasa, saya kalau disuruh bapak aja suruh bayar ke dokter, ke dokter. Biasanya yang kecantikan-kecantikan gitu," ungkap Panji. "Jadi untuk anak yang perempuan," tanya jaksa. "Perempuan," ucap Panji. "Anak yang laki-laki?" lanjut jaksa. "Yang laki-laki biasa pembelian. Pembelian onderdil kendaraan biasanya," pungkas Panji.
Editor: Kuswandi
Tag: #fakta #sidang #kasus #penerimaan #gratifikasi #kementan #keluarkan #juta #hari #untuk #makan #menteri #pakai #uang #panas #untuk #khitanan #cucu