Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa, Pengamat Ingatkan Potensi Learning Loss
Sejumlah sekolah di Jakarta melakukan pembelajaran jarak jauh karena cuaca ekstrem.(freepik.com/Oksana Fishkis)
16:02
6 April 2026

Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa, Pengamat Ingatkan Potensi Learning Loss

- Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji mengingatkan potensi kehilangan kemampuan belajar atau learning loss bagi mahasiswa yang akan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal tersebut disampaikan dalam menanggapi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong kampus menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas demi mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi penggunaan energi.

"Kalau belum ada perbaikan ya siap-siap learning loss lagi," ujar Indra saat dihubungi, Senin (6/4/2026).

Baca juga: PJJ untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas, Bagaimana dengan Praktik Kedokteran?

Ia meminta pemerintah belajar dari pengalaman saat menerapkan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19.

Saat itu, banyak siswa mengalami learning loss akibat ketidaksiapan semua pihak dalam penerapan belajar berbasis teknologi digital.

"Pertanyaan terbesarnya apakah kampus sudah belajar dari apa yg terjadi saat pandemi? Atau kampus-kampus sudah balik lagi model tradisional? Tanpa mau belajar tanpa ada keinginan untuk membenahi proses belajar yang berbasis teknologi digital," ujar Indra.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah memperhatikan tiga hal sebelum menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh untuk mahasiswa semester 5 ke atas.

"Ada tiga hal yg perlu disiapkan, infrastruktur, infostruktur, infokultur. Kalau ketiganya tidak disiapkan, jangan harap akan ada proses yang berkualitas," tegas Indra.

Baca juga: Kemendikti Saintek Dorong Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas

Sebelumnya, Kemendiktisaintek mendorong kampus menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas demi mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi penggunaan energi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI Brian Yuliarto menuturkan, hal ini diatur dalam Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Penyesuaian Kegiatan Akademik yang ditujukan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS).

"Tentu edaran yang kami sampaikan ke seluruh keluarga besar Dikti Saintek itu tentu PTN dan PTS. Meskipun secara aturan undang-undang PTS di bawah yayasan, tapi substansinya di bawah kami," kata Brian saat ditemui di Kantor Kemendikti Saintek, Senin (6/4/2026).

Baca juga: JK Sebut WFH Tak Efektif Hemat Anggaran, Ini Alasannya

Selain mendukung penghematan energi yang sedang digaungkan, Brian mengatakan, SE tersebut diterbitkan dengan tujuan untuk membangun budaya kerja yang lebih efisien.

"Kenapa? Karena ketika Covid-19 kemarin kita belajar bahwa digitalisasi menjadi penting dan itu membuat kita menjadi lebih efisien," ucap Brian.

Dalam SE tersebut disampaikan bahwa kebijakan penyesuaian kegiatan akademik terdapat empat poin.

Pertama, pemimpin perguruan tinggi diimbau dapat melakukan penyesuaian pelaksanaan kegiatan akademik berdasarkan kesiapan dan karakteristik program studi.

Lalu, penyesuaian kegiatan akademik sebagaimana dimaksud dilakukan sebagai bagian dari upaya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi, dengan tetap memperhatikan capaian pembelajaran dan kalender akademik.

Baca juga: Catatan untuk WFH ASN: Dari Libur Panjang hingga Evaluasi Berkala

Pemimpin perguruan tinggi melakukan penyesuaian kegiatan akademik dengan berbagai metode diantaranya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara proporsional sesuai kesiapan dan karakteristik program studi untuk mahasiswa semester 5 (lima) ke atas serta pasca sarjana, dengan mempertimbangkan substansi materi mata kuliah, capaian pembelajaran, dan efektivitas proses pembelajaran.

Terakhir, Pembelajaran jarak jauh tidak diterapkan pada mata kuliah atau kegiatan akademik yang memerlukan praktikum, laboratorium, studio, klinik, bengkel kerja, praktik lapangan, atau bentuk pembelajaran lain yang harus dilaksanakan secara tatap muka.

Tag:  #pembelajaran #jarak #jauh #untuk #mahasiswa #pengamat #ingatkan #potensi #learning #loss

KOMENTAR