Mau Kuliah di Kampus Pariwisata? Ini yang Perlu Dipersiapkan Biar Bisa Go Internasional
- Buat siswa SMA atau SMK yang bercita-cita terjun ke dunia pariwisata dan hospitality, persiapan masuk kampus ternyata bukan cuma soal nilai rapor. Ada bekal bahasa Inggris, karakter, sampai kesiapan mental disiplin yang harus dipikirkan sejak sekarang, apalagi kalau targetnya ingin punya karier bertaraf internasional.
Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI), Ariani Kusumo Wardhani, menegaskan bahwa calon mahasiswa memang akan menghadapi tes bahasa Inggris saat seleksi masuk. Namun, ia memastikan hal itu bukan penghalang.
“Tapi jangan khawatir, karena kita pun walaupun kita ada tes bahasa Inggris, jika yang memang belum mampu, kita tuh ada tambahan gitu. Jadi ada pelajaran lagi untuk mengejar teman-teman yang memang nanti biar bisa barengan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/2).
Menurutnya, standar internasional menjadi pijakan utama kurikulum. Karena itu, penguasaan bahasa Inggris tetap penting, tetapi kampus juga menyiapkan sistem pembelajaran tambahan agar semua mahasiswa bisa berkembang bersama.
Selain bahasa, ada tes lain yang tak kalah penting untuk siswa SMA yang mau memasuki program studi hospitality, yaitu tes motivasi dan karakter.
“Untuk tesnya itu adalah lebih ke sebenarnya apa sih yang menjadi motivasi mereka,” ujar Ariani.
Ia menambahkan bahwa karakter seperti kemauan untuk maju dan berkembang juga menjadi perhatian dalam proses seleksi.
Di IPTI sendiri, lanjutnya, terbuka untuk lulusan SMA maupun SMK dari berbagai jurusan.
“Semuanya bisa karena ada prodi yang lainnya. Jadi tergantung mereka passion-nya di mana,” katanya.
Namun, ia menekankan yang paling penting adalah etika dan hospitality. Ariani mengakui bahwa dunia pariwisata tidak bisa dilepaskan dari sikap profesional dan kedisiplinan tinggi.
“Salah satunya yang kita terapkan di sini adalah etika dan hospitality, apalagi hospitality tuh lebih disiplin. Disiplin itu penting banget terutama untuk perhotelan,” tegasnya.
Bahkan, untuk mahasiswa perhotelan, ada kewajiban tinggal di dormitori pada tahun pertama.
“Dormitorinya itu kalau untuk yang perhotelan mandatory satu tahun pertama mereka harus stay di hotel. Karena mereka belajar untuk disiplin gitu,” jelasnya.
Sistem ini dirancang agar mahasiswa terbiasa dengan ritme kerja industri sebelum menjalani magang selama dua semester.
Kampus juga menyediakan restoran dan kitchen sebagai laboratorium praktik. Mahasiswa dilatih langsung sebelum benar-benar terjun ke industri.
“Sebelum internship mereka belajar dulu di sini. Jadi ketika mereka nanti terjun internship mereka nggak kaget,” tambah Ariani.
Semangat membangun lulusan pariwisata berkelas dunia ini ditegaskan dalam Grand Opening IPTI yang digelar pada 11 Februari 2026 di Cipayung, Jakarta Timur. Kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang telah lebih dari 40 tahun berkiprah dan dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana.
Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI hadir dengan visi menjadi institusi pariwisata yang diakui secara internasional, berlandaskan kearifan lokal, pendekatan interdisipliner, serta keberlanjutan.
Ariani menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa dipandang sebagai bidang yang berdiri sendiri.
“Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations,” tuturnya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam pembelajaran dan mewajibkan mahasiswa memiliki sertifikasi internasional sebagai syarat magang dan kelulusan. Langkah ini dilakukan agar lulusan benar-benar siap bersaing di level global.
Sementara itu, Ketua Yayasan Menara Bhakti, Ibu Nurani Pujiastuti, menekankan bahwa IPTI dirancang untuk melahirkan lulusan yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter.
“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. IPTI kami rancang untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga beretika, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal Indonesia ke panggung global,” jelasnya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di kampus pariwisata dan menembus pasar internasional, kuncinya bukan cuma pintar secara akademik. Penguasaan bahasa, motivasi kuat, karakter disiplin, serta kesiapan mental menghadapi dunia industri nyata menjadi bekal utama. Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata nasional dan global, peluang terbuka lebar, asal dipersiapkan sejak sekarang.
Tag: #kuliah #kampus #pariwisata #yang #perlu #dipersiapkan #biar #bisa #internasional