Pidato Prabowo di MUI: Singgung Dana Umat Rp 500 Triliun dan Diserang Garong
Presiden Republik Indonesia Prabowo menghadiri Pengukuhan dan Ta?aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025?2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).(DOK. Kemendagri RI)
06:34
8 Februari 2026

Pidato Prabowo di MUI: Singgung Dana Umat Rp 500 Triliun dan Diserang Garong

- Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara doa bersama dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah menyediakan lahan seluas 4.000 meter persegi di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, untuk pendirian kantor badan-badan umat Islam.

Selain itu, dirinya juga membeberkan bahwa dana umat bisa mencapai Rp 500 triliun dalam satu tahun jika dikelola dengan baik.

Baca juga: Prabowo Akan Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang Hari Ini

Berikut poin-poin penting pidato Kepala Negara dalam acara MUI kemarin:

Lahan 4 Ribu Meter di HI buat Badan Umat Islam

Prabowo menyatakan telah menyediakan lahan seluas 4.000 meter persegi di depan Bundaran HI untuk pendirian kantor badan-badan umat Islam.

"Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," kata Prabowo.

Ia memerinci, badan tersebut berupa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruangan untuk beroperasi.

Baca juga: Alasan Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk MUI

Ia menyebutkan, lahan itu akan dibangun gedung bertingkat tergantung keputusan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

"Kita akan bangun gedung terserah Menteri Agama berapa puluh lantai. Rencananya berapa? Berapa? Empat puluh lantai," ucap Prabowo.

Lebih lanjut mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini menyampaikan, lahan itu adalah permintaan Nasaruddin saat menemuinya beberapa waktu lalu.

Dalam permintaannya, Nasaruddin menyebut bahwa MUI tidak memiliki kantor yang pasti.

Prabowo bahkan juga mengaku tidak tahu di mana letak kantor MUI.

Baca juga: Bersama Presiden Prabowo dan Jajaran Kabinet Merah Putih, Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030

"Permintaan beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan, Pak, kantor MUI sekarang tidak jelas di mana. Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI," ungkapnya.

Adapun lewat keputusan itu, ia menjamin kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantung Ibu Kota Jakarta, tepat di dekat patung "Selamat Datang".

"Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan lembaga-lembaga umat Islam," tandas Prabowo.

Dana Umat Rp 500 Triliun

Prabowo mengaku mendapat laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait potensi dana umat.

Menurut laporan itu, pengumpulan dana umat bisa mencapai minimal Rp 500 triliun per tahun jika dikelola dengan baik.

"Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp 500 triliun satu tahun," kata Prabowo.

Oleh karenanya, ia menyambut baik pembentukan lembaga pengelolaan dana umat untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap lembaga itu mampu mengoptimalkan potensi tersebut.

"Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat," bebernya.

Garong-garong Melawan Pemberantasan Korupsi

Prabowo mengungkapkan pemberantasan korupsi di Indonesia bukan hal ringan. Ia menyebut selalu ada pihak yang berupaya menyerang balik.

Kepala Negara lantas menyebut pihak-pihak tersebut sebagai "garong-garong".

"Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau mendekatkan hukuman, kita mau mendekatkan keadilan, kita mau mendekatkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Sebut Pemberantasan Korupsi Tak Ringan: Garong-garong Menyerang Balik

Para koruptor ini, kata dia, juga selalu menyerang dengan membuat kerusuhan. Pasalnya, para koruptor tidak ingin pemerintahan bersih dari praktik menyengsarakan rakyat itu.

"Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini," ucapnya.

Terlepas dari itu, ia menyatakan akan tetap menegakkan hukum. Kekayaan negara harus dijaga untuk masa depan bangsa sendiri.

"Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan Undang-Undang Dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur," jelas Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Perdamaian Bisa Dicapai Jika Ulama dan Umara Bersatu

Umat Islam Tak Sebar Kebencian

Sementara itu, Prabowo mengajak umat Islam menghilangkan rasa benci. Ia berpesan agar Indonesia tetap bersatu meski berbeda-beda.

"Kita hilangkan rasa benci. Perbedaan adalah baik. Persaingan adalah baik. Tapi setelah bersaing, mari kita bersatu. Bersatu. Bersatu dalam munajat. Bersatu untuk keselamatan bangsa. Kita hormati semua. Hormati semua umat," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, umat Islam adalah umat yang tidak menyebar kebencian dan menggunakan kedamaian.

Hal ini pula yang telah dicontohkan oleh para ulama di Indonesia.

Baca juga: MUI Sambut Rencana Prabowo Bangun Gedung Baru di Bundaran HI

"Hormati semua kaum. Itulah contoh yang diberi oleh ulama-ulama Indonesia. Saudara-saudara sekalian, kita sekarang menjadi contoh bagi seluruh dunia. Umat Islam yang sejuk. Umat Islam yang tidak mengujar kebencian. Umat Islam yang mengutamakan perdamaian," ucap Prabowo.

Oleh karenanya, ia meminta umat bersatu bersama pemerintah untuk mendukung berbagai program baik, salah satunya dalam memberantas korupsi.

Tag:  #pidato #prabowo #singgung #dana #umat #triliun #diserang #garong

KOMENTAR