Polisi Tetapkan Ibu Tiri NS Jadi Tersangka: Berdalih Mendidik, Berujung Maut
Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian. (Radar Sukabumi/JawaPos.com)
19:56
25 Februari 2026

Polisi Tetapkan Ibu Tiri NS Jadi Tersangka: Berdalih Mendidik, Berujung Maut

- Kematian tragis NS, remaja berusia 13 tahun asal Jampangkulon, Sukabumi, akhirnya mulai menemui titik terang. Di balik duka yang menyelimuti keluarga, terungkap fakta memilukan tentang dugaan kekerasan yang dialami korban selama bertahun-tahun di rumahnya sendiri.

Polres Sukabumi bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Hasilnya, polisi resmi menetapkan TR, yang merupakan ibu tiri korban, sebagai tersangka utama dalam rangkaian kekerasan tersebut.

Motif 'Mendidik' yang Berujung Pidana

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian menuturkan, kekerasan yang dialami NS mencakup serangan fisik maupun tekanan psikologis. Tersangka TR berdalih tindakan tersebut dilakukan demi mendidik korban.

Namun, polisi tidak menerima alasan itu begitu saja. Berdasarkan pemeriksaan, bentuk kekerasan yang dialami korban mulai dari jeweran, tamparan, hingga cakaran.

"Dugaan tindak pidananya berupa kekerasan fisik dan psikis terhadap korban," tegas Samian dikutip dari Radar Sukabumi (JawaPos Group), Rabu (25/2).

Polisi Bidik Keterlibatan Ayah Kandung

Kasus ini berpotensi menyeret tersangka baru. Selain ibu tiri, ayah kandung korban kini tengah menjadi sorotan penyidik setelah dilaporkan oleh ibu kandung NS atas dugaan penelantaran anak.

Pihak kepolisian menegaskan akan memproses semua laporan yang masuk secara transparan. Investigasi kini fokus pada sejauh mana peran orang-orang terdekat dalam lingkaran kehidupan korban.

"Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Penyidik bekerja profesional, independen, dan tanpa tekanan," ujar Kapolres.

Jejak Kekerasan Berulang Sejak 2023

Fakta mengejutkan lainnya adalah kekerasan ini diduga bukan pertama kalinya terjadi. Catatan kepolisian menunjukkan bahwa laporan serupa pernah muncul pada tahun 2023 dan 2024. Sayangnya, kasus-kasus sebelumnya selalu berakhir dengan jalan damai.

Kini, penyidik membuka kembali lembaran lama tersebut untuk melihat pola kekerasan yang terjadi. Untuk memastikan penyebab pasti kematian NS, polisi menerapkan metode scientific crime investigation.

"Kami tidak mengejar pengakuan, tetapi bekerja berdasarkan bukti ilmiah," kata Samian.

Saat ini, publik masih menunggu hasil otopsi laboratorium forensik untuk memastikan apakah kekerasan tersebut menjadi penyebab langsung kematian NS. Proses uji patologi anatomi dan toksikologi diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #polisi #tetapkan #tiri #jadi #tersangka #berdalih #mendidik #berujung #maut

KOMENTAR