Dari Ledakan di Gudang Amunisi TNI-AD, Banyak Granat dan Peluru Kaliber Besar Terpental
SIAGA: Sejumlah ambulans bersiaga di dekat area gudang amunisi TNI-AD yang terbakar di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
14:56
31 Maret 2024

Dari Ledakan di Gudang Amunisi TNI-AD, Banyak Granat dan Peluru Kaliber Besar Terpental

- Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya TNI-AD di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terbakar tadi malam. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 21.00, api belum berhasil dipadamkan.

Berdasar video yang beredar di media sosial, api dan asap tampak membubung tinggi dari lokasi kejadian. Terdengar beberapa kali ledakan dahsyat. Beberapa warga panik berlarian ke sana kemari. ’’Ayo masuk, masuk rumah semua. Bahaya. Bergetar semua di sini,’’ teriak beberapa orang.

Tak lama setelah ledakan terdengar, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi menerjunkan tiga armada. ’’Kami sudah meluncurkan dari Disdamkar Kota Bekasi. Kami baru mendorong 3 unit mobil pemadam kebakaran di sana,’’ kata Danton Pleton B Damkar Kota Bekasi Haryanto di Bekasi, Sabtu malam, dilansir dari Antara.

Haryanto mengatakan, hingga pukul 20.00 tadi malam, petugas belum mampu memadamkan api. Sebab, api dan ledakan di lokasi masih cukup besar. Pemadaman akan dilakukan setelah situasi dirasa aman. ’’Lagi koordinasi sama pihak Armed, jadi belum berani masuk karena masih ada ledakan-ledakan peluru itu,’’ katanya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi saat dihubungi di Jakarta membenarkan bahwa aparat sulit mendekat ke lokasi kebakaran. Karena itu, prioritas pertama adalah mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar gudang munisi (amunisi). ’’Warga kami evakuasi ke tempat yang lebih aman, dan babinsa (bintara pembina desa, Red) terus berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengamankan masyarakat di sana,’’ ucapnya.

Hingga pukul 21.30 tadi malam, api yang melalap gudang amunisi belum berhasil dipadamkan. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Kadispenad menyebut, hingga pukul 20.23 WIB api masih membakar kompleks gudang munisi itu. Gudang tersebut menyimpan berbagai jenis amunisi TNI-AD, termasuk peluru-peluru kaliber besar, munisi untuk artileri medan, dan artileri pertahanan udara. ’’Informasi terakhir dari lapangan, (ledakan, Red) masih terjadi. Kami sukar mendekat karena gudang munisi ini juga memuat berbagai jenis peluru kaliber besar, sehingga dikhawatirkan terjadi ledakan-ledakan yang justru membahayakan. Jadi, kita tunggu dulu semuanya,’’ kata Kadispenad.

Brigjen TNI​​​​​​​​​ Kristomei sejauh ini juga belum mendapat informasi terkait dengan korban jiwa, penyebab ledakan, dan perkiraan kerugian akibat insiden tersebut. ’’Kami belum bisa mendekat ke lokasi. Ledakan masih terjadi, enggak mungkin merapat ke lokasi itu,’’ katanya.

TNI juga mengerahkan ambulans dan mobil jenazah untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Pukul 21.45 tadi malam, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan insiden tersebut. Kepada wartawan, dia memastikan belum ada laporan korban jiwa akibat ledakan gudang amunisi itu. ’’Dan, sampai saat ini, kami sudah mengecek seluruh lokasi. Di arah permukiman tidak ada korban jiwa. Kami tegaskan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dia juga menyebut tidak ada warga yang dievakuasi. ’’Tidak ada pengungsian warga. Mereka hanya terdampak suara ledakan,’’ jelasnya.

Hasan menambahkan, pihaknya belum bisa masuk ke lokasi karena masih terjadi ledakan. ’’Tapi, saya pastikan bahwa sistem penanggulangan di Kodam Jaya ini sudah sangat aman karena lokasinya berada di bunker dan di atasnya ada tanggul-tanggul yang mengamankan. Namun, jika ledakannya ke atas, bisa menyebar sampai ke beberapa tempat,” ujarnya. Dia juga memastikan prosedur maupun sistem pengamanan di gudang amunisi sudah didesain sedemikian rupa sehingga cukup aman. (*/c18/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #dari #ledakan #gudang #amunisi #banyak #granat #peluru #kaliber #besar #terpental

KOMENTAR