Ahmad Ali Minta Nasdem Hadapi PSI dengan Jaga Pemilih dan Kader, Bukan Dorong PT 7 Persen
Ketua Harian PSI Ahmad Ali saat ditemui di Pandeglang, Banten, Kamis (26/2/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
07:54
27 Februari 2026

Ahmad Ali Minta Nasdem Hadapi PSI dengan Jaga Pemilih dan Kader, Bukan Dorong PT 7 Persen

- Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali memberi pesan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengenai cara yang benar untuk menjegal PSI agar tidak lolos ke DPR.

Ali menyebut, Nasdem seharusnya fokus membuat rakyat nyaman supaya pemilih mereka tidak berpindah ke PSI, bukan memaksakan parliamentary threshold (ambang batas parlemen) naik ke 7 persen dari 4 persen.

Sebagai informasi, sejak PSI berdiri pada 2014 silam, mereka belum pernah lolos ke DPR sekalipun.

Namun, PSI kini berambisi bisa menjadi partai pemenang.

"Kalau kemudian di luar sana melihat bahwa ini adalah sengaja untuk menjegal PSI, bagi PSI ini bukan cara begitu menjegal PSI. Cara menjegal PSI itu buat rakyat nyaman. Supaya tidak memilih PSI, kan begitu kan? Partai yang sudah ada hari ini berperilaku yang baik supaya kemudian tidak mencari partai-partai lain," ujar Ali di Pandeglang, Banten, Kamis (26/2/2026) malam.

Baca juga: PSI Siap Tempur jika Nasdem Paksakan Parliamentary Threshold Naik Jadi 7 Persen

Selain itu, Ali turut menyarankan Nasdem ataupun partai lain untuk membuat nyaman kader mereka.

Jika mereka nyaman, kata dia, sudah pasti kader itu tidak akan berpindah partai.

Adapun PSI sendiri kedatangan banyak kader baru yang rata-rata merupakan elite Nasdem, mulai dari Ahmad Ali, Bestari Barus, hingga Rusdi Masse.

"Jadi bukan karena mereka mencari atau mengikuti Ahmad Ali, tidak. Tapi mereka lebih pada kenyamanan itu sendiri menurut saya. Dan bagi PSI tidak pernah melihat itu sebagai upaya untuk menjegal PSI, tapi bisa jadi itu orang menjegal diri sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Ali curiga Nasdem malah menggali kuburan sendiri dengan mengusulkan ambang batas parlemen naik.

Sebab, Ali menekankan, PSI sangat percaya diri dalam menghadapi Pemilu 2029 untuk lolos ke Senayan.

"Saya curiga jangan-jangan nanti Partai Nasdem bisa menggali kuburnya sendiri dengan aturan itu. Bagi PSI sangat-sangat percaya diri untuk segala macam, bahwa partai ini kami rancang hari ini untuk adaptif. Adaptif menghadapi segala macam medan. Dia mau 2 persen, dia mau 3 persen, mau 7 persen, PSI tidak akan pernah keberatan," imbuh Ali.

Baca juga: Gugatan Larangan Nyapres, PSI: Mau Anak Presiden, Wapres, Petani, Semua Sama

Sebelumnya, wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen yang disuarakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dinilai bukan sekadar gagasan untuk menyederhanakan sistem kepartaian.

Usulan PT 7 persen Nasdem, manuver ke PSI?

Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan melihat usulan tersebut sebagai manuver politik yang menyasar Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di tengah derasnya arus kader Nasdem yang berpindah ke partai tersebut.

“Konteks politik pernyataan Surya Paloh ini bukan hanya ingin bicara soal kualitas demokrasi dan efektivitas parlemen dan pemerintahan,” ujar Iwan kepada Kompas.com, Minggu (22/2/2025).

“Menurut saya, sasaran pernyataan Surya Paloh ini menyasar partai-partai kecil yang baru muncul dan tumbuh seperti PSI yang berambisi mengalahkan partai besar,” kata Iwan.

Menurut Iwan, konteks politik pernyataan Surya Paloh tak bisa dilepaskan dari dinamika hubungan Nasdem dan PSI belakangan ini.

Ia menilai, sasaran wacana ambang batas 7 persen berpotensi mengerucut pada partai-partai kecil yang tengah tumbuh dan memiliki ambisi menantang partai mapan.

Baca juga: Ramai Partai Non-parlemen Tolak Usulan PT 7 Persen Surya Paloh

Dalam hal ini, PSI yang kini dipimpin Kaesang Pangarep disebut sebagai pihak yang paling terdampak.

Dengan ambang batas setinggi itu, lanjutnya, peluang PSI untuk melenggang ke Senayan akan semakin berat.

Iwan mengaitkan wacana tersebut dengan memanasnya relasi antara Nasdem dan PSI dalam beberapa waktu terakhir.

Gelombang perpindahan kader Nasdem ke PSI dinilai menjadi salah satu pemicu ketegangan.

“Dalam konteks inilah, menurut saya Surya Paloh ingin melakukan serangan mematikan terhadap PSI dengan membuang gagasan menaikkan ambang batas parlemen menjadi 7 persen,” ujarnya.

Tag:  #ahmad #minta #nasdem #hadapi #dengan #jaga #pemilih #kader #bukan #dorong #persen

KOMENTAR