MUI soal TNI Dikirim ke Gaza: Jangan Terjebak Hegemoni AS-Israel
Kemenlu RI menegaskan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesiake Gaza dimaksudkan untuk misi kemanusiaan, bukan pelucutan senjata. Apa Tugas TNI yang Dikirim Indonesia ke Gaza?(tniad.mil.id)
17:42
14 Februari 2026

MUI soal TNI Dikirim ke Gaza: Jangan Terjebak Hegemoni AS-Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pemerintah untuk tidak terjebak dalam dominasi dan hegemoni Amerika Serikat dan Israel saat mengirimkan prajurit TNI ke Gaza, Palestina.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Sudarnoto Abdul Hakim khawatir, tentara yang dikirim akan bergabung pada misi stabilitasi, bukan pada misi perdamaian.

"Karena itu, Indonesia harus berhati-hati jika memang benar-benar akan mengirimkan tentara ke Gaza. Jangan sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel yaitu menundukkan Gaza," kata Sudarnoto, dikutip dari laman MUI, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Amnesty Internasional Ingatkan Risiko Kirim TNI ke Gaza

Sudarnoto mengatakan, pengiriman tentara yang dilakukan dalam kerangka International Stabilization Force (ISF) biasanya di bawah kendali dan hegemoni negara-negara besar seperti Amerika Serikat dengan fokus stabilisasi wilayah pascakonflik.

Oleh karena itu, menurut dia,, misi ISF kerap membawa agenda tersembunyi yang tidak sejalan dengan misi perdamaian jangka panjang.

Terlebih, ISF berfokus pada demiliterisasi Gaza, terutama pelucutan senjata Hamas yang dinilai bukanlah solusi berkeadilan untuk Palestina.

Baca juga: Hamas Buka Suara Soal Rencana Indonesia Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza

“Hemat saya, ISF bukan instrumen perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Padahal yang selama ini Indonesia perjuangkan adalah kemerdekaan Palestina dan menghapuskan penjajahan di muka bumi ini, termasuk penjajah Israel,” ujar Sudarnoto.

Atas dasar mandat tersebut, MUI meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang keputusan untuk mengirim pasukan tentara ke Gaza.

Dia tidak ingin keputusan tersebut justru mengakibatkan reputasi Indonesia jatuh sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Baca juga: Anggota DPR Ingatkan TNI: Misi ke Gaza untuk Kemanusiaan, Bukan Tempur

Meski belum ada keputusan final, Sudarnoto mengingatkan bahaya Indonesia terlibat konfrontasi dengan Hamas karena dianggap terlibat dalam agenda perdamaian yang justru merugikan bagi Palestina.

“Jika tidak dipertimbangkan matang, maka pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas. Ini tidak boleh terjadi. Reputasi dan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang selama ini membela Palestina akan jatuh,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.

"Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: KSAD: Pengiriman Pasukan Perdamaian Ke Gaza Sesuai Kebutuhan

Prasetyo mengatakan, pemerintah masih melakukan persiapan terkait pengiriman pasukan itu.

Saat ditanya kapan dan lokasi pengiriman pasukan, ia mengatakan masih menunggu tercapainya kesepakatan.

"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," ujar dia.

Tag:  #soal #dikirim #gaza #jangan #terjebak #hegemoni #israel

KOMENTAR