Anggota DPR Sempat Ragu Haji Dilaksanakan Kemenhaj, Ternyata 100 Persen Siap
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
11:16
11 Februari 2026

Anggota DPR Sempat Ragu Haji Dilaksanakan Kemenhaj, Ternyata 100 Persen Siap

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengaku awalnya ragu dengan Kementerian Haji dan Umrah RI bisa memegang kendali atas kewenangan sebagai penyelenggara ibadah haji.

Mulanya, Wachid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI meskipun baru "lahir" langsung melaksanakan tugasnya di Tanah Suci.

"Saya awalnya ragu, ini Kementerian Haji dan Umrah bisa apa enggak? Ternyata alhamdulillah, tidak perlu Bapak-Ibu (calon jemaah haji) cemas," ujar Wachid dalam agenda Bimbingan Manasik Haji Nasional 1447 Hijriah di UPT Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Aset Gedung Kantor Kemenag di Thamrin Resmi Beralih ke Kementerian Haji dan Umrah

Wachid yakin pelaksanaan ibadah haji setelah dipegang oleh Kemenhaj sudah tidak ada lagi permasalahan yang perlu dirisaukan calon jemaah haji.

"Ternyata beliau, Menteri Haji, Wakil Menteri Haji, dan jajarannya setelah rapat dengan kami, dengan Komisi VIII, alhamdulillah sudah tidak ada masalah dan 100 persen sudah siap," ucapnya.

Wachid menilai, bukan hanya persoalan pelaksanaan yang diyakininya sudah semakin baik, tetapi biaya haji tahun ini paling murah di antara tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Masih Ada Aset Besar Kemenag yang Belum Diserahkan ke Kementerian Haji, Apa Saja?

"Tidak hanya persoalan masalah pelaksanaan. Saya sebagai Ketua Panja Haji yang menghitung biaya haji, yang juga mendapatkan amanah daripada Presiden Prabowo Subianto, haji tahun ini paling murah di antara tahun-tahun sebelumnya," tutur dia.

Ia lalu menyinggung soal biaya haji di negara tetangga, Malaysia, yang sering disebut lebih mudah daripada biaya haji di Indonesia.

"Kalau ada yang mengatakan haji di Malaysia lebih murah, itu tidak benar. Haji di Malaysia yang reguler masih di atas 100 juta. Tapi Bapak, Ibu, kami putuskan dengan kerja sama beliau, bisa menurunkan biaya haji menjadi Rp 89 juta," tuturnya.

Baca juga: Menhaj Ungkap Anggaran Haji Rp 512 Miliar Belum Dipindahkan dari Kemenag

Oleh karena itu, Wachid mengatakan bahwa semua pelayanan yang diberikan oleh Kemenhaj merupakan suatu kenikmatan untuk para jemaah haji.

"Ini satu kenikmatan buat Bapak, Ibu semuanya, dan termasuk Bapak, Ibu yang tahun ini mendapatkan berkah bisa berangkat haji tahun 2026 ini. Kami juga sudah menyiapkan semuanya," kata dia.

Tag:  #anggota #sempat #ragu #haji #dilaksanakan #kemenhaj #ternyata #persen #siap

KOMENTAR