Dari Hangout ke Syuting, Begini Cara Cassandra Lee Pilih Parfum Sesuai Mood
- Cassandra Lee menganggap parfum adalah sistem pendukung personal yang membangun suasana hati dan kepercayaan diri saat beraktivitas.
- Pemilihan aroma parfum disesuaikan dengan suasana hati dan aktivitas, mirip seperti memilih pakaian harian atau acara penting.
- Sebagai Brand Ambassador Casablanca, ia menekankan parfum sebagai ekspresi identitas diri melalui varian yang diciptakan bagi semangat Gen Z.
Buat Cassandra Lee, parfum bukan sekadar wewangian yang disemprot sebelum keluar rumah. Ada cerita, ada mood, dan ada rasa percaya diri yang ikut terbangun setiap kali ia memilih aroma yang tepat.
Sebagai bagian dari Gen Z yang aktif dengan jadwal padat—mulai dari syuting, meeting, hingga hangout bareng teman—Cassandra mengaku parfum sudah seperti “personal support system” yang menemaninya dari pagi sampai malam.
“Kadang ada momen di mana aku butuh boost confidence. Dan parfum itu bantu banget buat ningkatin mood,” ujarnya di acara kampanye Unlock Your Spiritz di M Bloc, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Parfum = Mood Booster
Menurut Cassandra, memilih parfum itu mirip seperti memilih outfit. Harus disesuaikan dengan suasana hati dan aktivitas hari itu. Kalau sedang ingin tampil lebih fresh dan santai, ia cenderung memilih aroma yang ringan dan playful. Tapi saat harus tampil di depan banyak orang atau menghadiri acara penting, ia lebih suka wangi yang bold dan berkarakter.
Baginya, aroma yang tepat bisa mengubah cara seseorang membawa diri. Wangi yang pas membuatnya merasa lebih siap menghadapi tantangan, lebih fokus, sekaligus lebih nyaman jadi diri sendiri.
Mengenal Diri Lewat Aroma
Sebagai Brand Ambassador Casablanca, Cassandra juga merasakan bagaimana parfum kini menjadi bagian dari ekspresi diri. Ia melihat generasinya semakin sadar bahwa wewangian bukan lagi sekadar pelengkap, tapi bagian dari identitas personal.
Melalui koleksi Casablanca Eau de Parfum Varian Baru Homme & Femme, ia menemukan aroma yang terasa lebih personal. Dengan dua karakter utama—Joyful Spiritz dan Powerful Spiritz—setiap varian dirancang untuk mewakili semangat anak muda masa kini.
Untuk perempuan, lini Joyful Spiritz seperti Chic, Casual, dan Active cocok untuk mobilitas tinggi yang tetap ingin tampil effortless dan stylish. Sementara Powerful Spiritz pada lini Homme menghadirkan karakter Explorer, Challenger, dan Conquer yang merepresentasikan jiwa petualang dan penuh tantangan.
“Aromanya lebih bold dan tahan lama, jadi aku bisa eksplor wewangian yang terasa lebih personal,” ungkap Cassandra.
Dengan daya tahan hingga 12 jam dalam kemasan 50 ml yang praktis, parfum ini memang dirancang untuk menemani aktivitas Gen Z yang dinamis.
Unlock Your Spiritz
Bagi Cassandra, kampanye Unlock Your Spiritz punya makna yang cukup personal. Menurutnya, menjadi percaya diri bukan soal mengikuti standar orang lain, tapi berani mengenal dan menerima diri sendiri.
“Buat aku, Unlock Your Spiritz itu tentang berani mengenal diri sendiri dan nyaman mengekspresikan siapa kita, bahkan lewat hal kecil seperti parfum,” tuturnya.
Di momen Valentine’s Day, pesan itu terasa semakin relevan. Bukan hanya tentang romansa, tetapi juga tentang self-love dan cara sederhana merayakan diri sendiri—termasuk lewat aroma yang mencerminkan karakter dan mood.
Karena pada akhirnya, bagi Cassandra Lee, memilih parfum bukan sekadar soal wangi yang enak. Tapi soal bagaimana sebuah aroma bisa membuatnya merasa lebih yakin, lebih hidup, dan lebih siap menjalani hari sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri.
Tag: #dari #hangout #syuting #begini #cara #cassandra #pilih #parfum #sesuai #mood