Polri Jadi Bulan-bulanan, Prabowo: Itu Risiko, Dulu Jenderal TNI Dimaki-Dituduh Melanggar HAM
- Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sorotan publik terhadap Polri merupakan risiko profesi yang pernah dialami TNI dahulu.
- Presiden menyebutkan bahwa perwira tinggi TNI pernah dicaci maki dan dituduh melanggar HAM tanpa bukti.
- Ia menekankan pentingnya menindak tegas oknum personel yang melanggar tanpa mencopot pimpinan institusi.
Presiden Prabowo Subianto memahami saat ini Kepolisian Negara Republik Indonesia tengah menjadi sorotan dari kritik.
Menurut Prabowo, hal yang sama dahulu pernah dialami Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Prabowo menegaskan sorotan yang didapat merupakan bagian dari risiko profesi. Ia bercerita pada dahulu, perwira-perwira tinggi dari TNI mendapatkan makian hingga tuduhan.
"Saya tahu Saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko. TNI juga dulu jadi sasaran," kata Prabowo saat hadir dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan, dimaki-maki, dituduh-tuduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," lanjut Prabowo.
Padahal, ditegaskan Prabowo, sepanjang sejarahnya TNI, TNI tidak pernah meledakan baik rumah sakit maupun tempat ibadah.
"Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit selama sejarahnya TNI, rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom Gereja atau Masjid," kata Prabowo.
"Negara-negara Barat yang ngajarin HAM kepada kita, ya kan, saya nggak mau banyak komentar lagi lah. Anda tahu maksud saya, ya," sambung Prabowo.
Prabowo mengatakan dahulu TNI selalu diserang dan menjadi bulan-bulanan. Kini, ia meminta Polri tabah bila sekarang menjadi sasaran dan bulan-bulanan.
"Itu risiko, bener nggak? Yang penting niat baik, pengorbanan untuk bangsa dan negara," kata Prabowo.
Tindak Personel Melanggar
Meski demikian, Prabowo meminta kepolisian untuk menindak tegas personel bila didapatkan melakukan tindakan yang melanggar.
"Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada yang nggak bener ya tindak," kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan pengandaian, bagaimana menindak murid kurang ajar di suatu sekolah, yakni dengan memgeluarkan murid terkait, bukan justru mencopot kepala sekolah, apalagi menutup sekolah.
"Tapi nggak apa-apa, ini adalah risiko seorang pemimpin. Kau tuh dikasih bintang di sini itu untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed. sosmed itu banyak buzzer, apa? Buzzer, ya kan," ujar Prabowo.
"Jadi kita harus tegar. Yang jelas kita buktikan kepada rakyat," kata Prabowo.
Tag: #polri #jadi #bulan #bulanan #prabowo #risiko #dulu #jenderal #dimaki #dituduh #melanggar