PDIP Nilai Menteri PKP Maruarar Sirait Menistakan KPK Usai Buka Sayembara Harun Masiku Berhadiah Rp 8 Miliar
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus (kiri) saat konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/11). (Ridwan/JawaPos.com)
17:56
28 November 2024

PDIP Nilai Menteri PKP Maruarar Sirait Menistakan KPK Usai Buka Sayembara Harun Masiku Berhadiah Rp 8 Miliar

- Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus merespons pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara yang membuka sayembara pencarian daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku dengan imbalan Rp 8 miliar. Deddy menilai, pernyataan Ara merupakan penistaan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apa yang dilakukan oleh Ara itu sebenarnya adalah penistaan terhadap KPK. Karena artinya KPK tidak bisa dipercaya untuk melaksanakan kerjanya," kata Deddy di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).   Menurut Deddy, mantan kader PDIP itu menghasut rakyat dengan iming-imingan uang Rp 8 miliar dengan dalih menangkap buron Harun Masiku. Karena itu, Deddy menegaskan KPK harusnya protes atas tindakan arogansi Maruarar Sirait tersebut.   "Menghasut rakyat dengan iming-iming Rp 8 miliar untuk menangkap buronan KPK, jadi ya, silakan harusnya yang protes itu KPK. Kenapa Ara searogan itu, sesonggong itu," cetus Deddy.  

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait alias Ara sebelumnya mengakui, akan memberikan hadiah Rp 8 miliar kepada mereka yang berhasil menemukan Harun Masiku, yang merupakan salah satu buronan  KPK. Ara menyebut hal itu menjadi salah satu bentuk partisipasi publik agar di negara ini tidak ada orang yang kebal hukum.   "Iya dong, kita kan partisipasi publik. Kita kan berharap negara ini tidak ada (yang) kebal hukum. Masa ada orang yang sudah bertahun-tahun tersangka, kok bisa bebas berkeliaran?" ucap Ara disela kunjungan kerjanya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (27/11).   Ia menduga, Harun Masiku yang tak kunjung ditangkap telah melibat orang besar di dalamnya. Sehingga, kata dia, dirinya tertarik untuk berpartisipasi dalam pengungkapannya.   Dengan begitu, lanjut Ara, hukum di negara Indonesia tidak boleh kalah dengan koruptor. Sehingga dipastikan tidak ada orang yang kebal hukum di negara ini.  

  "Menurut saya pasti ini kan melibatkan kasus besar, melibatkan orang besar. Ya, kita partisipasi dong. Sebagai warga negara, saya diberkati sama Tuhan, saya ada rezeki," ujar Ara.   "Kita pengen negara ini tidak kalah dengan koruptor. Orang tanah koruptor saja kita jadikan rumah buat rakyat. Jadi nggak boleh ada orang yang kebal hukum di negara ini," sambungnya.   Dia menilai, soal kasus yang menjerat Harun Masiku itu sudah lama tidak ada perkembangan. Oleh sebabnya, dia mengambil inisiatif sebagai orang pribadi.   "Karena sudah lama-lama nggak ada perkembangannya, saya mengambil inisiatif sebagai pribadi boleh dong, untuk memberikan semangat kepada masyarakat. Dan saya dapat respons positif. Jadi, banyak yang semangat untuk bisa memberikan informasi, mencari Harun Masiku," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #pdip #nilai #menteri #maruarar #sirait #menistakan #usai #buka #sayembara #harun #masiku #berhadiah #miliar

KOMENTAR